• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, March 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pembuat Pisau Swiss Army, Victorinox, Cari Cara Hadapi Dampak Tarif Trump

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
October 16, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pembuat Pisau Swiss Army, Victorinox, Cari Cara Hadapi Dampak Tarif Trump

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen Swiss Army Knife, Victorinox, tengah berupaya menahan kenaikan harga produknya di Amerika Serikat serta mencari pasar baru di tengah tekanan tarif dagang tinggi yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Pisau lipat ikonik berwarna merah-perak itu, yang populer di AS sejak masa pasca-Perang Dunia II, diproduksi di pabrik Ibach, Swiss tengah. Di sana, lembaran baja tahan karat dibentuk menjadi bilah, diasah dengan batu keramik abrasif, dan dipanaskan lebih dari 1.000°C sebelum akhirnya diasah menjadi pisau tajam.

Victorinox, yang memproduksi sekitar 10 juta pisau Swiss Army setiap tahun serta memasarkan pisau dapur, jam tangan, dan koper, menjadi salah satu produsen Swiss yang terdampak kebijakan tarif 39% untuk barang impor dari Swiss ke AS sejak Agustus.

Menurut CEO Carl Elsener, yang merupakan cicit pendiri perusahaan pada tahun 1884, tarif tersebut dapat menambah beban biaya hingga $13 juta per tahun. Dengan pasar AS menyumbang 13% dari total penjualan 417 juta franc Swiss ($519 juta) pada 2024, Elsener mengaku setiap produk yang dikirim ke AS akan merugi jika tarif tetap diberlakukan.

Sebagai respons, Victorinox telah mengirim stok tambahan ke AS, meningkatkan efisiensi produksi di Swiss, dan mempertimbangkan melakukan proses akhir seperti pemolesan dan pengemasan di AS untuk menekan biaya impor.

“Kami berusaha mengurangi ketergantungan pada pasar AS dengan memperluas penjualan di Amerika Latin dan Asia,” ujar Elsener.

Namun, Victorinox menegaskan tidak akan memindahkan produksi utama ke luar negeri karena untuk mempertahankan label ‘Swiss Made’, minimal 60% biaya produksi harus dilakukan di Swiss.

“Memproduksi Swiss Army Knife di luar negeri bukan pilihan,” tegas Elsener, menambahkan bahwa kekuatan merek terletak pada warisan Swiss-nya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh banyak produsen Swiss lain. Menurut survei asosiasi Swiss Mechanic, sekitar 45% perusahaan manufaktur kecil dan menengah Swiss mengalami penurunan pesanan sejak tarif diberlakukan. Kenaikan nilai franc terhadap dolar sebesar 12% tahun ini juga memperburuk margin keuntungan mereka.

Meski begitu, Elsener tetap optimistis:
“Kami telah melewati Perang Dunia, Depresi Besar, krisis ekonomi global, dan krisis minyak. Ini hanya tantangan terbaru yang pasti bisa kami atasi.”

Tags: cobisnis.comDonal Trumpswiss army knife

Related Posts

Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PETRONAS, melalui anak perusahaannya, PETRONAS orth Ketapang Sdn. Bhd., menemukan cadangan hidrokarbon pertamanya di sumur eksplorasi Barokah‑1...

Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta kembali menyalurkan santunan senilai Rp1,7 miliar untuk disalurkan kepada 8.500 anak yatim dan duafa. Kegiatan...

Eddy Martono

Wajar Jika Sawit Jadi Anak Emas Presiden Prabowo, Ketum GAPKI: Penyelamat Ekonomi saat Krisis

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menegaskan bahwa industri kelapa sawit masih menjadi...

PGN

Kelola Lebih dari 95% Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Tambah 230 KM Pipa di 2025

by Iwan Supriyatna
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya dalam memperluas akses energi...

Safari Ramadan Jamkrindo Semarakkan Ramadan, Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

Safari Ramadan Jamkrindo Semarakkan Ramadan, Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

by Dwi Natasya
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jamkrindo menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadan di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menyambut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

Safari Ramadan 2026 BNI Digelar di Berbagai Kota, Pererat Silaturahmi dan Berbagi dengan Anak Yatim

March 12, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
ISKI

ISKI Rumuskan Komunikasi Perdamaian Global, Komdigi Siap Dukung

March 12, 2026
Petronas

Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

March 12, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Salurkan Santunan Bagi 8.500 Yatim dan Duafa

March 12, 2026
Eddy Martono

Wajar Jika Sawit Jadi Anak Emas Presiden Prabowo, Ketum GAPKI: Penyelamat Ekonomi saat Krisis

March 12, 2026
PGN

Kelola Lebih dari 95% Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Tambah 230 KM Pipa di 2025

March 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved