• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, February 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Ratusan Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Lainnya Terluka Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di Myanmar

Saeful Imam by Saeful Imam
March 29, 2025
in News
0
Ratusan Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Lainnya Terluka Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di Myanmar

Gempa bumi dahsyat guncang myanmar dan thailand

MYANMAR, COBISNIS.COM – Gempa bumi dahsyat melanda Myanmar pada Jumat (28/03) siang, menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya. Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut berpusat di 16 kilometer barat laut Kota Sagaing, menurut laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Hanya 12 menit kemudian, gempa susulan berkekuatan 6,4 mengguncang wilayah 18 kilometer selatan Sagaing.

Dampak gempa ini terasa hingga ke negara-negara tetangga seperti China dan Thailand. Pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menyebutkan bahwa 144 orang telah meninggal dunia dan 732 lainnya terluka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya operasi penyelamatan. Kota-kota yang paling terdampak adalah Naypyidaw dengan 96 korban jiwa, Sagaing dengan 18 korban jiwa, dan Mandalay dengan 30 korban jiwa.

Menurut militer Myanmar, sebanyak 132 orang mengalami luka-luka di Naypyidaw dan 300 lainnya di Sagaing. Sebagian korban lainnya tersebar di berbagai daerah. Tim penyelamat di Mandalay melaporkan bahwa kerusakan yang terjadi sangat parah, dan jumlah korban tewas kemungkinan lebih tinggi dari laporan awal.

Di ibu kota Thailand, Bangkok, dampak gempa juga terasa. Sebanyak 70 pekerja konstruksi dilaporkan hilang setelah sebuah bangunan roboh akibat guncangan. Laporan dari Institut Nasional untuk Pengobatan Darurat di Thailand menyebutkan bahwa ada sekitar 320 pekerja di lokasi kejadian, dengan 20 orang terjebak di terowongan lift. Tim penyelamat telah mendirikan rumah sakit lapangan untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi.

Sebuah rumah sakit besar di Naypyidaw berubah menjadi “daerah dengan korban berlimpah” akibat banyaknya pasien yang datang dalam kondisi luka berat. Jalan-jalan di sekitar rumah sakit mengalami kerusakan parah, menyebabkan kemacetan yang menghambat akses bantuan. Rumah sakit yang memiliki 1.000 tempat tidur itu kewalahan, dengan pasien dirawat di lorong-lorong dan luar ruangan.

Militer Myanmar menginstruksikan rumah sakit di Mandalay, Sagaing, dan Naypyidaw untuk meningkatkan kapasitas layanan medis dan meminta masyarakat untuk mendonorkan darah bagi para korban. Seorang pengembang properti di Mandalay mengungkapkan bahwa banyak bangunan mengalami retak dan beberapa lainnya runtuh total.

Dewan militer Myanmar menyatakan bahwa beberapa wilayah seperti Sagaing, Mandalay, Magway, Bago, Negara Bagian Shan Timur, dan Naypyidaw berada dalam keadaan darurat. Prioritas utama saat ini adalah menyelidiki kerusakan dan melakukan upaya penyelamatan di area yang paling terdampak.

Gempa juga menyebabkan berbagai bangunan di Bangkok mengalami kerusakan. Video yang beredar di media sosial menunjukkan air menyembur dari kolam renang di atap gedung akibat guncangan. Beberapa bangunan bertingkat juga mengalami keretakan.

Seorang jurnalis BBC yang tinggal di Bangkok mengatakan bahwa dirinya merasakan getaran kuat saat sedang memasak di rumah. Menurutnya, ini adalah salah satu gempa terbesar yang mengguncang Bangkok dalam satu dekade terakhir. Banyak warga berlarian ke jalan karena khawatir akan gempa susulan.

Sebuah gedung pemerintah yang sedang dibangun di dekat Taman Chatuchak, Bangkok, runtuh akibat gempa. Dari 50 pekerja yang berada di lokasi, 43 di antaranya masih dinyatakan hilang. Regu penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Menurut laporan AFP yang mengutip USGS, Myanmar memang merupakan daerah yang rentan terhadap gempa bumi. Antara tahun 1930 hingga 1956, tercatat enam gempa besar dengan magnitudo di atas 7,0 yang terjadi di sepanjang Sesar Sagaing, yang membentang di tengah negara tersebut.

Upaya mendapatkan informasi dari Myanmar cukup sulit karena pemerintahan militer yang berkuasa sejak kudeta 2021 mengendalikan hampir seluruh media dan internet. Banyak jalur komunikasi yang terputus, sehingga menyulitkan akses terhadap informasi terbaru dari lapangan.

Gempa ini menyebabkan kehancuran besar, termasuk jalan-jalan yang rusak parah, monumen keagamaan yang roboh, hingga gedung-gedung bertingkat yang hancur. Para ahli memperkirakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi dari laporan awal mengingat kepadatan penduduk dan kualitas bangunan di wilayah terdampak.

