• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom Soroti Faktor Global dan Domestik

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
May 12, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Huawei Disebut Siapkan Ponsel dengan Baterai Lebih dari 10.000 mAh

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Menurut Josua, tekanan tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset-aset berdenominasi rupiah.

Dari sisi global, kenaikan harga minyak dunia dan penguatan dolar AS akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang menekan rupiah.

Ia menjelaskan Indonesia termasuk negara dengan ketergantungan impor energi yang cukup tinggi sehingga lebih rentan terhadap lonjakan harga minyak dan pergerakan modal asing.

Kenaikan harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran pasar karena berpotensi menambah beban impor dan menekan stabilitas fiskal nasional. Di saat yang sama, penguatan dolar AS mendorong arus modal asing keluar dari pasar domestik.

Sementara dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi penantian hasil MSCI Index Review periode Mei 2026 yang akan diumumkan pada pekan ini.

Selain itu, penurunan prospek peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s Ratings dan Fitch Ratings pada awal tahun disebut memengaruhi minat risiko investor global terhadap pasar saham dan obligasi Indonesia.

Meski begitu, Josua menegaskan kondisi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter 1997-1998 karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai jauh lebih kuat, baik dari sisi cadangan devisa maupun posisi utang luar negeri pemerintah.

Ia juga menilai rupiah secara riil masih berada dalam kondisi undervalued sehingga pelemahan saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dibanding persoalan fundamental ekonomi nasional.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comDolar asFitch RatingsHeadlineJosua PardedeMoody’sMSCIPermata BankRupiah

Related Posts

Di Tengah Perang dengan AS, Menteri Perminyakan Iran Pilih Mundur

Di Tengah Perang dengan AS, Menteri Perminyakan Iran Pilih Mundur

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri dari jabatannya di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat yang...

MUI Tegaskan Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Hukumnya Haram

MUI Tegaskan Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan Hukumnya Haram

by Hidayat Taufik
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penggunaan alat bantu seksual atau sex toy untuk menyalurkan kebutuhan biologis warga...

Nikkei Naik 2,5%, Bursa Asia Menguat di Tengah Pergerakan Mata Uang

Nikkei Naik 2,5%, Bursa Asia Menguat di Tengah Pergerakan Mata Uang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pasar saham Asia memulai perdagangan Senin, 5 Oktober 2026 dengan penguatan. Pergerakan tersebut terjadi ketika investor mulai...

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Broiler Minta Harga Ayam Lebih Layak

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Broiler Minta Harga Ayam Lebih Layak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Peternak ayam broiler menghadapi tekanan akibat biaya produksi yang meningkat di tengah penurunan harga jual ayam. Kenaikan...

Sering Ngorok Saat Tidur? Ini Penyebab dan Tanda Perlu ke Dokter

Sering Ngorok Saat Tidur? Ini Penyebab dan Tanda Perlu ke Dokter

by Hidayat Taufik
October 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebiasaan mendengkur saat tidur kerap dikaitkan dengan kondisi tidur yang nyenyak. Namun, dengkuran yang terdengar keras atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

LPS Selesaikan Klaim Simpanan Rp243,02 Miliar di Jabar

October 4, 2026
DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

DMO Batu Bara 2027 Diusulkan Fokus untuk Kelistrikan

October 4, 2026
WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

WIG Artisan Market 2026 Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan

October 4, 2026
Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Malaysia Menang 3-0, Siap Hadapi Indonesia

September 27, 2026
Marc Marquez menang di GP Jepang 2026 dan memangkas jarak dengan Jorge Martin menjadi dua poin menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika.

Marc Marquez Pangkas Jarak dari Jorge Martin

October 5, 2026
Di Tengah Perang dengan AS, Menteri Perminyakan Iran Pilih Mundur

Di Tengah Perang dengan AS, Menteri Perminyakan Iran Pilih Mundur

October 5, 2026
Pesawat Bomber AS Ditarik dari Inggris Usai Pangkalan Militer Sempat Dievakuasi

Pesawat Bomber AS Ditarik dari Inggris Usai Pangkalan Militer Sempat Dievakuasi

October 5, 2026
Sering Makan Gado-gado? Ada Hal yang Perlu Kamu Perhatikan

Sering Makan Gado-gado? Ada Hal yang Perlu Kamu Perhatikan

October 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved