JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden FIFA Gianni Infantino berada dalam posisi sulit setelah sejumlah orang di lingkaran elite FIFA menyampaikan pandangan yang berseberangan dengannya. Situasi tersebut mencuat setelah kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia.
Infantino sebelumnya resmi membatalkan proposal penjualan saham tersebut. Namun, keputusan itu belum menghentikan kritik dari sejumlah pejabat penting di tubuh FIFA.
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Graftstrom bahkan mengirim pesan kepada staf internal setelah situasi di organisasi tersebut memanas. Ia meminta seluruh staf tetap fokus menjalankan tugas dan mematuhi Statuta FIFA serta peraturan yang berlaku.
Graftstrom juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme setelah FIFA melewati periode yang disebutnya tidak stabil. Ia menekankan pelayanan terhadap sepak bola dan 211 asosiasi anggota FIFA sebagai prioritas.
Sementara itu, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengaku tidak mengetahui proposal tersebut sebelumnya. Mantan pelatih Arsenal itu menyebut dirinya baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan media.
Wenger juga menyatakan pembatalan proyek tersebut merupakan keputusan yang diperlukan. Ia menegaskan pentingnya FIFA yang independen serta menjalankan organisasi dengan komitmen, transparansi, dan integritas.
Tekanan terhadap Infantino juga datang dari Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour. Ia menyebut staf FIFA telah dibohongi dan menggambarkan proposal penjualan saham Piala Dunia sebagai keputusan yang dikerjakan oleh satu orang.
Sebelumnya, penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, telah mengundurkan diri dari jabatannya. Cordeiro juga menyebut rencana tersebut sebagai kesepakatan buruk untuk sepak bola.
Situasi tersebut kemudian berkembang menjelang pemilihan Presiden FIFA periode 2027 sampai 2031. Sejumlah asosiasi anggota FIFA dalam beberapa hari terakhir disebut memutuskan tidak mendukung Infantino untuk kembali mencalonkan diri.
Meski menghadapi tekanan dari sejumlah pihak, Infantino masih memiliki dukungan dari beberapa anggota FIFA. PSSI dan Erick Thohir termasuk pihak yang disebut masih memberikan dukungan kepada Infantino.
Persoalan ini membuat posisi Infantino menjadi sorotan di tengah persiapan menuju pemilihan presiden FIFA berikutnya. Pembatalan rencana penjualan saham Piala Dunia juga belum sepenuhnya meredakan perbedaan pandangan di antara elite organisasi sepak bola dunia tersebut.













