JAKARTA, Cobisnis.com — Penjualan hewan kurban mulai meningkat di sejumlah daerah menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Masyarakat tetap aktif membeli hewan kurban meski harga ternak mengalami kenaikan.
Lapak penjualan kambing, domba, dan sapi kini bermunculan di berbagai lokasi. Pedagang membuka lapak di pinggir jalan hingga kawasan perdagangan modern.
Selain itu, banyak pembeli mulai mencari hewan kurban lebih awal. Mereka ingin menghindari kenaikan harga yang biasanya terjadi mendekati hari raya.
Pemerintah memastikan stok hewan kurban nasional dalam kondisi aman pada 2026. Jumlah ketersediaan ternak diperkirakan mencapai lebih dari 3,2 juta ekor.
Sementara itu, kebutuhan hewan kurban nasional diperkirakan sekitar 2,35 juta ekor. Karena itu, Indonesia diprediksi mengalami surplus pasokan hingga ratusan ribu ekor.
Kondisi pasar ternak juga mulai ramai di berbagai daerah. Salah satunya terlihat di Ambarawa, Jawa Tengah, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Pedagang memajang kambing dan domba di kandang terbuka sepanjang area pasar. Selain melayani pembeli, mereka juga rutin memberi makan dan merawat ternak.
Beberapa pedagang mengaku harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan. Namun, mereka tetap optimistis penjualan akan terus meningkat hingga Idul Adha.
Di sisi lain, pembeli kini lebih selektif memilih hewan kurban. Banyak warga memeriksa kondisi kesehatan ternak sebelum melakukan transaksi.
Pemerintah daerah juga terus memantau kesehatan hewan di pasar ternak. Petugas melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan hewan kurban layak dijual.
Momentum Idul Adha selalu menjadi musim penting bagi pedagang ternak. Karena itu, banyak penjual berharap penjualan tahun ini mampu meningkatkan pendapatan mereka.













