JAKARTA, Cobisnis.com – Golden Globes 2026 menjadi malam yang berkesan bagi industri hiburan, dengan deretan kemenangan perdana, kejutan kategori, hingga minimnya nuansa politik yang biasanya mewarnai ajang penghargaan bergengsi tersebut.
Menjelang akhir acara, Julia Roberts menyebut malam itu sebagai “malam yang indah untuk menjadi seorang seniman.” Pernyataan tersebut terasa tepat, karena sepanjang acara, sorotan benar-benar tertuju pada karya dan pencapaian para insan perfilman dan televisi, tanpa banyak gangguan isu dunia luar.
Menurut penyelenggara, malam Golden Globes 2026 mencatat sejarah dengan 11 aktor dan satu sutradara yang meraih piala Golden Globe pertama mereka.
Langkah Besar Paul Thomas Anderson
Salah satu sorotan utama malam itu adalah kemenangan besar film One Battle After Another karya Paul Thomas Anderson. Film tersebut membawa pulang empat penghargaan, termasuk Film Musikal atau Komedi Terbaik serta Aktris Pendukung Terbaik untuk Teyana Taylor.
Paul Thomas Anderson juga meraih dua penghargaan individu, yakni Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik. Ini menjadi kemenangan Golden Globe pertama bagi Anderson, yang sebelumnya dikenal lewat film-film ternama seperti There Will Be Blood, Boogie Nights, dan Magnolia, serta nominasi skenario Licorice Pizza pada 2021.
Dengan total 11 nominasi Oscar sepanjang kariernya, kemenangan ini memunculkan spekulasi bahwa 2026 bisa menjadi tahun Anderson akhirnya membawa pulang Piala Oscar. Antusiasme di dalam ruangan pun terasa jelas, dengan Anderson secara terbuka menunjukkan kegembiraannya saat menerima penghargaan.
Film One Battle After Another sendiri dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai mantan revolusioner yang harus berhadapan dengan kekuatan jahat yang dipimpin karakter kolonel menyeramkan yang diperankan Sean Penn. Film ini juga menampilkan Chase Infiniti dan Benicio del Toro, serta masuk nominasi Musik Orisinal Terbaik.
Polemik Kategori Kembali Jadi Sorotan
Namun, kemenangan film tersebut juga memicu perdebatan lama soal kategorisasi di Golden Globes. Banyak pihak mempertanyakan penempatan One Battle After Another yang bernuansa thriller politik dalam kategori musikal atau komedi.
Kebingungan kategori ini bahkan dijadikan bahan candaan oleh presenter Judd Apatow, yang mengingat kembali pengalamannya pada 2015 saat The Martian mengalahkan film komedinya Trainwreck di kategori yang sama. Tahun ini, aktris Rose Byrne juga menyindir sistem kategori saat menerima penghargaan, dengan mengatakan bahwa dirinya “tidak bernyanyi” dalam film yang justru masuk kategori musikal atau komedi.
Meski demikian, kategori Pencapaian Box Office yang sempat menuai kritik justru dinilai berjalan sesuai tujuan, dengan film Sinners keluar sebagai pemenang.
Minim Nuansa Politik
Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, Golden Globes 2026 relatif minim muatan politik. Monolog pembawa acara Nikki Glaser bahkan menegaskan dengan nada bercanda bahwa ajang tersebut adalah “hal terpenting yang terjadi di dunia saat ini.”
Sebagian besar pemenang memilih mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan rekan kerja, alih-alih menyinggung isu global. Meski begitu, di karpet merah sejumlah selebritas seperti Mark Ruffalo dan Jean Smart terlihat mengenakan pin “Be Good” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan di Amerika Serikat.
Jean Smart, yang meraih Aktris Terbaik Musikal atau Komedi, kemudian menyatakan bahwa ia memahami tidak semua orang ingin mendengar pandangan politik selebritas, namun tetap merasa penting untuk menunjukkan empati dan kepedulian.