Menurut pemodelan yang dilakukan oleh USGS, jumlah korban tewas diperkirakan bisa melampaui 10.000 orang. Selain itu, total kerugian akibat gempa ini diperkirakan mencapai US$ 100 miliar atau setara dengan Rp 1.650 triliun, yang melebihi pendapatan domestik bruto Myanmar yang hanya sekitar US$ 66 miliar.

Data awal yang dihimpun dari pemerintah Myanmar menunjukkan bahwa 144 orang tewas dan 732 orang terluka, tetapi angka ini hanya mencakup tiga kota utama dan belum termasuk Mandalay, yang juga mengalami dampak besar dari bencana ini.

Di Thailand, seorang wakil kepala polisi di Distrik Bang Sue, Bangkok, mengatakan bahwa ia mendengar suara orang-orang berteriak meminta pertolongan dari dalam reruntuhan bangunan. Tim penyelamat masih terus bekerja untuk mengevakuasi korban selamat.

Pemerintah Thailand telah mengadakan pertemuan darurat untuk merespons dampak gempa ini. Selain itu, bantuan dari negara-negara tetangga juga mulai berdatangan untuk membantu proses penyelamatan dan pemulihan.

Myanmar yang telah terkoyak oleh perang saudara kini menghadapi tantangan baru akibat bencana alam ini. Dengan komunikasi yang terbatas dan akses bantuan yang sulit, upaya pemulihan pasca-gempa kemungkinan akan memakan waktu lama.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan internasional tengah berupaya untuk masuk ke wilayah terdampak guna memberikan bantuan medis dan kebutuhan dasar bagi para korban. Namun, situasi politik dan kondisi keamanan di Myanmar menjadi hambatan utama bagi misi kemanusiaan.

Dampak gempa ini tidak hanya terasa di Myanmar, tetapi juga di berbagai negara tetangga. Thailand, yang jarang mengalami gempa besar, kini menghadapi tantangan dalam menangani bencana yang merenggut korban jiwa dan menyebabkan kehancuran di berbagai wilayahnya.

Gempa bumi ini menjadi salah satu bencana alam terbesar yang melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir. Dengan kondisi infrastruktur yang buruk dan keterbatasan sumber daya, proses pemulihan dan rekonstruksi akan menjadi tantangan besar bagi negara tersebut.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download xiomi firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: gempa myanmarThailand

Related Posts

Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

Antisipasi Virus Nipah, Thailand, Malaysia dan Singapura Tingkatkan Pengawasan Kesehatan Jelang Imlek

by Desti Dwi Natasya
February 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Munculnya wabah virus Nipah di India mendorong sejumlah negara Asia memperketat langkah kewaspadaan kesehatan. Di negara bagian...

Bali Sepi Turis Lokal dan Asing, Lebih Pilih ke Sini

Bali Sepi Turis Lokal dan Asing, Lebih Pilih ke Sini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 24, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, sektor pariwisata Bali justru menghadapi keluhan sepinya pengunjung. Kondisi ini...

DPR Thailand Dibubarkan, Pemilu Digelar Usai Krisis Politik dan Ekonomi

DPR Thailand Dibubarkan, Pemilu Digelar Usai Krisis Politik dan Ekonomi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 15, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Thailand resmi membubarkan House of Representatives atau DPR setelah mendapat persetujuan Raja Maha Vajiralongkorn. Keputusan ini...

Thailand Tetap Bertempur dengan Kamboja Usai Seruan Gencatan Senjata Trump

Thailand Tetap Bertempur dengan Kamboja Usai Seruan Gencatan Senjata Trump

by Zahra Zahwa
December 15, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Thailand menegaskan akan terus melanjutkan operasi militernya di wilayah perbatasan yang disengketakan dengan Kamboja, hanya beberapa jam...

Komunitas Ini Sulap Spanduk Bekas Jadi Rumah untuk Anjing Liar

Komunitas Ini Sulap Spanduk Bekas Jadi Rumah untuk Anjing Liar

by Desti Dwi Natasya
December 9, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah komunitas peduli hewan di Thailand menarik perhatian publik setelah mengubah spanduk-spanduk bekas menjadi tempat berlindung bagi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

Mulai 2027, Biaya Parkir Akan Digabung STNK dan Dibayar Sekali Setahun

February 16, 2026

Surat Edaran Libur Awal Puasa 2026 Resmi Terbit, Ini Jadwal Lengkap Sekolah

February 16, 2026
Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

Tren Data Breach Berlanjut, Pakar Kembali Ingatkan Uji Digital Forensik

November 4, 2020
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru Imlek Selalu Diiringi Hujan

February 16, 2026
Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

Keistimewaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan

February 16, 2026
Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

February 16, 2026
Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

Pilihan Ketua The Fed Trump Nilai AI Alasan Turunkan Suku Bunga, Seberapa Meyakinkan?

February 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved