• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Sport
0
Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

JAKARTA, Cobisnis.com – Setelah menyelesaikan free skate-nya dengan arena bergemuruh di sekelilingnya, Alysa Liu hanya mengibaskan ekor kuda rambutnya, menancapkan ujung sepatu ke es, lalu membungkuk memberi hormat. Sebelum itu, ia bahkan sempat mengangkat kedua tangannya dan mengibaskannya dramatis, seolah berkata, “Sudah selesai. Saatnya karaoke.”

Dalam olahraga yang sarat tekanan seperti seluncur indah, momen santai seperti itu hampir tak pernah terlihat. Atlet berdiri sendirian di atas es, tanpa rekan setim untuk berbagi beban. Sorotan lampu terang dan ribuan pasang mata mengikuti setiap putaran dan lompatan. Sedikit kesalahan saja bisa berarti perbedaan antara kejayaan abadi dan kekecewaan mendalam. Namun Liu berbeda.

Saat ia menuntaskan putaran terakhirnya, gaun emasnya berkilau selaras dengan gerakannya. Perempuan Amerika pertama dalam 24 tahun yang merebut emas Olimpiade cabang seluncur indah itu tampak bahagia. Bukan lega yang terpaksa. Bukan tangis haru. Hanya senyum jahil dan lambaian tangan ke penonton. Ketika pesaing terakhir, Ami Nakai, menunggu skor yang menentukan apakah Liu meraih perak atau emas, Liu hanya tersenyum ke kamera dan mengobrol santai dengan Amber Glenn. Saat skor memastikan emas untuknya, ia langsung memeluk Nakai dengan hangat.

Di podium, ia bahkan tampak lebih sibuk memastikan boneka maskot terselip rapi bersama medalinya ketimbang merenungi besarnya pencapaian itu. Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan Olimpiade, jawabannya lugas, “Kalian harus jelaskan dulu apa itu tekanan Olimpiade. Siapa yang memberi tekanan? Tekanan apa?”

Bangkit Dengan Sukacita

Di situlah letak rahasia Alysa Liu. Pernah disebut terlalu berbakat terlalu cepat, Liu sempat “dikunyah” ekspektasi besar dunia olahraga. Ia juara nasional Amerika Serikat pada usia 13 tahun. Pada usia 16, ia sudah menjadi Olympian dan meraih medali Kejuaraan Dunia 2022 yang pertama bagi Amerika sejak 2016.

Namun di usia 16 tahun pula, ia memutuskan pensiun. Keputusan itu terasa mengejutkan, bahkan absurd. Siapa yang berhenti di usia 16? Tetapi Liu melakukannya. Ia meninggalkan dunia yang membesarkannya sejak usia lima tahun, dunia yang membentuk identitasnya sejak era kejayaan Michelle Kwan.

Ia lalu menjalani hidup seperti remaja biasa: karaoke, bermain gim video, kuliah, mengeksplorasi fesyen, bahkan mengekspresikan diri lewat piercing unik. Jeda itu memberinya ruang untuk memahami siapa dirinya bukan sekadar sebagai atlet, tetapi sebagai pribadi. Ketika akhirnya ia memilih kembali ke es, itu adalah pilihannya sendiri. Bukan dorongan ambisi orang lain. Bukan tekanan ekspektasi publik.

Emas Yang Datang Secara Alami

Penampilannya kali ini, diiringi lagu “MacArthur Park” milik Donna Summer, begitu memukau hingga penonton nyaris lupa ia sedang meluncur di atas sepatu es. Lompatan-lompatannya seperti tanda seru dalam melodi tegas namun menyatu. Karena finis ketiga di program pendek, Liu tampil ketiga dari terakhir di free skate. Dua pesaing di depannya, termasuk Kaori Sakamoto, memiliki keunggulan poin yang bisa saja menggagalkannya. Ketegangan menyelimuti arena kecuali bagi Liu.

