• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pengguna Paylater Makin Banyak, Tapi Risiko Gagal Bayar Masih Belum Turun

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 29, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pengguna Paylater Makin Banyak, Tapi Risiko Gagal Bayar Masih Belum Turun

JAKARTA, Cobisnis.com – Industri buy now pay later (BNPL) atau paylater di Indonesia mencatat pertumbuhan sangat cepat, namun dibayangi risiko kredit macet yang masih tinggi.

PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) melaporkan outstanding paylater dari berbagai industri mencapai Rp56,3 triliun hingga Februari 2026.

Nilai tersebut tumbuh 86,7 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan permintaan layanan cicilan instan masih sangat kuat.

Jumlah pengguna juga terus naik. Hingga Februari 2026, layanan paylater digunakan oleh 26,2 juta debitur atau tumbuh 56,7 persen.

Pertumbuhan ini jauh melampaui kredit konsumtif konvensional, termasuk kartu kredit yang cenderung stagnan di kisaran 3–6 persen per tahun.

Meski tumbuh cepat, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada segmen paylater masih berada di sekitar 5 persen.

Angka itu jauh di atas rata-rata NPL kredit nasional yang berada di kisaran 2,85 persen. Kondisi ini menjadi alarm bagi industri pembiayaan digital.

IdScore mencatat NPL paylater sempat turun ke 3,21 persen pada 2024, namun kembali naik menjadi 5,14 persen di 2025 dan berpotensi meningkat lagi tahun ini.

Pola multi akun juga menjadi perhatian. Rata-rata satu debitur memiliki tujuh fasilitas kredit aktif di seluruh lembaga jasa keuangan.

Fenomena tersebut meningkatkan risiko overleverage, yaitu kondisi saat utang melebihi kemampuan membayar. Jika tidak dikendalikan, tekanan keuangan rumah tangga bisa membesar.

Sebagian besar transaksi paylater juga masih digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja online, fesyen, dan makanan, bukan kegiatan produktif.

IdScore menilai pertumbuhan kredit tetap positif, namun industri perlu menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan mitigasi risiko dan edukasi keuangan masyarakat.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
online free course
download lenevo firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: CobisnisfintechKonsumenKredit macetPaylaterPebisnismudaUtang

Related Posts

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala Satuan Pelayanan...

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi,...

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan. Indonesia National Air Carriers Association...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
Kuas Makeup - pexels/EVG Kowalievska

Cara yang Benar Bersihkan Kuas Makeup Kalau Tidak Mau Jerawatan

September 9, 2026
Ruangan Keluarga - pexels/VAZHNIK

Bukan Putih, Ini Warna Cat untuk Membuat Ruangan Kecil Tampak Lebih Besar

September 9, 2026
LIV Golf Ajukan Kebangkrutan, Era Baru Tur Golf Kontroversial Dimulai

LIV Golf Ajukan Kebangkrutan, Era Baru Tur Golf Kontroversial Dimulai

September 9, 2026
Gerindra Pimpin Elektabilitas Partai, PDI-P di Posisi Kedua

Gerindra Pimpin Elektabilitas Partai, PDI-P di Posisi Kedua

September 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved