• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 3, 2026
in Otomotif
0
Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia kini memiliki raja baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan gelar tersebut tidak lagi dipegang oleh Tesla. Produsen mobil listrik asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual EV terbesar di dunia berdasarkan data penjualan tahun 2025 yang dirilis pekan ini.

Pada 2011, CEO Tesla Elon Musk sempat meremehkan BYD dan menilai perusahaan tersebut bukan pesaing serius. Namun, sekitar 14 tahun kemudian, BYD justru mengalahkan pionir mobil listrik asal Amerika Serikat itu di arena global.

BYD mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menjual 2,26 juta unit EV sepanjang 2025, naik hampir 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Tesla melaporkan penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut. Pengiriman kendaraan Tesla turun 8,6% menjadi hanya 1,6 juta unit, mencatatkan penurunan tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Keberhasilan BYD semakin mencolok karena mobil listriknya belum dijual di pasar Amerika Serikat, sementara China merupakan pasar terbesar kedua bagi Tesla. Pada kuartal keempat, penjualan Tesla tercatat sekitar 418 ribu unit, turun 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus anjlok tajam dari rekor penjualan global pada kuartal ketiga.

Lonjakan penjualan Tesla di kuartal ketiga terjadi karena konsumen Amerika berlomba membeli EV sebelum insentif pajak sebesar US$7.500 berakhir pada 1 Oktober. Namun, langkah tersebut diyakini hanya memajukan pembelian yang seharusnya terjadi di akhir tahun.

Tidak seperti produsen otomotif lain, Tesla tidak merinci penjualan berdasarkan wilayah dan hanya menyajikan angka global. Meski demikian, laporan perusahaan menunjukkan bahwa pasar Amerika Serikat menyumbang hampir setengah dari pendapatan Tesla. Laporan dari produsen otomotif lain juga diperkirakan akan menunjukkan pelemahan penjualan EV di AS pada tiga bulan terakhir 2025.

Tesla sempat mencatat pertumbuhan penjualan hampir 50% per tahun. Namun, pada 2024 perusahaan membukukan penurunan penjualan tahunan pertamanya, meski hanya sekitar 1%. Penurunan semakin tajam pada paruh pertama 2025 akibat persaingan ketat dari produsen EV lain seperti BYD dan merek otomotif global lama, serta reaksi negatif terhadap aktivitas politik Elon Musk yang memicu kekecewaan konsumen di Amerika dan Eropa.

Awal tahun lalu, ketika Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan dalam pemerintahan Donald Trump, aksi protes kerap terjadi di depan showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, ada laporan vandalisme terhadap mobil dan fasilitas Tesla.

Untuk menekan dampak berakhirnya insentif pajak, Tesla meluncurkan versi lebih murah dari Model 3 dan Model Y. Meski harganya sekitar US$5.000 lebih rendah, varian tersebut memiliki jarak tempuh lebih pendek dan fitur yang lebih terbatas dibandingkan versi premium.

Persaingan Agresif

Di sisi lain, BYD mencapai pencapaian ini di tengah persaingan sengit dan perang harga di pasar domestik China. Tekanan tersebut mendorong perusahaan berbasis di Shenzhen itu untuk memperluas ekspansi ke luar negeri, meskipun strategi harga murahnya memicu pengawasan ketat dan tarif baru di sejumlah pasar.

Pertumbuhan total penjualan BYD, termasuk EV dan mobil hibrida, melambat ke level terlemah dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun lalu, BYD menjual lebih dari 4,6 juta kendaraan, menegaskan tantangan besar di China, pasar otomotif terbesar dunia sekaligus basis utama penjualan BYD.

BYD juga melaporkan penurunan laba pada kuartal kedua dan ketiga 2025. Meski jumlah merek mobil di China menyusut dalam beberapa tahun terakhir, persaingan tetap ketat dengan sekitar 150 merek mobil dan lebih dari 50 produsen EV, menurut riset HSBC.

Pesaing seperti Geely, Leapmotor, dan Xiaomi yang baru meluncurkan EV pertamanya pada 2024 perlahan menggerus pangsa pasar domestik BYD. Pangsa pasar BYD turun dari puncak 35% pada 2023 menjadi 29% dalam 11 bulan pertama 2025. Pada periode yang sama, penjualan BYD turun lebih dari 5%, sementara Geely melonjak hampir 90%.

Pendiri dan CEO BYD, Wang Chuanfu, menyebut perlambatan penjualan domestik disebabkan berkurangnya keunggulan teknologi dan kurangnya diferensiasi produk. Namun, ia menegaskan BYD akan segera meluncurkan teknologi baru.

Sementara itu, saham Tesla (TSLA) naik 1,2% pada perdagangan awal Jumat dan ditutup menguat 18,6% sepanjang 2025. Investor tampak lebih fokus pada rencana Musk terkait armada robotaxi dan pengembangan robot humanoid, meskipun realisasi layanan robotaxi Tesla sejauh ini masih jauh dari janji awal dan baru beroperasi terbatas di Austin dan San Francisco.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
download intex firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: BYDcobisnis.comEVGlobalTesla

Related Posts

Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul untuk Masa Depan Sawit Berkelanjutan

Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul untuk Masa Depan Sawit Berkelanjutan

by Iwan Supriyatna
June 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Industri kelapa sawit Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga produktivitas secara berkelanjutan. Di tengah kebutuhan...

PLN Indonesia Power dan South Pole Perkokoh Sinergi Pengembangan Carbon Market dan Dekarbonisasi Berkelanjutan

PLN Indonesia Power dan South Pole Perkokoh Sinergi Pengembangan Carbon Market dan Dekarbonisasi Berkelanjutan

by Iwan Supriyatna
June 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  – PLN Indonesia Power menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) South Pole AG Nadia Kaddouri, beserta jajaran di...

IFG Life Kembali Jadi Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

IFG Life Kembali Jadi Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

by Rizki Meirino
June 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) kembali hadir sebagai Official Insurance Partner dalam ajang BTN Jakarta International...

Konflik Trump dan Republikan Memanas Jelang Pemilu Paruh Waktu 2026

Trump Sebut Negosiasi AS dan Iran Maju, Teheran Belum Ambil Keputusan Final

by Zahra Zahwa
June 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik yang...

Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

by Zahra Zahwa
June 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Tim nasional Meksiko mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Jadwal Opening Ceremony Piala Dunia 2026 dan Cara Nonton Siaran Langsung di Indonesia

Jadwal Opening Ceremony Piala Dunia 2026 dan Cara Nonton Siaran Langsung di Indonesia

June 11, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Diskon Listrik 50 Persen PLN Berlaku Lagi hingga 23 Juni 2026, Begini Cara Klaimnya

June 10, 2026
Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

June 11, 2026
Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Chandra Asri Group di Invirotech 202

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Chandra Asri Group di Invirotech 202

June 12, 2026
Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul untuk Masa Depan Sawit Berkelanjutan

Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul untuk Masa Depan Sawit Berkelanjutan

June 12, 2026
PLN Indonesia Power dan South Pole Perkokoh Sinergi Pengembangan Carbon Market dan Dekarbonisasi Berkelanjutan

PLN Indonesia Power dan South Pole Perkokoh Sinergi Pengembangan Carbon Market dan Dekarbonisasi Berkelanjutan

June 12, 2026
IFG Life Kembali Jadi Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

IFG Life Kembali Jadi Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

June 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved