JAKARTA, Cobisnis.com – Situasi politik Venezuela kembali memanas setelah putra Presiden Nicolas Maduro menyerukan aksi massa menyusul penangkapan ayahnya oleh Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan melalui pesan audio yang beredar luas di media sosial dan ditujukan langsung kepada rakyat Venezuela.
Putra Maduro, Nicolas Maduro Guerra, menyatakan dirinya akan turun ke jalan bersama rakyat sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan asing. Ia menegaskan bahwa Venezuela tidak boleh terlihat lemah di tengah situasi krisis politik yang sedang berlangsung.
Penangkapan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dilakukan dalam operasi militer di Caracas dan berujung pada pemindahan sang presiden ke New York. Operasi ini disebut terkait dakwaan narkoterorisme yang telah dilayangkan otoritas AS sejak 2020.
Maduro Guerra, yang juga anggota Kongres Venezuela, menyebut bahwa perjuangan politik chavismo tidak akan berhenti meski pemimpinnya ditahan. Ia mengklaim gerakan tersebut tetap memiliki dukungan kuat di tingkat akar rumput.
Seruan ini langsung memicu respons di dalam negeri. Ribuan pendukung Maduro dilaporkan turun ke jalan di Caracas, membawa bendera nasional dan poster tuntutan pembebasan presiden mereka.
Aksi massa tersebut dikawal kelompok paramiliter pro-pemerintah dan komunitas pengendara motor yang selama ini dikenal loyal terhadap Maduro. Situasi berlangsung tegang namun relatif terkendali.
Di sisi lain, spekulasi tentang adanya pengkhianatan dari lingkaran dalam kekuasaan Maduro mulai mencuat. Maduro Guerra menyinggung bahwa sejarah akan mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penangkapan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyatakan penangkapan ini merupakan bagian dari penegakan hukum internasional terhadap kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan narkotika.
Langkah AS ini menuai kritik dari sejumlah negara Amerika Latin yang menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar kedaulatan negara dan memperburuk stabilitas kawasan.
Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdana di New York untuk mendengarkan dakwaan resmi, sementara situasi politik Venezuela diperkirakan masih akan terus bergejolak dalam waktu dekat.














