• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, April 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Rokok di Luar Negeri Mahal, Bukan Karena Produksi Tapi Kebijakan

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 16, 2025
in Nasional
0
Rokok di Luar Negeri Mahal, Bukan Karena Produksi Tapi Kebijakan

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga rokok di banyak negara luar negeri jauh lebih mahal dibandingkan Indonesia. Kondisi ini bukan disebabkan biaya produksi yang tinggi, melainkan kebijakan pemerintah yang disengaja.

Faktor utama mahalnya rokok adalah pajak dan cukai yang tinggi. Di sejumlah negara Eropa dan Australia, pajak rokok bisa mencapai lebih dari 60 hingga 80 persen dari harga jual.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menekan jumlah perokok. Pemerintah memanfaatkan harga mahal untuk mengurangi konsumsi rokok, terutama di kalangan generasi muda.

Selain pajak, negara-negara tersebut memiliki kebijakan kesehatan publik yang ketat. Rokok dianggap sebagai penyebab utama beban biaya kesehatan jangka panjang.

Biaya pengobatan penyakit akibat rokok dinilai lebih besar dibandingkan pendapatan dari industri tembakau. Karena itu, harga tinggi dipakai sebagai alat pengendalian konsumsi.

Aturan ketat juga memengaruhi harga rokok. Banyak negara melarang iklan rokok, menerapkan kemasan polos, serta mewajibkan peringatan kesehatan besar di bungkus rokok.

Biaya kepatuhan terhadap regulasi tersebut ikut dibebankan ke harga jual. Produsen harus menyesuaikan proses produksi dan distribusi sesuai standar pemerintah.

Faktor daya beli masyarakat juga berperan. Di negara dengan pendapatan per kapita tinggi, harga rokok disesuaikan agar tetap memberi efek jera bagi konsumen.

Pemerintah juga menggunakan harga mahal sebagai strategi sosial. Dengan rokok sulit dijangkau, angka perokok pemula diharapkan terus menurun.

Secara keseluruhan, mahalnya rokok di luar negeri merupakan hasil kombinasi kebijakan fiskal, kesehatan, dan sosial, bukan semata-mata faktor pasar.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download redmi firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: CobisnisEkonomi globalHarga rokokKebijakan KesehatanPajak RokokPebisnismuda

Related Posts

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat hasil positif dengan finis di posisi keenam pada Moto3 Spanyol...

Terungkap! 103 Anak di Daycare Jogja, Sebagian Diduga Jadi Korban Kekerasan

Terungkap! 103 Anak di Daycare Jogja, Sebagian Diduga Jadi Korban Kekerasan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polisi menetapkan 13 tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, dengan...

Target Ambisius Perkeretaapian 2045, Pemerintah Cari Dana di Luar APBN

Target Ambisius Perkeretaapian 2045, Pemerintah Cari Dana di Luar APBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mengungkap kebutuhan investasi hingga Rp 1.100–1.200 triliun untuk membangun dan mengembangkan jaringan kereta api nasional sampai...

Polisi Gerebek Daycare di Yogyakarta, Fakta Kekerasan Anak Muncul dari Whistleblower

Polisi Gerebek Daycare di Yogyakarta, Fakta Kekerasan Anak Muncul dari Whistleblower

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, terungkap setelah mantan pengasuh melapor sebagai whistleblower dan menyerahkan...

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen mobil global mulai mengejar ketertinggalan teknologi dari China setelah penjualan mereka terus tertekan di pasar otomotif...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Konsep Sharing Economy di Era Digital dan Dampaknya ke Bisnis

Konsep Sharing Economy di Era Digital dan Dampaknya ke Bisnis

October 1, 2025
RI Desak Investigasi Usai Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon 2026

RI Desak Investigasi Usai Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon 2026

April 25, 2026
Kenali Agnes Aditya Rahajeng, Juara Baru Puteri Indonesia 2026

Kenali Agnes Aditya Rahajeng, Juara Baru Puteri Indonesia 2026

April 25, 2026
Proliga Putri 2026: Jakarta Pertamina Enduro Menang, Megawati Cetak Sejarah

Proliga Putri 2026: Jakarta Pertamina Enduro Menang, Megawati Cetak Sejarah

April 25, 2026
Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

April 26, 2026
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
Pelaku Penembakan di Acara Trump Terungkap, Presiden AS Sempat Dievakuasi

Pelaku Penembakan di Acara Trump Terungkap, Presiden AS Sempat Dievakuasi

April 26, 2026
Terungkap! 103 Anak di Daycare Jogja, Sebagian Diduga Jadi Korban Kekerasan

Terungkap! 103 Anak di Daycare Jogja, Sebagian Diduga Jadi Korban Kekerasan

April 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved