JAKARTA, Cobisnis.com – Imbas dari kerusuhan dari aksi protes di Prancis pada akhir pekan lalu, pemerintah Prancis mulai mempertimbangkan pemberlakuan jam malam tambahan di sejumlah wilayah.
Aksi protes tersebut menyebabkan lebih dari 2.500 orang ditahan.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu pada Selasa (20/10/2026).mengatakan pembatasan jam malam yang diberlakukan secara terbatas telah membantu meredakan situasi sepanjang malam.
Dalam pernyataan melalui platform media X, Lecornu menyebut pembatasan tersebut berkontribusi dalam menciptakan ketenangan dan mengatakan langkah serupa dapat diumumkan kembali pada Selasa malam di wilayah yang dinilai membutuhkannya.
Dilansir dari anadolu, dia menjelaskan bahwa keputusan pemberlakuan jam malam akan diambil oleh pejabat pemerintah daerah setingkat melalui koordinasi dengan para wali kota.
Jam malam terbatas sebelumnya mulai diberlakukan pada Senin malam di sejumlah wilayah, termasuk Paris dan Lyon.
Sumber kepolisian dan gendarmerie Prancis melaporkan bahwa situasi sepanjang malam secara umum berlangsung tenang, meskipun sejumlah insiden masih terjadi selama demonstrasi di Martinik.
Menurut Menteri Kehakiman Prancis Gerald Darmanin mengatakan sebanyak 2.513 orang telah ditahan, 67 orang dipenjara, dan puluhan penyelidikan hukum dibuka menyusul kerusuhan pada akhir pekan lalu.
Dalam wawancara dengan CNews-Europe 1, Darmanin menilai pemberlakuan keadaan darurat tidak diperlukan karena pemerintah masih dapat memulihkan ketertiban melalui tindakan tegas tanpa harus membatasi kebebasan individu seluruh masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet mendesak pemerintah untuk menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa, dengan menekankan bahwa ratusan ribu orang telah menyampaikan aspirasi mereka secara damai.
Dia mengingatkan agar persoalan keamanan dan penanganan demonstrasi tidak mengalihkan perhatian dari perdebatan mengenai anggaran negara serta keluhan yang disampaikan para pengunjuk rasa.
Di sisi lain, Presiden Federasi Pengusaha Prancis (Medef) Patrick Martin menuding pemerintah gagal menjaga ketertiban, dengan merujuk pada perkiraan awal pemerintah yang menunjukkan sedikitnya 3.000 pelaku usaha terdampak kerusuhan.
Menteri Ekonomi Prancis Roland Lescure mengungapkan bahwa pemerintah akan mengumumkan langkah-langkah bantuan bagi para pedagang dan pelaku usaha kerajinan yang terdampak agar mereka dapat segera kembali menjalankan kegiatan usahanya.













