JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya di pasar keuangan China. Lewat penerbitan surat utang berdenominasi yuan tersebut, pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar 7 miliar yuan atau setara Rp18,5 triliun.
Penerbitan dilakukan melalui Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam diversifikasi sumber pembiayaan negara.
Panda Bond diterbitkan dalam dua seri. Seri pertama memiliki tenor tiga tahun dengan kode RICNY0729 senilai 5,6 miliar yuan dan kupon sebesar 1,90 persen.
Sementara seri kedua memiliki tenor lima tahun dengan kode RICNY0731 senilai 1,4 miliar yuan. Obligasi tersebut menawarkan kupon sebesar 2,19 persen dan akan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.
Kedua seri memiliki tanggal penetapan harga pada 23 Juli 2026. Adapun penyelesaian transaksi dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 atau T+5.
Kementerian Keuangan menyebut penerbitan perdana ini memperoleh respons sangat positif dari investor domestik China. Total permintaan atau order book tercatat mencapai sekitar 17 miliar yuan.
Angka tersebut menghasilkan rasio bid to cover sebesar 2,4 kali. Tingginya minat investor memungkinkan pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang lebih efisien melalui tingkat imbal hasil yang kompetitif.
Menurut Kementerian Keuangan, besarnya permintaan investor mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kredibilitas pengelolaan fiskal dan komunikasi yang baik dengan investor di China juga menjadi faktor pendukung keberhasilan transaksi ini.
Dana hasil penerbitan Panda Bond akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026. Instrumen ini juga memperoleh peringkat AAA dengan prospek stabil dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.
Dalam transaksi tersebut, Bank of China bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner. Sejumlah institusi keuangan besar lainnya seperti China International Capital Corporation, CITIC Securities, DBS Bank China, Industrial and Commercial Bank of China, Agricultural Bank of China, China Construction Bank, serta The Export Import Bank of China turut terlibat sebagai mitra penerbitan.













