JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah telah menyelesaikan 19.312 hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Sumatera.
Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Sementara itu, pemerintah masih melanjutkan pembangunan unit lainnya.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) merilis data terbaru per 12 Mei 2026. Pemerintah menargetkan total 20.338 unit huntara.
Petugas menargetkan pembangunan sisa unit selesai dalam waktu dekat. Karena itu, ribuan warga dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih aman.
Selain huntara, pemerintah juga menyiapkan 39.335 hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana. Sejumlah lembaga ikut mendukung program tersebut.
BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Polri terlibat dalam proyek pemulihan ini. Selain itu, organisasi kemanusiaan dan BUMN turut membantu pendanaan dan pembangunan.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan keuangan melalui beberapa program pemulihan. Setiap keluarga menerima bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan.
Pemerintah menyalurkan bantuan tersebut sekaligus untuk tiga bulan. Dengan demikian, setiap keluarga memperoleh total Rp1,8 juta.
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan perbaikan rumah untuk rumah rusak ringan dan sedang. Program tersebut mencakup puluhan ribu unit rumah di wilayah terdampak.
Pemerintah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk program pemulihan rumah. Oleh sebab itu, proses pemulihan masyarakat diharapkan berjalan lebih cepat.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan isi hunian, jaminan hidup, dan stimulus ekonomi. Langkah tersebut membantu warga memulihkan kehidupan sehari-hari dan usaha mereka.
Hingga saat ini, total realisasi bantuan telah melampaui Rp860 miliar.













