• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Perdagangan Karbon di Indonesia Capai Rp4.625 Triliun

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
March 20, 2023
in Ekonomi Bisnis
0
Perdagangan Karbon di Indonesia Capai Rp4.625 Triliun

JAKARTA,Cobisnis.com – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mencatat perdagangan karbon di Indonesia dapat menembus 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.625 triliun (asumsi kurs JISDOR BI Rp15.418 per dolar) per tahun, yang berasal dari kegiatan menanam kembali hutan yang gundul hingga penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Salah satu perusahaan yang bakal membukukan keuntungan dari perdagangan karbon, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon.

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Nelwin Aldriansyah menyatakan, perseroan telah melakukan transisi energi dengan mendapatkan sertifikasi dari berbagai lembaga karbon kredit sehingga PGE berhak untuk memonetisasi atas penjualan karbon kredit dari operasional PGE.

“Untuk pertama kalinya pada 2022, Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencatatkan pos pendapatan baru dari penjualan carbon credit,” ujarnya dalam keterangannya, Senin, 20 Maret.

Nelwin mengatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun sudah resmi meluncurkan perdagangan karbon, di mana mulai 2023-202, perdagangan karbon dilakukan di subsector pembangkit tenaga listrik secara mandatory.

Perdagangan karbon dilakukan pada unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang terhubung ke jaringan tenaga listrik PT PLN (Persero) dengan kapasitas lebih besar atau sama dengan 100 MW.

Perdagangan karbon itu sendiri diimplementasikan melalui 2 mekanisme, yaitu perdagangan emisi dan offset emisi.

“Sejumlah strategi dan upaya monetisasi terus dilakukan PGEO untuk mengawal kinerja keuangan tetap solid dengan misalnya menjaga pendapatan, EBITDA margin maupun profit margin yang stabil hingga rasio utang yang terjaga,” lanjutnya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury juga telah berkali-kali mengatakan tengah mendorong BUMN untuk mulai melakukan perdagangan karbon, kegiatan jual beli kredit karbon (carbon credit), di mana pembeli menghasilkan emisi karbon yang melebihi batas yang ditetapkan.

Kredit karbon adalah representasi dari hak bagi sebuah perusahaan untuk mengeluarkan sejumlah emisi karbon atau gas rumah kaca lainnya dalam proses industrinya. Satu unit kredit karbon setara dengan penurunan emisi 1 ton karbon dioksida (CO2).

Patut diketahui, Nationally Determined Contribution (NDC) merupakan komitmen setiap negara terhadap Persetujuan Paris untuk menurunkan emisi karbon di negara masing- masing.

Pada dokumen NDC tahun 2021, melalui long term strategy – low carbon and climate resilience (LTS – LTCCR), Indonesia juga telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

Pahala menambahkan, ada banyak standar pemeringkatan dalam penilaian karbon.

Namun, yang paling banyak dilakukan adalah standar nilai karbon yang diterapkan oleh Verra.

Nilai carbon offset yang diperdagangkan nilainya sekitar 20-40 dolar AS. BUMN bisa melakukan uji coba dengan harga setengahnya sebagai acuan.

Terkait nilai ekonomi karbon, Pahala menjelaskan, kemungkinan besar nilainya antara 2 sampai 3 dolar AS.

Nilai Ekonomi Karbon (NEK) adalah nilai yang diberikan terhadap setiap unit emisi karbon.

NEK dianggap penting untuk diadakan karena dapat mendorong investasi hijau di Indonesia.

Selain itu, NEK juga dapat mengatasi celah pembiayaan perubahan iklim yang selama ini terjadi.

Pahala mengungkapkan, BUMN diminta untuk serius mulai melakukan transisi energi dengan berbagai cara seperti sinergi dan kolaborasi.

“Kita melihat kolaborasi antara BUMN sendiri untuk membangun kerja sama dalam menghasilkan energi dan menurunkan emisi bisa dilakukan. BUMN kita juga bisa kerja sama dengan negara lain. Pada intinya, bagaimana BUMN bisa bersama-sama melakukan transisi energi,” jelas Pahala.

Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: cobisnis.comKarbonPT apbi

Related Posts

Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

THE ONE PIECE Hadir dengan Visual Baru, Adaptasi Saga East Blue

by Desti Dwi Natasya
May 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – ‘THE ONE PIECE’ menjadi adaptasi anime terbaru dari manga populer karya Eiichiro Oda. Serial anime tersebut dijadwalkan...

Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Dubai Chewy Cookie Viral di Korea Selatan, Dessert Kenyal Ini Jadi Tren

by Desti Dwi Natasya
May 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena dessert viral kembali mencuri perhatian pecinta kuliner, kali ini datang dari Korea Selatan lewat tren Dubai...

Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Apple Uji AirPods Berkamera, Masuk Tahap Akhir Pengembangan

by Desti Dwi Natasya
May 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Apple dikabarkan semakin dekat merampungkan pengembangan AirPods generasi baru yang dibekali kamera bawaan. Perangkat tersebut saat ini...

Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

by Desti Dwi Natasya
May 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kota Harbin yang terletak di ujung utara Tiongkok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata musim dingin paling...

Dukcapil Minta Masyarakat Hindari Fotokopi KTP untuk Administrasi Hotel

Dukcapil Minta Masyarakat Hindari Fotokopi KTP untuk Administrasi Hotel

by Hidayat Taufik
May 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Dalam Negeri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyerahkan KTP elektronik untuk kebutuhan administrasi. Imbauan itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

May 6, 2026
BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Masih Sering Hujan di Awal Kemarau

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Masih Sering Hujan di Awal Kemarau

May 9, 2026
Wabah Hantavirus di Laut Atlantik, Tiga Korban Tewas di Kapal Pesiar

Kasus Hantavirus di Argentina Naik Tajam pada Musim 2025–2026

May 9, 2026
Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

May 9, 2026
Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

THE ONE PIECE Hadir dengan Visual Baru, Adaptasi Saga East Blue

May 9, 2026
Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Dubai Chewy Cookie Viral di Korea Selatan, Dessert Kenyal Ini Jadi Tren

May 9, 2026
BTN Berikan Pelatihan Bahasa Inggris dan Hospitality untuk UMKM Samosir Naik Kelas

BTN Berikan Pelatihan Bahasa Inggris dan Hospitality untuk UMKM Samosir Naik Kelas

May 9, 2026
Harbin, Kota Es di Utara Tiongkok yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan

Apple Uji AirPods Berkamera, Masuk Tahap Akhir Pengembangan

May 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved