JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia menegaskan belum ada kebijakan potongan harga minyak untuk Indonesia. Bahkan, harga jual minyak disebut berpotensi lebih tinggi dibanding harga pasar saat ini.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menyampaikan bahwa pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Wakil Perdana Menteri Rusia bidang energi, Alexander Novak.
Menurut Sergei, kondisi geopolitik global dan meningkatnya permintaan energi membuat harga minyak saat ini sulit diberikan diskon. Dalam beberapa kondisi tertentu, harga justru bisa berada di atas rata-rata pasar internasional.
Ia menjelaskan, Rusia memang pernah menawarkan harga lebih rendah pada tahun 2022 saat mendapat tekanan sanksi dari negara-negara Barat akibat konflik di Ukraina. Namun situasi pasar energi kini telah berubah.
Sergei menambahkan, kerja sama penjualan minyak dilakukan melalui mekanisme bisnis antarperusahaan atau business to business (B2B), bukan penjualan langsung oleh pemerintah Rusia kepada negara pembeli.
Meski tidak ada potongan harga khusus, Rusia memastikan siap memenuhi kebutuhan energi negara-negara yang ingin menjalin kontrak jangka panjang, termasuk Indonesia.













