• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 3, 2026
in Otomotif
0
Raja Mobil Listrik Dunia Berganti, Bukan Lagi Tesla

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia kini memiliki raja baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan gelar tersebut tidak lagi dipegang oleh Tesla. Produsen mobil listrik asal China, BYD, berhasil menyalip Tesla sebagai penjual EV terbesar di dunia berdasarkan data penjualan tahun 2025 yang dirilis pekan ini.

Pada 2011, CEO Tesla Elon Musk sempat meremehkan BYD dan menilai perusahaan tersebut bukan pesaing serius. Namun, sekitar 14 tahun kemudian, BYD justru mengalahkan pionir mobil listrik asal Amerika Serikat itu di arena global.

BYD mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menjual 2,26 juta unit EV sepanjang 2025, naik hampir 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Tesla melaporkan penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut. Pengiriman kendaraan Tesla turun 8,6% menjadi hanya 1,6 juta unit, mencatatkan penurunan tahunan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Keberhasilan BYD semakin mencolok karena mobil listriknya belum dijual di pasar Amerika Serikat, sementara China merupakan pasar terbesar kedua bagi Tesla. Pada kuartal keempat, penjualan Tesla tercatat sekitar 418 ribu unit, turun 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus anjlok tajam dari rekor penjualan global pada kuartal ketiga.

Lonjakan penjualan Tesla di kuartal ketiga terjadi karena konsumen Amerika berlomba membeli EV sebelum insentif pajak sebesar US$7.500 berakhir pada 1 Oktober. Namun, langkah tersebut diyakini hanya memajukan pembelian yang seharusnya terjadi di akhir tahun.

Tidak seperti produsen otomotif lain, Tesla tidak merinci penjualan berdasarkan wilayah dan hanya menyajikan angka global. Meski demikian, laporan perusahaan menunjukkan bahwa pasar Amerika Serikat menyumbang hampir setengah dari pendapatan Tesla. Laporan dari produsen otomotif lain juga diperkirakan akan menunjukkan pelemahan penjualan EV di AS pada tiga bulan terakhir 2025.

Tesla sempat mencatat pertumbuhan penjualan hampir 50% per tahun. Namun, pada 2024 perusahaan membukukan penurunan penjualan tahunan pertamanya, meski hanya sekitar 1%. Penurunan semakin tajam pada paruh pertama 2025 akibat persaingan ketat dari produsen EV lain seperti BYD dan merek otomotif global lama, serta reaksi negatif terhadap aktivitas politik Elon Musk yang memicu kekecewaan konsumen di Amerika dan Eropa.

Awal tahun lalu, ketika Musk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan dalam pemerintahan Donald Trump, aksi protes kerap terjadi di depan showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, ada laporan vandalisme terhadap mobil dan fasilitas Tesla.

Untuk menekan dampak berakhirnya insentif pajak, Tesla meluncurkan versi lebih murah dari Model 3 dan Model Y. Meski harganya sekitar US$5.000 lebih rendah, varian tersebut memiliki jarak tempuh lebih pendek dan fitur yang lebih terbatas dibandingkan versi premium.

Persaingan Agresif

Di sisi lain, BYD mencapai pencapaian ini di tengah persaingan sengit dan perang harga di pasar domestik China. Tekanan tersebut mendorong perusahaan berbasis di Shenzhen itu untuk memperluas ekspansi ke luar negeri, meskipun strategi harga murahnya memicu pengawasan ketat dan tarif baru di sejumlah pasar.

Pertumbuhan total penjualan BYD, termasuk EV dan mobil hibrida, melambat ke level terlemah dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun lalu, BYD menjual lebih dari 4,6 juta kendaraan, menegaskan tantangan besar di China, pasar otomotif terbesar dunia sekaligus basis utama penjualan BYD.

BYD juga melaporkan penurunan laba pada kuartal kedua dan ketiga 2025. Meski jumlah merek mobil di China menyusut dalam beberapa tahun terakhir, persaingan tetap ketat dengan sekitar 150 merek mobil dan lebih dari 50 produsen EV, menurut riset HSBC.

Pesaing seperti Geely, Leapmotor, dan Xiaomi yang baru meluncurkan EV pertamanya pada 2024 perlahan menggerus pangsa pasar domestik BYD. Pangsa pasar BYD turun dari puncak 35% pada 2023 menjadi 29% dalam 11 bulan pertama 2025. Pada periode yang sama, penjualan BYD turun lebih dari 5%, sementara Geely melonjak hampir 90%.

Pendiri dan CEO BYD, Wang Chuanfu, menyebut perlambatan penjualan domestik disebabkan berkurangnya keunggulan teknologi dan kurangnya diferensiasi produk. Namun, ia menegaskan BYD akan segera meluncurkan teknologi baru.

Sementara itu, saham Tesla (TSLA) naik 1,2% pada perdagangan awal Jumat dan ditutup menguat 18,6% sepanjang 2025. Investor tampak lebih fokus pada rencana Musk terkait armada robotaxi dan pengembangan robot humanoid, meskipun realisasi layanan robotaxi Tesla sejauh ini masih jauh dari janji awal dan baru beroperasi terbatas di Austin dan San Francisco.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
Tags: BYDcobisnis.comEVGlobalTesla

Related Posts

MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat...

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024...

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah kembali menerima setoran dana sebesar Rp13,2 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dana...

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah terus meningkatkan transparansi dalam penyaluran dana Bantuan...

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah informasi yang menyebut surat presiden (surpres) mengenai pergantian Panglima...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

YE Bagikan Momen Jakarta, Antusiasme Jelang Konser Makin Terasa

October 5, 2026
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

Desa Maju Prudential Dorong Sanitasi dan Lingkungan Sehat di Bogor

October 5, 2026
Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

September 27, 2026
MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

October 6, 2026
Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

October 6, 2026
Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

October 6, 2026
ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

October 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved