JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,45 persen. Angka ini berada di bawah target awal sebesar 5,7 persen yang sebelumnya disampaikan pemerintah.
Meski meleset dari janji, Purbaya menilai capaian tersebut masih tergolong positif. Pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan beberapa kuartal sebelumnya.
Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, sebelum kembali melambat ke level 5,04 persen di kuartal III.
Dengan proyeksi 5,45 persen di kuartal IV, tren pertumbuhan ekonomi dinilai kembali menguat menjelang akhir tahun. Hal ini menjadi sinyal stabilisasi di tengah tekanan global.
Purbaya menyebut kondisi ekonomi domestik sepanjang 2025 relatif terjaga. Salah satu indikatornya adalah inflasi yang berada di level 2,9 persen pada Desember 2025.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menyentuh level 16.475 per dolar AS secara year to date. Kendati demikian, pemerintah menilai stabilitas makroekonomi masih cukup terkendali.
Menurut Purbaya, kombinasi antara inflasi yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi nasional.
Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan perbaikan kebijakan agar pertumbuhan ekonomi ke depan bisa lebih optimal dan merata.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen, dengan asumsi realisasi kuartal IV sesuai proyeksi 5,45 persen.
Sebelumnya, Purbaya sempat optimistis ekonomi kuartal IV dapat menembus kisaran 5,6 hingga 5,7 persen, seiring berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah.














