• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Penolakan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Terhadap PPN atas Iuran Pengelolaan Rumah Susun

Saeful Imam by Saeful Imam
September 25, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Rumah susun subsidi

Ilustrasi rumah susun subsidi.

JAKARTA, COBISNIS.COM – Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) secara tegas menolak kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen hingga 12 persen atas Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) rumah susun atau apartemen.

Kebijakan ini dinilai memberatkan penghuni dan tidak adil bagi mereka yang sudah memiliki unit hunian sendiri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) P3RSI, Adjit Lauhatta, menyuarakan penolakannya dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (23/9/2024). Dalam pernyataannya, Adjit menekankan bahwa pengenaan PPN atas iuran tersebut dianggap tidak masuk akal, mengingat penghuni rumah susun sudah membayar berbagai biaya lain terkait pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan.

Adjit berargumen, “Kalau saya tinggal di rumah sendiri, kenapa harus bayar PPN? Ini rumah saya, tapi malah dikenakan pajak.

Penghuni apartemen lain juga mengalami hal yang sama, masa di rumahnya sendiri harus bayar pajak tambahan?” Kritik ini disampaikan dengan harapan agar kebijakan tersebut dievaluasi oleh pemerintah.

P3RSI merasa kebijakan tersebut hanya akan memperburuk situasi pembayaran IPL yang sudah bermasalah.

Adjit mengungkapkan bahwa fenomena penunggakan pembayaran IPL saat ini sudah cukup tinggi, yakni mencapai 5 hingga 6 persen dari total penghuni rusun atau apartemen.

Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin buruk jika dikenakan PPN tambahan.

Dalam sebuah ilustrasi, Adjit mencontohkan, “Jika dari 1.000 unit rusun, hanya sebagian yang membayar IPL secara penuh, lalu bagaimana dengan yang menunggak?

Jika kita tambah beban PPN, siapa yang akan membayar pajak tersebut?” Menurutnya, hal ini hanya akan memperbesar risiko ketidakpatuhan dari penghuni terhadap pembayaran IPL.

Adjit bahkan menyatakan bahwa jika aspirasi ini tidak didengar, P3RSI akan menggelar aksi protes di depan kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Langkah ini akan diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan penghuni rusun serta apartemen.

Sebagai informasi, Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) merupakan biaya yang dikenakan untuk layanan pengelolaan lingkungan di kawasan rumah susun atau apartemen. Iuran ini digunakan untuk pemeliharaan fasilitas umum dan kawasan bersama yang dikelola oleh Perkumpulan Penghuni.

Pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh Perkumpulan Penghuni meliputi perawatan fasilitas umum, kebersihan, dan keamanan. Sementara itu, pemeliharaan di dalam unit hunian sendiri biasanya menjadi tanggung jawab individu pemilik unit.

Adjit menegaskan bahwa biaya yang dikenakan untuk IPL tersebut sudah mencakup banyak aspek layanan, sehingga penambahan PPN hanya akan memberatkan penghuni. Untuk bagian luar unit, pengelolaan dilakukan secara kolektif melalui Perhimpunan Penghuni, yang mana biaya tersebut seharusnya tidak dikenakan pajak tambahan.

P3RSI berharap pemerintah dapat mempertimbangkan ulang kebijakan ini dan lebih mendengarkan aspirasi penghuni rusun dan apartemen, agar kebijakan perpajakan yang diterapkan tidak memberatkan masyarakat.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download samsung firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: iuran pengelolaan rumah susun naikpenghuni rumah susun

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

April 26, 2026
Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

April 27, 2026
CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

April 27, 2026
Thom Tillis Dukung Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed di Tengah Isu Independensi

Thom Tillis Dukung Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed di Tengah Isu Independensi

April 27, 2026
BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank dan Bersifat Independen

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank dan Bersifat Independen

April 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved