• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Punya Daya Tahan Tubuh Lebih Baik, Bukan Berarti Kelompok Muda Kebal Covid-19

Fathi by Fathi
March 22, 2020
in Sport
0
Punya Daya Tahan Tubuh Lebih Baik, Bukan Berarti Kelompok Muda Kebal Covid-19

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19 (Foto: Dokumentasi Setkab)

Cobisnis.com – Kelompok muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik ketimbang usia lebih lanjut. Namun, itu bukan berarti kelompok muda tidak dapat tekena virus Corona atau Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto.

“Inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor cepatnya penyebaran, karena kita terkena tanpa gejala dan kemudian tidak melakukan isolasi diri. Problem inilah yang kemudian menjadi hal yang mendasar sehingga sebaran bisa menjadi semakin cepat,” ujar Yuri, seperti dilansir Cobisnis dari laman resmi Setkab.go.id, Sabtu 21 Maret 2020.

Apabila ini menular ke saudara-saudara yang usianya lebih tua dan rawan, lanjut Yuri, maka ini akan menjadi permasalahan yang serius untuk keluarga.

Meskipun masih merasa muda, masih merasa kuat, lanjut Yuri, perhatikan betul bahwa masing-masing bisa menjadi salah satu sumber penyebaran di dalam keluarga.

Baca Juga: Ini Cara Kemenkop dan UKM Cegah Penyebaran Virus Corona untuk Pegawai

Untuk itu, Yuri meminta untuk patuhi benar imbauan dari pemerintah untuk lebih banyak di rumah, patuhi betul untuk kemudian semaksimal mungkin tidak keluar dari rumah, yang menjadi penting dalam kaitan dengan pencegahan.

Pemerintah, lanjut Yuri, secara bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk mencoba melakukan pengendalian terhadap sebaran ini dan beberapa saat lalu sudah muncul kebijakan untuk melaksanakan pemeriksaan cepat, rapid test.

“Ini sudah kita laksanakan sejak kemarin sore di beberapa kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Kita akan melakukan ini secara luas di seluruh Indonesia pada kelompok yang berisiko,” ujarnya.

Rapid test, pemeriksaan cepat, akan disinergikan dengan kegiatan tracing pada kasus yang positif, sebagai contoh keluarga kasus positif yang dirawat di rumah sakit didatangi ke rumahnya dan seluruh yang ada di rumah tersebut dilakukan tes.

“Demikian juga nanti akan kita lakukan pelacakan di tempat kerjanya. Inilah yang dilakukan di dalam kaitan dengan pemeriksaan cepat terkait juga dilakukan dengan screening ini,” imbuh Yuri.

Baca Juga: Anies Baswedan Serukan Penghentian Kegiatan Perkantoran di Jakarta Selama 14 Hari

Tujuannya, sambung Yuri, adalah sesegera mungkin menemukan kasus-kasus positif dan kemudian melakukan isolasi di tengah masyarakat supaya tidak menjadi penyebaran baru.

Hasil negatif dari rapid test, menurut Yuri, tidak memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak sedang sakit, bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang sudah terinfeksi virus ini tetapi respons serologi, respons imunitasnya belum muncul.

“Ini sering terjadi pada infeksi yang masih berada di bawah 7 hari atau 6 hari, hasilnya pasti akan negatif. Oleh karena itu, ini akan diulang lagi untuk 6 hari atau 7 hari kemudian dengan pemeriksaan yang sama,” jelasnya.

Siapapun, sambung Yuri, meskipun di dalam pemeriksaannya negatif, tidak kemudian merasa dirinya sehat, tetap harus melaksanakan pembatasan, mengatur jarak dalam konteks berkomunikasi secara sosial.

“Oleh karena itu, pahami betul bahwa hasil negatif tidak memberikan garansi bahwa tidak sedang terinfeksi Covid-19. Ini yang harus kita mengerti bersama,” imbuhnya.

Menurut Yuri, kebijakan terkait dengan mengatur, menjaga jarak, mengurangi aktivitas di luar, menghindari kerumunan, dan sebagainya, tetap menjadi pilihan yang pertama.

“Kemudian hasil positif pun juga akan kita tindak lanjuti, karena belum tentu hasil yang positif ini membutuhkan rawatan di rumah sakit. Prinsipnya adalah isolasi,” ungkap Yuri.

Isolasi yang dikenal, menurut Yuri, adalah isolasi perorangan, karantina perorangan, dan bisa juga dilaksanakan karantina rumah sakit manakala memang ada penyakit yang mengikuti atau ada keluhan-keluhan yang mengikuti yang membutuhkan layanan rawatan rumah sakit.

“Sekalipun hasilnya negatif tidak boleh menganggap bahwa dirinya betul-betul sehat dan terbebas dari Coronavirus Disease-19. Bisa saja kalau saat ini negatif, dengan ketidakhati-hatian bisa saja tertular orang lain yang positif,” jelasnya.

Berikutnya, lanjut Yuri, pemerintah juga sudah mulai mendatangkan obat yang secara evidence based, secara pengalaman, digunakan oleh negara yang lain dan memberikan respons yang positif.

“Ini adalah obat yang akan segera kita datangkan. Dan salah satu obat itu sudah akrab kita ketahui, yang kita sebut namanya klorokuin. Sekali lagi, klorokuin obat, digunakan untuk penyembuhan, bukan untuk pencegahan,” katanya.

Tidak perlu masyarakat menyimpan, membeli, dan menyimpannya klorokuin, sambung Yuri, karena ini obat keras yang hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.

“Kami mohon tidak ada persepsi yang salah yang menganggap bahwa klorokuin adalah obat untuk mencegah infeksi Covid-19. Sehingga masyarakat tidak perlu berbondong-bondong untuk membeli dan menyimpannya di rumah karena ini adalah obat yang diberikan melalui resep dokter dan tentunya dengan pengawasan tenaga kesehatan,” Yuri menekankan.

Baca Juga: Update 21 Maret 2020: Total 450 Positif Covid-19, 38 Meninggal Dunia, dan 20 Sembuh

Strategi yang sudah ditetapkan akan tetap commit dijalankan, yaitu pertama pahami dan laksanakan dengan baik bagaimana mengatur jarak pada saat berinteraksi sosial bersama masyarakat yang lain.

“Di rumah saja, ini yang paling penting. Kurangi frekuensi untuk ketemu dengan orang lain dan kemudian jaga jarak, meskipun itu di dalam rumah. Ini yang pertama,” imbuhnya.

Kedua, menurut Yuri, yakinlah bahwa prosedur isolasi sendiri di rumah, karantina di rumah, tidak memutuskan dengan jejaring untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang penyakit ini, sudah banyak unicorn yang disiapkan.

“Ada Call Center di 119 ext 9. Banyak unicorn yang kemudian bisa kita gunakan untuk berkonsultasi, di antaranya adalah Halodoc, Sehatpedia, dan Go-jek. Kita menyiapkan banyak sekali ruang bagi saudara-saudara sekalian untuk bisa melaksanakan konsultasi seputar penyakit ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan bahwa Pemerintah juga menyiapkan penambahan tempat tidur bagi penderita Covid-19 yang memang terindikasi membutuhkan karantina rumah sakit dan layanan medis rumah sakit.

“Kita tahu bersama beberapa rumah sakit sudah didedikasikan khusus untuk melakukan rawatan Covid-19, baik itu rumah sakit pemerintah, rumah sakit BUMN, maupun rumah sakit swasta yang sudah berkomitmen untuk bersama-sama menangani permasalahan ini,” kata Yuri.

Tidak berapa lama lagi, lanjut Yuri, juga dari sektor swasta akan memberikan sumbangsihnya berupa penggunaan hotel yang seluruhnya nanti akan digunakan sebagai ruang isolasi rumah sakit untuk penanganan Covid-19, dan Pemerintah juga sudah menyiapkan Wisma Atlet yang bisa digunakan untuk itu.

“Sudah barang tentu langkah yang dilakukan pemerintah pusat ini juga akan diikuti oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, yakinlah bahwa pemerintah bekerja, yakinlah bahwa pemerintah betul-betul menyiapkan semua sarana, semua kapasitasnya, sepenuhnya untuk penanggulangan penyakit ini,” sambungnya.

Tujuannya sama, menurut Yuri, yaitu SDM kita yang sehat dan ini menjadi kunci yang paling penting. Semua, sambung Yuri, sudah diupayakan, bahkan Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan masker bedah sebanyak 12 juta lebih, kemudian masker N95 lebih dari 81 ribu, distribusi tetap mengacu pada sistem, dan akan didorong ke dinas kesehatan provinsi.

“Silakan end user (rumah sakit, klinik, dan sebagainya) yang membutuhkan ini mengajukan melalui dinas kesehatan provinsi. Komitmen kita sudah kuat untuk ini dan kita pastikan bahwa masker ini sudah akan bisa kita gunakan bersama,” pungkas Yuri.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: Cobisniscobisnis & bisniscovid-19virus corona

Related Posts

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala Satuan Pelayanan...

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi,...

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan. Indonesia National Air Carriers Association...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

September 7, 2026
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan berstatus Level III Siaga. Pakar menjelaskan apakah aktivitas vulkanik dapat memicu gempa megathrust Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Picu Megathrust?

September 7, 2026
RI Berada di Ring of Fire, Puan Dorong Antisipasi Bencana

RI Berada di Ring of Fire, Puan Dorong Antisipasi Bencana

September 8, 2026
Bayern Munich belum memastikan masa depan Michael Olise setelah musim ini, sementara Real Madrid disebut tertarik memboyong winger Prancis tersebut.

Bayern Munich Ragu Pertahankan Michael Olise

September 8, 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.

Bandara Soetta Sudah Dibuka, Cek Jadwal Terbaru

September 8, 2026
Hearts2Hearts

Hearts2Hearts Rilis Moonride Bareng Kia

September 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved