JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi tukar guling dalam rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Danantara.
Skema yang dibahas adalah menukar PNM dengan PT Geo Dipa Energi (Persero), perusahaan yang selama ini berada di bawah Kementerian Keuangan. Namun, rencana ini masih dalam tahap diskusi dan belum mencapai kesepakatan final.
Purbaya menyebut opsi tersebut muncul dalam pembicaraan bersama Danantara. Ia menegaskan bahwa semua kemungkinan masih terbuka dan terus dikaji secara mendalam.
Geo Dipa selama ini berfungsi sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kemenkeu. Perusahaan ini fokus pada pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Jika skema berjalan, Geo Dipa akan dikelola oleh Danantara sebagai BUMN. Sementara itu, PNM akan dialihkan menjadi badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah ingin menjadikan PNM sebagai lembaga utama dalam distribusi pembiayaan bagi UMKM.
Ke depan, PNM direncanakan bertransformasi menjadi bank khusus UMKM. Bank ini akan difokuskan untuk mendukung pembiayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengejar keuntungan.
Purbaya menegaskan bahwa model bisnis PNM tidak akan seperti bank komersial pada umumnya. Orientasi utamanya adalah membantu pelaku usaha kecil dengan bunga yang lebih terjangkau.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap pembiayaan KUR bisa lebih efektif. Selama ini, penyaluran KUR dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.
Transformasi PNM juga akan diiringi dengan pembangunan ekosistem pembiayaan yang lebih terintegrasi. Hal ini penting agar UMKM tidak hanya mendapat akses dana, tetapi juga pendampingan usaha.
Rencana ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan pembahasan lintas lembaga. Keputusan akhir akan mempertimbangkan dampak ekonomi dan keberlanjutan program.
Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah memperkuat peran negara dalam pembiayaan sektor produktif. Fokus utamanya tetap pada peningkatan daya saing UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.