Ketika skor akhir memastikan emas di lehernya, ia menerimanya dengan tenang. Berpose menggigit medali, melambaikan bendera Amerika, tersenyum kepada penonton ia menjalani semuanya dengan santai. Namun pernyataannya setelah itu yang paling mencerminkan siapa dirinya kini.

“Saya tidak butuh medali,” katanya. “Kalau saya jatuh di setiap lompatan pun, saya tetap akan berada di sana mengenakan gaun ini. Jadi apa pun yang terjadi, saya tetap baik-baik saja.” Dalam dunia seluncur indah yang penuh tekanan, Alysa Liu membuktikan satu hal: kebahagiaan bisa menjadi kekuatan terbesar.

Tags: AlysaLiucobisnis.comMedaliEmasolimpiadeSeluncurIndah

Related Posts

Program Makan Bergizi Gratis Perlu Pengawasan Ketat Agar Tujuan Gizi Nasional Tercapai

Ekonom CSIS Soroti Strategi MBG demi Jaga Ketahanan Ekonomi

by Rizki Meirino
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi rakyat hingga tingkat daerah. Ekonom Center for...

Terapi GLP-1 RA Bantu Redakan Food Noise dan Turunkan Berat Badan

Terapi GLP-1 RA Bantu Redakan Food Noise dan Turunkan Berat Badan

by Rizki Meirino
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena food noise kini menjadi perhatian dalam pembahasan penanganan obesitas di Indonesia. Food noise merupakan dorongan pikiran...

PLN Indonesia Power Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh melalui Kerja Sama Pasar Karbon Global

PLN Indonesia Power Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh melalui Kerja Sama Pasar Karbon Global

by Iwan Supriyatna
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat langkah transformasi bisnisnya melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA)...

PLTGU Tambak Lorok

Efisiensi Tembus 61 Persen, PLTGU Tambak Lorok PLN Indonesia Power Jadi Andalan Sistem Jawa-Bali

by Iwan Supriyatna
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT PLN Indonesia Power terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi melalui optimalisasi...

Kemenkes Ungkap Sebaran Kasus Hantavirus di Indonesia Berada di 9 Provinsi

Kemenkes Ungkap Sebaran Kasus Hantavirus di Indonesia Berada di 9 Provinsi

by Desti Dwi Natasya
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan kasus Hantavirus telah lama ditemukan di Indonesia. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Industri Kripto Kembali Kecolongan, WNI Diduga Manfaatkan Celah Grok AI Raup Miliaran

Industri Kripto Kembali Kecolongan, WNI Diduga Manfaatkan Celah Grok AI Raup Miliaran

May 7, 2026
LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana untuk Nasabah

LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana untuk Nasabah

May 7, 2026
Krisis BBM Palangka Raya Makin Parah, Pertalite Eceran Tembus Rp 20.000 per Liter

Krisis BBM Palangka Raya Makin Parah, Pertalite Eceran Tembus Rp 20.000 per Liter

May 8, 2026
Kemenperin Dukung Chandra Asri Bangun Kompleks Kedua Petrokimia

Kemenperin: Industri Mamin Tumbuh 5,82 Persen hingga Triwulan III-2024

December 6, 2024
Program Makan Bergizi Gratis Perlu Pengawasan Ketat Agar Tujuan Gizi Nasional Tercapai

Ekonom CSIS Soroti Strategi MBG demi Jaga Ketahanan Ekonomi

May 8, 2026
Terapi GLP-1 RA Bantu Redakan Food Noise dan Turunkan Berat Badan

Terapi GLP-1 RA Bantu Redakan Food Noise dan Turunkan Berat Badan

May 8, 2026
PLN Indonesia Power Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh melalui Kerja Sama Pasar Karbon Global

PLN Indonesia Power Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh melalui Kerja Sama Pasar Karbon Global

May 8, 2026
PLTGU Tambak Lorok

Efisiensi Tembus 61 Persen, PLTGU Tambak Lorok PLN Indonesia Power Jadi Andalan Sistem Jawa-Bali

May 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved