• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pfizer Gugat Metsera dan Novo Nordisk Atas Tawaran Akuisisi Obat Obesitas

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 1, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pfizer Gugat Metsera dan Novo Nordisk Atas Tawaran Akuisisi Obat Obesitas

JAKARTA, Cobisnis.com – Pfizer mengajukan gugatan terhadap Metsera dan Novo Nordisk, dengan tuduhan bahwa Metsera melanggar kewajiban dalam perjanjian merger setelah menyatakan tawaran senilai 8,5 miliar dolar AS dari Novo Nordisk sebagai penawaran yang lebih baik.

Pfizer meminta pengadilan Delaware untuk mengeluarkan perintah penahanan sementara agar Metsera tidak dapat membatalkan kesepakatan tersebut. Metsera memberi batas waktu hingga Selasa bagi Pfizer untuk menaikkan tawarannya, sementara Pfizer menginginkan rapat pemegang saham tetap dilaksanakan pada 13 November. Gugatan ini diajukan setelah Pfizer menerima persetujuan awal dari Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) terkait rencana akuisisi Metsera senilai 7,3 miliar dolar AS. FTC memberikan persetujuan lebih cepat dari tenggat waktu 7 November.

“Gugatan Pfizer terhadap Novo Nordisk tidak berdasar, dan kami akan membela diri dengan tegas di pengadilan,” ujar juru bicara Novo Nordisk.
Metsera dalam pernyataannya menyebut bahwa pihaknya tidak sependapat dengan tuduhan Pfizer dan akan menanggapinya di pengadilan.

PERSAINGAN AKUISISI SEJAK AWAL 2024

Persaingan antara Pfizer dan Novo Nordisk untuk mengakuisisi Metsera bermula sejak awal 2024. Kedua perusahaan telah melakukan pembicaraan dengan Metsera, yang dikenal mengembangkan terapi eksperimental untuk penurunan berat badan. Novo Nordisk pembuat Wegovy dan Ozempicberusaha merebut kembali pangsa pasar obat obesitas setelah kalah bersaing dari Eli Lilly.

Sementara itu, Pfizer yang belum memiliki produk penurun berat badan, berharap akuisisi Metsera dapat membantunya masuk ke pasar obat obesitas global senilai 150 miliar dolar AS serta mengimbangi penurunan pendapatan dari produk COVID dan potensi kedaluwarsa paten.

Pfizer menuduh tawaran Novo merupakan upaya ilegal dari pemain dominan untuk menekan kompetisi di pasar obat obesitas yang berkembang pesat.

Menurut gugatan, Novo mengajukan penawaran pertamanya pada 23 Januari 2025 senilai 2 miliar dolar AS, namun ditolak oleh dewan Metsera karena dianggap terlalu rendah dan berisiko tinggi secara regulasi. Pfizer kemudian masuk dengan penawaran awal 30 dolar per saham pada 2 Juni, yang diikuti beberapa peningkatan nilai tawaran. Meskipun dewan Metsera menolak, negosiasi dengan Pfizer terus berlanjut.

Pada September, kedua pihak kembali mengajukan proposal revisi. Pfizer menilai tawaran terakhir Novo pada 20 September yang melibatkan struktur saham non-voting dan dividen sebagai terlalu berisiko.

ISU ANTITRUST DAN KEPEMILIKAN ASING.

Sebelum Novo secara resmi memperbarui tawarannya pada 25 Oktober, Pfizer menuduh bahwa kedua pihak telah menyiapkan transaksi secara diam-diam. Dalam gugatan disebutkan bahwa perwakilan Novo telah menjalin komunikasi dengan pejabat pemerintah mengenai isu regulasi, yang menunjukkan adanya koordinasi awal.

Selain itu, firma hukum utama Metsera disebut meminta pengabaian konflik kepentingan dari Pfizer beberapa hari sebelum tawaran Novo diajukan, meskipun sebelumnya tidak pernah ada indikasi konflik selama negosiasi. Pfizer menilai hal ini menunjukkan pembicaraan telah berlangsung sebelum penawaran dipublikasikan, sehingga berpotensi melanggar klausul non-solicitation dalam perjanjian merger.

Pfizer menekankan posisinya sebagai perusahaan Amerika Serikat, sementara Novo Nordisk disebut sebagai pesaing asing. Dalam surat kepada Metsera, pengacara Pfizer menulis bahwa kesepakatan dengan Novo Nordisk “mungkin akan menarik perhatian CFIUS,” yaitu badan pemerintah AS yang meninjau investasi asing di Amerika Serikat.

Pfizer meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa tawaran Novo Nordisk bukan merupakan penawaran yang lebih baik sesuai perjanjian merger, serta menuntut ganti rugi dan langkah hukum tambahan untuk mencegah transaksi tersebut.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comObatObesitasPfizer

Related Posts

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan memberikan pernyataan kepada publik pada Minggu (18/10/2026) pukul 18.00 GMT. Pidato tersebut...

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Demonstrasi besar-besaran untuk memprotes tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, berujung kerusuhan. Sejumlah toko bermerek mewah menjadi...

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada...

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

Jalan Cepat vs Jalan Santai, Mana yang Lebih Banyak Membakar Kalori?

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan membantu membakar kalori....

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

by Hidayat Taufik
October 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan proporsi panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik. Laporan perusahaan keamanan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi Hujan, Simak Prakiraan BMKG

October 18, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

October 18, 2026
Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

Kerusuhan di Prancis, Balai Kota Limoges Dibakar Massa

October 18, 2026
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi

Iran Siap Berdialog jika Ada Jaminan Keamanan, Tak Ada Serangan Terulang

October 19, 2026
Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

Demo Ricuh Guncang Prancis, Macron Segera Bertemu Para Menteri

October 18, 2026
WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

October 18, 2026
Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

Penjarahan dan Pembakaran Meluas di Prancis, 1.800 Orang Ditangkap

October 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved