• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

RI Ikut Terdampak Larangan Saudi, Impor Ayam dan Telur Terhambat

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 26, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
RI Ikut Terdampak Larangan Saudi, Impor Ayam dan Telur Terhambat

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Obat dan Makanan Arab Saudi (SFDA) mengumumkan larangan total impor produk unggas dan telur dari 40 negara, termasuk Indonesia, serta pembatasan parsial di 16 negara lainnya. Kebijakan ini bertujuan memperkuat keamanan pangan dan mencegah masuknya penyakit hewan menular seperti HPAI dan penyakit Newcastle.

Larangan total mencakup semua produk unggas dan telur dari negara yang terdampak, sedangkan larangan parsial berlaku di provinsi atau kota tertentu. SFDA menegaskan, produk yang telah menjalani perlakuan panas atau heat-treatment tetap bisa diimpor dengan sertifikasi kesehatan resmi dari otoritas negara asal.

Langkah ini dipandang sebagai pencegahan proaktif berdasarkan risiko epidemiologis dan laporan global penyakit hewan. Larangan bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan kondisi kesehatan hewan di seluruh dunia.

Bagi eksportir global, kebijakan ini menuntut standar kesehatan lebih ketat dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis SFDA. Produk unggas atau telur yang lolos larangan harus dilengkapi sertifikasi resmi yang menyatakan produk tersebut aman dari virus HPAI maupun Newcastle.

Kebijakan ini berdampak pada rantai pasokan global, termasuk peluang eksportir untuk tetap mengakses pasar jika memenuhi syarat. Beberapa negara sebelumnya menyesuaikan rantai pasok mereka untuk mengatasi larangan, memperbaiki standar kesehatan hewan lokal, atau mencari pasar alternatif.

Sebagai negara dengan populasi lebih dari 36 juta jiwa, Arab Saudi memiliki ketergantungan signifikan pada impor unggas dan telur. Larangan ini sekaligus menjadi proteksi terhadap risiko kesehatan dan keselamatan pangan domestik, sekaligus mendorong eksportir menyesuaikan operasional ekspor-impor sesuai regulasi SFDA.

SFDA menegaskan bahwa larangan ini tidak berlaku untuk produk yang sudah diolah sesuai standar kesehatan. Namun, setiap produk yang masuk tetap harus memiliki sertifikasi resmi. Kebijakan ini juga menunjukkan dinamika regulasi internasional dalam merespons wabah penyakit hewan yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan global.

Dengan langkah ini, Arab Saudi memastikan keamanan pangan domestik tetap terjaga sambil menuntut kepatuhan global. Eksportir termasuk Indonesia harus memperhatikan regulasi ini agar produk mereka tetap bisa dipasarkan.

Langkah Saudi Arabia memperluas larangan impor unggas dan telur dari 40 negara serta pembatasan di wilayah negara lain merupakan kebijakan protektif yang didasari pertimbangan kesehatan masyarakat dan keamanan pangan.

Tags: Arab SaudiCobisnisImpor AyamIndonesiaKeamanan PanganPebisnismudaTelur

Related Posts

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Malaysia Akhiri Status Darurat Kabut Asap akibat Karhutla RI

Malaysia Akhiri Status Darurat Kabut Asap akibat Karhutla RI

by Hidayat Taufik
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Malaysia resmi menghentikan status darurat kabut asap di Sarawak pada Senin (7/9/2026). Keputusan tersebut diambil meski...

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah berjalan lebih dari 1,5 tahun dengan cakupan penerima yang terus...

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia mulai mendapat perhatian dalam perkembangan industri kecerdasan buatan atau AI global. Salah satu yang menjadi sorotan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
Kontroversi! Negara Ini Larang Hijab bagi Siswi di Sekolah

Kontroversi! Negara Ini Larang Hijab bagi Siswi di Sekolah

September 8, 2026
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved