• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, March 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pengusaha Setuju Rencana Capres Prabowo untuk Impor Sapi Perah demi Penuhi Kebutuhan Susu

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
February 29, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Pengusaha Setuju Rencana Capres Prabowo untuk Impor Sapi Perah demi Penuhi Kebutuhan Susu

JAKARTA,Cobisnis.com – Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyambut baik rencana impor 1,5 juta sapi oleh Prabowo Subianto.

Hal itu sebagai upaya menambah populasi sapi perah, meskipun impor sapi bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi, jika kebutuhannya sangat besar.

Anggota Dewan Penasehat PPSKI Teguh Boediyana mengatakan bahwa untuk meningkatkan produksi susu sapi segar dalam negeri, maka harus menambah jumlah populasi sapi perah yang ada saat ini.

Sementara, sambung Teguh, meningkatkan jumlah populasi tidak lah mudah. Mengingat, sapi membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang untuk berkembang biak.

Karena itu, lanjut Teguh, peningkatan populasi sapi perah dengan upaya impor menjadi sesuatu yang realistis. Meskipun, diakui Teguh, melakukan impor pun tidak lah mudah.

“Kita setuju peningkatan populasi dengan impor karena itu pilihan yang realistis. Cuma tidak mudah mendapatkan bibit dari sapi perah ini. Tidak mudah, kita butuhnya akan sangat besar kalau kita mau swasembada,” katanya saat dihubungi. di Jakarta, Rabu, 28 Februari.

Saat ini, sambung Teguh, populasi sapi perah di Indonesia hanya berkisar 600.000 ekor. Dimana, hanya 300.000 ekor betina yang dapat diambil susunya. Jumlah tersebut, hanya mampu memenuhi 20 persen kebutuhan susu segar nasional. Sedangkan pasokan tersebut sudah terserap oleh industri pengolahan susu.

Sementara, lanjut Teguh, 80 persen kebutuhan susu segar dalam negeri dipenuhi melalui impor. Dengan adanya program makan siang dan susu gratis, maka otomatis akan meningkatkan konsumsi susu secara nasional.

Karena itu, menurut Teguh, mau tidak mau impor sapi menjadi solusi yang realistis untuk dilakukan demi menggenjot produksi susu segar dalam negeri.

“Cara menggenjotnya ya kita harus salah satunya mengimpor sapi-sapi bibit untuk sapi perah. Itu enggak ada pilihan lain selain meningkatkan produktivitas sapi perah yang ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berencana mengimpor sapi perah sebanyak 1,5 juta ekor untuk memenuhi kebutuhan susu sapi dalam program susu gratis.

Prabowo bilang, sapi-sapi ini akan menjadi bibit dan nantinya jumlah sapi akan bertambah banyak. Dengan begitu, kebutuhan susu dapat dipenuhi dari produksi di dalam negeri.

“Jadi kita mungkin harus impor satu juta atau 1,5 juta sapi dalam 3 tahun. Dia akan melahirkan kita akan punya tiga juta. Kira-kira begitu strategi kita. Ini tidak instan, tetapi (bisa terwujud jika ada will-nya, ada kehendak,” tegasnya.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download redmi firmware
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comPPSKIPrabowoSapi perah

Related Posts

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, pemahaman terhadap produk asuransi kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain memilih...

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 orang, setelah penambahan sekitar...

RUPST 2026, WOM Finance Catat Kinerja Positif dan Setujui Perubahan Pengurus

RUPST 2026, WOM Finance Catat Kinerja Positif dan Setujui Perubahan Pengurus

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang...

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Rusia memerintahkan seorang diplomat Inggris yang bertugas di Moskow untuk segera meninggalkan negara tersebut. Keputusan ini...

Delegasi Indonesia Bahas Regulasi AI dalam Arbitrase Internasional di Paris

Delegasi Indonesia Bahas Regulasi AI dalam Arbitrase Internasional di Paris

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua perwakilan Indonesia dari International Chamber of Commerce (ICC), yakni Wincen Santoso dan Nico Mooduto, menghadiri pertemuan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

March 30, 2026
Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

March 30, 2026
Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

March 30, 2026
Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

March 30, 2026
RUPST 2026, WOM Finance Catat Kinerja Positif dan Setujui Perubahan Pengurus

RUPST 2026, WOM Finance Catat Kinerja Positif dan Setujui Perubahan Pengurus

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved