• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Sport
0
Penampilan Penuh Sukacita Buktikan Tak Ada yang Seperti Alysa Liu di Dunia Seluncur Indah

JAKARTA, Cobisnis.com – Setelah menyelesaikan free skate-nya dengan arena bergemuruh di sekelilingnya, Alysa Liu hanya mengibaskan ekor kuda rambutnya, menancapkan ujung sepatu ke es, lalu membungkuk memberi hormat. Sebelum itu, ia bahkan sempat mengangkat kedua tangannya dan mengibaskannya dramatis, seolah berkata, “Sudah selesai. Saatnya karaoke.”

Dalam olahraga yang sarat tekanan seperti seluncur indah, momen santai seperti itu hampir tak pernah terlihat. Atlet berdiri sendirian di atas es, tanpa rekan setim untuk berbagi beban. Sorotan lampu terang dan ribuan pasang mata mengikuti setiap putaran dan lompatan. Sedikit kesalahan saja bisa berarti perbedaan antara kejayaan abadi dan kekecewaan mendalam. Namun Liu berbeda.

Saat ia menuntaskan putaran terakhirnya, gaun emasnya berkilau selaras dengan gerakannya. Perempuan Amerika pertama dalam 24 tahun yang merebut emas Olimpiade cabang seluncur indah itu tampak bahagia. Bukan lega yang terpaksa. Bukan tangis haru. Hanya senyum jahil dan lambaian tangan ke penonton. Ketika pesaing terakhir, Ami Nakai, menunggu skor yang menentukan apakah Liu meraih perak atau emas, Liu hanya tersenyum ke kamera dan mengobrol santai dengan Amber Glenn. Saat skor memastikan emas untuknya, ia langsung memeluk Nakai dengan hangat.

Di podium, ia bahkan tampak lebih sibuk memastikan boneka maskot terselip rapi bersama medalinya ketimbang merenungi besarnya pencapaian itu. Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan Olimpiade, jawabannya lugas, “Kalian harus jelaskan dulu apa itu tekanan Olimpiade. Siapa yang memberi tekanan? Tekanan apa?”

Bangkit Dengan Sukacita

Di situlah letak rahasia Alysa Liu. Pernah disebut terlalu berbakat terlalu cepat, Liu sempat “dikunyah” ekspektasi besar dunia olahraga. Ia juara nasional Amerika Serikat pada usia 13 tahun. Pada usia 16, ia sudah menjadi Olympian dan meraih medali Kejuaraan Dunia 2022 yang pertama bagi Amerika sejak 2016.

Namun di usia 16 tahun pula, ia memutuskan pensiun. Keputusan itu terasa mengejutkan, bahkan absurd. Siapa yang berhenti di usia 16? Tetapi Liu melakukannya. Ia meninggalkan dunia yang membesarkannya sejak usia lima tahun, dunia yang membentuk identitasnya sejak era kejayaan Michelle Kwan.

Ia lalu menjalani hidup seperti remaja biasa: karaoke, bermain gim video, kuliah, mengeksplorasi fesyen, bahkan mengekspresikan diri lewat piercing unik. Jeda itu memberinya ruang untuk memahami siapa dirinya bukan sekadar sebagai atlet, tetapi sebagai pribadi. Ketika akhirnya ia memilih kembali ke es, itu adalah pilihannya sendiri. Bukan dorongan ambisi orang lain. Bukan tekanan ekspektasi publik.

Emas Yang Datang Secara Alami

Penampilannya kali ini, diiringi lagu “MacArthur Park” milik Donna Summer, begitu memukau hingga penonton nyaris lupa ia sedang meluncur di atas sepatu es. Lompatan-lompatannya seperti tanda seru dalam melodi tegas namun menyatu. Karena finis ketiga di program pendek, Liu tampil ketiga dari terakhir di free skate. Dua pesaing di depannya, termasuk Kaori Sakamoto, memiliki keunggulan poin yang bisa saja menggagalkannya. Ketegangan menyelimuti arena kecuali bagi Liu.

Ketika skor akhir memastikan emas di lehernya, ia menerimanya dengan tenang. Berpose menggigit medali, melambaikan bendera Amerika, tersenyum kepada penonton ia menjalani semuanya dengan santai. Namun pernyataannya setelah itu yang paling mencerminkan siapa dirinya kini.

“Saya tidak butuh medali,” katanya. “Kalau saya jatuh di setiap lompatan pun, saya tetap akan berada di sana mengenakan gaun ini. Jadi apa pun yang terjadi, saya tetap baik-baik saja.” Dalam dunia seluncur indah yang penuh tekanan, Alysa Liu membuktikan satu hal: kebahagiaan bisa menjadi kekuatan terbesar.

Tags: AlysaLiucobisnis.comMedaliEmasolimpiadeSeluncurIndah

Related Posts

Festival UMKM 1001 Malam Lampung Timur Resmi Dibuka, 1.500 Pelaku Usaha Terlibat

Festival UMKM 1001 Malam Lampung Timur Resmi Dibuka, 1.500 Pelaku Usaha Terlibat

by Dwi Natasya
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam resmi dibuka di Lapangan Bandar Sribhawono, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian...

Asbanda Gelar Undian Nasional Simpeda 2026 di Solo, Ini Pemenangnya

Asbanda Gelar Undian Nasional Simpeda 2026 di Solo, Ini Pemenangnya

by Dwi Natasya
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah menggelar Undian Nasional Simpeda 2026. Kegiatan...

Hari Bumi 2026 Diperingati 22 April: Simak Tema, Makna, dan Cara Menjaga Lingkungan

Hari Bumi 2026 Diperingati 22 April: Simak Tema, Makna, dan Cara Menjaga Lingkungan

by Hidayat Taufik
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hari Bumi 2026 akan kembali diperingati pada 22 April 2026 di berbagai negara. Momentum tahunan ini menjadi...

GRANAT Puji Keberhasilan Polda Riau Bongkar 1.026 Kasus Narkoba

GRANAT Puji Keberhasilan Polda Riau Bongkar 1.026 Kasus Narkoba

by Hidayat Taufik
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) menyampaikan penghargaan kepada Polda Riau atas capaian pengungkapan 1.026 kasus narkoba selama...

4 Desa Wisata Jawa Tengah yang Cocok Dijadikan Tujuan Touring Motor

4 Desa Wisata Jawa Tengah yang Cocok Dijadikan Tujuan Touring Motor

by Hidayat Taufik
April 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bagi yang ingin merasakan sensasi touring motor sambil menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya, Jawa Tengah memiliki...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Selat Hormuz Bisa Dibuka Lagi, Iran Ajukan Proposal Bersyarat ke AS

Selat Hormuz Bisa Dibuka Lagi, Iran Ajukan Proposal Bersyarat ke AS

April 17, 2026
Prabowo Panggil Bahlil, Urusan Pasokan Minyak Rusia Muncul Lagi

Prabowo Panggil Bahlil, Urusan Pasokan Minyak Rusia Muncul Lagi

April 17, 2026
Hari Hemofilia Sedunia 2026, Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Perdarahan

Hari Hemofilia Sedunia 2026, Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Perdarahan

April 17, 2026
Catat! Ini Rincian Bantuan KIP Kuliah 2026 untuk Mahasiswa Penerima

Catat! Ini Rincian Bantuan KIP Kuliah 2026 untuk Mahasiswa Penerima

April 17, 2026
Festival UMKM 1001 Malam Lampung Timur Resmi Dibuka, 1.500 Pelaku Usaha Terlibat

Festival UMKM 1001 Malam Lampung Timur Resmi Dibuka, 1.500 Pelaku Usaha Terlibat

April 18, 2026
Asbanda Gelar Undian Nasional Simpeda 2026 di Solo, Ini Pemenangnya

IMAC Film Festival 2026 Dorong Ekosistem Film Kreatif Indonesia

April 18, 2026
Asbanda Gelar Undian Nasional Simpeda 2026 di Solo, Ini Pemenangnya

Asbanda Gelar Undian Nasional Simpeda 2026 di Solo, Ini Pemenangnya

April 18, 2026
Hari Bumi 2026 Diperingati 22 April: Simak Tema, Makna, dan Cara Menjaga Lingkungan

Hari Bumi 2026 Diperingati 22 April: Simak Tema, Makna, dan Cara Menjaga Lingkungan

April 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved