• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, July 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Perjuangan Panjang Reog Ponorogo di Panggung Dunia Terancam Diakui Negara Lain, dan Tidak Diprioritaskan di Negeri Sendiri

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
April 23, 2022
in Humaniora
0
Perjuangan Panjang Reog Ponorogo di Panggung Dunia Terancam Diakui Negara Lain, dan Tidak Diprioritaskan di Negeri Sendiri

JAKARTA,Cobisnis.com – Jalan panjang perjuangan Reog Ponorogo agar diakui dunia sebagai kesenian dan kebudayaan asli Indonesia terus berlanjut. Sejumlah kelompok Seni Reog Ponorogo menggelar aksi di Patung Kuda Jakarta, Jumat (22/04), agar Reog Ponorogo menjadi prioritas yang diusulkan Indonesia dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO siklus tahun 2022/2023.

Aksi yang yang berlangsung damai ini, mewakili sejumlah Penggiat dan Pecinta Seni Reog Ponorogo, yang telah melakukan aksi serupa di berbagai kota sejak beberapa waktu lalu. Kemunculan aksi tersebut dipicu oleh pernyataan dari Pejabat di Ditjen Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang disampaikan pada 7 April 2022 tentang hasil pengumuman prioritas pengusulan WBTb dalam daftar ICH-UNESCO untuk siklus tahun 2022/2023.

“Ini bukan demo, ini adalah solidaritas. Mudah-mudahan Reog bisa diakui UNESCO, karena Reog ini bukan sembarang seni budaya. Reog adalah budaya luhur dari Ponorogo, yang sudah dikenal di tingkat internasional,” kata salah satu Pimpinan PAWARGO, yang ditemui dalam aksi tersebut.

Pada tanggal 11 April 2022, Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun telah mengirimkan Nota Protes Hasil Pengumuman Prioritas Pengusulan WBTb dalam daftar ICH-UNESCO yang ditandatangani oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

Nota tersebut mempertanyakan transparansi dan obyektifitas dalam proses dan pengumuman prioritas pengusulan WBTb untuk siklus tahun 2022/2023. Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengharapkan, Menteri Nadiem bisa memberikan penjelasan secara transparan dan secara formal melalui berita acara tertulis, tentang kriteria penilaian, hasil rekomendasi tentang urutan prioritas yang telah ditandatangani oleh Fasilitator ICH-UNESCO, dan hasil penilaian dari Tim Penilai (Assesor).

Perjuangan para Seniman dan Penggiat seni budaya Reog Ponorogo inipun beralasan sangat kuat, karena WBTb UNESCO memang memprioritaskan seni yang perlu diselamatkan (Urgent Safeguarding). Tidak hanya untuk mengklaim bahwa kesenian Reog Ponorogo adalah asli Indonesia, lebih dari itu adalah sebagai upaya mendorong pelestarian Reog sebagai budaya luhur asli Indonesia.

Hal ini menjadi penting, karena selama masa pandemi Covid-19, berbagai kegiatan dan gelaran Reog Ponorogo menurun drastis dan nyaris tidak bisa dilakukan acara, atau kalaupun ada sedikit gelaran namun dilakukan sangat terbatas, sehingga sangat berdampak kepada kehidupan para Seniman dan kelangsungan pentas Reog. Kondisi ini mengakibatkan banyak Seniman yang untuk bertahan hidup terpaksa harus meninggalkan seni Reog dan mencari penghidupan yang lain, sehingga mengancam keberlangsungan dan keberadaan Reog Ponorogo.

Reog Ponorogo adalah seni budaya asli Indonesia, dengan sejarah panjang yang mengakar kuat dalam denyut nadi para Seniman Penggiat Reog, dan sudah dikenal luas di seluruh Indonesia dan di berbagai belahan dunia. Namun demikian, Seni Reog pernah harus menghadapi ancaman akan di-klaim sebagai budaya oleh negara lain, sehingga sungguh ironis kalau di dalam negeri sendiri malah tidak memprioritaskan untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya.

“Kita sudah banyak mendorong regenerasi untuk adik-adik kita, supaya menjadi penerus pelaku seni. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, sangat terbatasnya acara gelaran Reog mengakibatkan sulitnya mengharapkan generasi penerus tetap mengandalkan hidupnya dari kesenian ini. Karena itu perlu didukung upaya melestarikan Reog dengan memprioritaskan untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” kata Sekretaris Umum Paguyuban Sedulur Warok TNI Polri dan Putu Warok Ponorogo.

Kuatnya gelombang dukungan ini memiliki alasan yang sangat kuat. Keberadaan Seni Reog Ponorogo sudah ada sejak masa Kerajaan Kediri pada abad XI. Hal ini terkait dengan cerita prosesi lamaran Prabu Kelana Sewandana dari Kerajaan Wengker kepada Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Legenda ini dianggap sebagai versi sejarah tertua dari Reog Ponorogo.

Saat ini diperkirakan terdapat 367 komunitas Reog Ponorogo di Kabupaten Ponorogo dan lebih dari 167 grup Reog Ponorogo yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga terdapat grup Reog Ponorogo yang tersebar di berbagai negara, paling tidak ada 6 negara yang cukup aktif kegiatannya yakni Amerika, Belanda, Korea, Jepang, Hongkong, serta Malaysia.

Penyebaran Seni Reog ke luar Kabupaten Ponorogo dan bahkan ke luar negeri, semakin menunjukkan betapa seni budaya Reog sangat bisa diterima oleh masyarakat yang berbeda, namun di sisi lain juga menunjukkan semakin perlunya untuk mendorong, mengusulkan dan memprioritaskan Reog Ponorogo diakui di UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang mencerminkan nilai luhur budaya Indonesia.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
Tags: budaya indonesiacobisnis.comReog PonorogoUNESCO

Related Posts

Menpar Usulkan Pokja Lintas Kementerian untuk Percepat Infrastruktur Bali

6 Kebiasaan Atlet Elite di Hari Istirahat yang Bisa Ditiru Sehari-hari

by Desti Dwi Natasya
July 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak orang mengira performa atlet elite hanya ditentukan oleh latihan berat dan pertandingan. Padahal, menurut Vice President...

Sidang Kabinet, Prabowo Sampaikan Pesan Tegas: Kekuasaan Tak Akan Abadi

Sidang Kabinet, Prabowo Sampaikan Pesan Tegas: Kekuasaan Tak Akan Abadi

by Hidayat Taufik
July 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih bahwa tidak...

Meski Kalah dari Spanyol, Presiden Javier Milei Tetapkan Hari Libur Nasional di Argentina

Meski Kalah dari Spanyol, Presiden Javier Milei Tetapkan Hari Libur Nasional di Argentina

by Hidayat Taufik
July 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Argentina Javier Milei menetapkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan kepada Timnas Argentina meski gagal mempertahankan...

Kebiasaan Buruk Ini Bisa Memicu Lonjakan Hormon Kortisol

Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial, Perlindungan Jadi Kebutuhan

by Rizki Meirino
July 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena sandwich generation semakin menjadi tantangan bagi banyak keluarga di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pasangan dan anak,...

Kebiasaan Buruk Ini Bisa Memicu Lonjakan Hormon Kortisol

Studi: Kebiasaan di Siang Hari Ini Bisa Bantu Tingkatkan Kualitas Tidur Malam 

by Chodijah Febriani
July 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut penelitian terbaru, menghabiskan lebih banyak waktu berkegiatan di bawah sinar dapat membantu orang tertidur lebih awal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Indonesia Usung Semangat “Bergerak Berdampak” di Usia ke-30

AIA Indonesia Usung Semangat “Bergerak Berdampak” di Usia ke-30

July 20, 2026
Tips Hadapi Presentasi di Depan Kelas Tanpa Grogi

Tunjangan yang Mengubah Ruang Kelas

July 20, 2026
Pemerintah Resmi Kenakan Biaya Rp 75 Juta untuk Jadi WNI

Pemerintah Resmi Kenakan Biaya Rp 75 Juta untuk Jadi WNI

July 20, 2026
New York Laporkan Tiga Kematian dalam Wabah Legionnaires di Upper East Side

Spanyol Taklukkan Argentina dan Raih Gelar Piala Dunia 2026 Lewat Gol Perpanjangan Waktu

July 20, 2026
Menpar Usulkan Pokja Lintas Kementerian untuk Percepat Infrastruktur Bali

6 Kebiasaan Atlet Elite di Hari Istirahat yang Bisa Ditiru Sehari-hari

July 20, 2026
Menpar Usulkan Pokja Lintas Kementerian untuk Percepat Infrastruktur Bali

Menpar Usulkan Pokja Lintas Kementerian untuk Percepat Infrastruktur Bali

July 20, 2026
Sidang Kabinet, Prabowo Sampaikan Pesan Tegas: Kekuasaan Tak Akan Abadi

Sidang Kabinet, Prabowo Sampaikan Pesan Tegas: Kekuasaan Tak Akan Abadi

July 20, 2026
Meski Kalah dari Spanyol, Presiden Javier Milei Tetapkan Hari Libur Nasional di Argentina

Meski Kalah dari Spanyol, Presiden Javier Milei Tetapkan Hari Libur Nasional di Argentina

July 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved