JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah perusahaan di China punya cara unik menangani karyawan yang burnout: memberikan cuti khusus bagi mereka yang sedang “bad mood”.
Yu Donglai, pendiri perusahaan Pang Dong Lai, mengumumkan kebijakan ini yang memungkinkan karyawan mengambil hingga 10 hari cuti dalam setahun hanya untuk alasan mental atau emosional, tanpa perlu penjelasan atau penalti.
Langkah ini menekankan pentingnya kesehatan mental karyawan di atas sekadar produktivitas. Bos Yu menyebut, kesejahteraan psikologis karyawan adalah fondasi agar perusahaan tetap kreatif dan inovatif.
Selain cuti bad mood, perusahaan ini juga menetapkan jam kerja hanya 7 jam per hari, libur akhir pekan, dan total 40 hari cuti tahunan. Kebijakan ini dianggap lebih fleksibel dibanding standar kerja di banyak perusahaan China.
“Kami ingin karyawan bisa jujur pada perasaan mereka. Kalau sedang nggak mood, mereka bisa istirahat tanpa merasa bersalah atau takut kehilangan haknya,” ujar Yu Donglai dalam wawancara lokal.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap burnout dan kesehatan mental di tempat kerja. Studi terbaru menunjukkan hampir 60% pekerja di China melaporkan stres tinggi akibat pekerjaan.
Para pakar manajemen menyambut baik kebijakan ini, menilai bahwa istirahat mental yang cukup bisa meningkatkan produktivitas jangka panjang, kreativitas, dan loyalitas karyawan.
Langkah ini juga bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain di Asia dan dunia, yang sering menekankan jam kerja panjang sebagai tolok ukur kesuksesan.
Selain itu, fleksibilitas seperti ini dipandang penting untuk menarik talenta muda yang semakin menekankan work-life balance saat memilih perusahaan.
Perusahaan Yu Donglai menegaskan, meski cuti bad mood diberikan, karyawan tetap bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. “Kesehatan mental bukan alasan untuk menunda tugas, tapi agar bisa bekerja lebih optimal saat kembali,” tambahnya.
Kebijakan ini jadi bukti bahwa perusahaan mulai memahami bahwa produktivitas terbaik lahir dari karyawan yang sehat, seimbang, dan merasa dihargai.














