JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat mengajukan lonjakan besar anggaran pertahanan hingga 1,5 triliun dollar AS atau sekitar Rp 25,5 kuadriliun untuk tahun fiskal 2027 di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
Usulan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah modern AS dan mencerminkan tekanan biaya perang yang terus meningkat. Pemerintah menilai kebutuhan militer semakin mendesak untuk menjaga operasi dan stabilitas geopolitik.
Lonjakan anggaran ini tidak lepas dari kebutuhan Pentagon dalam mempertahankan kampanye militer di Timur Tengah. Selain itu, stok persenjataan juga perlu diperbarui untuk menjaga kesiapan tempur jangka panjang.
Pemerintahan Donald Trump menegaskan bahwa tambahan dana akan difokuskan pada penguatan industri pertahanan, modernisasi alat utama sistem senjata, serta peningkatan teknologi militer.
Dalam proposal tersebut, anggaran pertahanan melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan pergeseran prioritas negara ke sektor militer di tengah dinamika global yang tidak stabil.
Namun, langkah ini menuai kritik dari sejumlah pihak di Kongres. Beberapa politisi menilai anggaran tersebut tidak realistis dan berpotensi mengorbankan kebutuhan domestik masyarakat.
Untuk menutup kebutuhan anggaran, pemerintah juga mengusulkan pemangkasan di sektor lain. Salah satu yang terdampak adalah lembaga antariksa NASA yang akan mengalami pengurangan dana hingga 3,6 miliar dollar AS.
Pemotongan ini dinilai berisiko terhadap program strategis seperti eksplorasi luar angkasa. Apalagi, AS saat ini tengah bersaing dengan China dalam pengembangan teknologi antariksa.
Di sisi lain, konflik yang berlangsung dengan Iran menjadi faktor utama yang mendorong pembengkakan anggaran. Ketegangan di kawasan tersebut juga berdampak pada pasar global, terutama sektor energi.
Kondisi ini membuat pemerintah AS berada dalam dilema antara mempertahankan dominasi militer global dan menjaga stabilitas fiskal dalam negeri. Tekanan anggaran berpotensi terus meningkat jika konflik berlanjut.
Ke depan, keputusan Kongres akan menjadi penentu apakah lonjakan anggaran ini disetujui atau tidak. Dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga pada keseimbangan geopolitik dunia.













