• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Risiko Utang Whoosh Bisa Timbulkan Tekanan Ekonomi dan Kendali Infrastruktur

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 27, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Beban Utang Kereta Cepat Rp 116 T Tak Ditanggung APBN, Pemerintah Cari Solusi

JAKARTA, Cobisnis.com – Utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh kembali jadi sorotan. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memperingatkan risiko serius kalau Indonesia gagal bayar, termasuk potensi tekanan terhadap kedaulatan negara di Natuna Utara.

Proyek ambisius ini menelan biaya 7,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 117 triliun, dengan kecepatan kereta mencapai 350 kilometer per jam. Namun, lonjakan biaya tiga kali lipat dari estimasi awal menimbulkan pertanyaan soal transparansi, tata kelola, dan aliran dana.

Mahfud MD menyoroti dugaan mark up biaya dan mendesak pemerintah mengusut aliran dana yang membengkak. Kritik ini lebih dari sekadar politik, tapi jadi peringatan bahwa proyek infrastruktur besar bisa berpotensi memicu tekanan geopolitik.

China siap membantu restrukturisasi utang Whoosh melalui China Development Bank (CDB). Langkah ini menunjukkan proyek bukan sekadar soal transportasi, tapi juga soal kredibilitas politik dan posisi Indonesia di kancah internasional.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menerbitkan Keputusan Presiden untuk menyelesaikan restrukturisasi. Keputusan ini jadi ujian awal kebijakan fiskal dan diplomasi ekonomi pemerintahan baru.

Sejarah menunjukkan bahwa utang infrastruktur besar bisa memicu ketergantungan. Negara seperti Kongo, Laos, Pakistan, dan Zambia pernah kehilangan kendali atas aset strategis saat gagal bayar utang.

Fenomena ini disebut legal colonization through debt contracts, di mana negara berdaulat bisa kehilangan kontrol atas sumber daya tanpa penjajahan formal. Utang publik berubah menjadi alat diplomasi ekonomi yang memengaruhi kebijakan domestik.

Di Indonesia, risiko bisa merambat ke sektor energi, logistik, jalur rel, bahkan lahan strategis. Jika gagal bayar atau restrukturisasi berat sebelah terjadi, kreditor bisa meminta konsesi jangka panjang dan posisi Indonesia melemah.

Tekanan fiskal nyata terasa. Belanja subsidi energi melonjak, penerimaan pajak belum pulih, dan ruang fiskal makin sempit. Proyek Whoosh jadi cerminan paradoks pembangunan ambisius versus disiplin fiskal.

Pakar menekankan strategi fiskal berdaulat, memperkuat pembiayaan domestik, menegakkan transparansi BUMN, dan menyiapkan buffer risiko realistis. Whoosh seharusnya jadi simbol kemajuan, bukan awal diplomasi utang yang membatasi kedaulatan.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download huawei firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: CobisnisKCICMahfud MDmenakerPebisnismudaUtangwhoosh

Related Posts

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat pajak...

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Dari puluhan daerah terdampak, sebagian besar mulai kembali...

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Para peneliti penyakit menular mengidentifikasi virus zoonosis baru yang ditularkan dari kelelawar pada manusia di Bangladesh. Virus...

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

ASN Dilibatkan Jadi Komcad, DPR: Strategi Jangka Panjang Perkuat Pertahanan Nasional

by Hidayat Taufik
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai rencana melibatkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai personel...

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi Kenangan mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

Pasar Keuangan Global Kompak Turun, Saham, Emas, dan Crypto Ikut Jatuh

February 1, 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Direktur Utama BEI Gantikan Iman Rachman

Ada Aja Gerbrakannya, MBG untuk Lansia 75 Tahun ke Atas

February 4, 2026
Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Nilai OTT KPK Jadi Momentum Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

February 4, 2026
Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

Satgas Ungkap 10 Daerah di Sumatera Butuh Penanganan Khusus Pascabencana

February 4, 2026
Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

Virus Baru dari Kelelawar Terdeteksi pada Manusia di Bangladesh

February 4, 2026
BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi

BTN Targetkan Biayai 20.000 Rumah Rendah Emisi

February 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved