JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) memperluas Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR (Pijat Netra Berdikari) ke Semarang.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program pemberdayaan penyandang disabilitas netra tersebut memberikan pelatihan profesi terapis pijat tradisional kepada 20 penyandang disabilitas netra di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dewi Fitriyani mengatakan keberlanjutan PIJAR merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan.
“Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dewi.
Program PIJAR telah berjalan sejak 2024 melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Jakarta Utara.
Pada pelaksanaan awal, program memberikan pelatihan dan sertifikasi pijat tuna netra serta alat bantu praktik bagi peserta.
Kemudian pada 2025, PT PSL melanjutkan program dengan menyediakan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok.
Pada 2026, PIJAR kembali dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PERTUNI Semarang dan Dinas Sosial setempat untuk memberdayakan 20 penyandang disabilitas netra.
Rangkaian program tahun ini mencakup sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi teknik pijat dasar, pendampingan, serta pemberian sarana pendukung.
Para peserta juga memperoleh perlengkapan penunjang untuk mendukung proses pelatihan dan praktik.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam mengembangkan keterampilan dan memberikan layanan pijat secara profesional sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha setelah program berakhir.
Lurah Karangrejo Dwi Cahyono mengapresiasi langkah PT PSL dalam memberikan keterampilan kepada masyarakat sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri.
“Terima kasih atas perhatian PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan keterampilan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan program pemberdayaan lainnya dapat terus dikembangkan, termasuk yang menyasar UMKM dan potensi masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Ketua PERTUNI Semarang Achyani yang juga merupakan salah satu peserta PIJAR, terapis, sekaligus instruktur pijat netra, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang penghasilan secara mandiri.
“Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan program ini kepada kami. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.
Sejak diluncurkan pada 2024 hingga 2026, Program PIJAR telah menjangkau 70 penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang.
Sebagian peserta kini telah aktif memberikan layanan pijat secara mandiri maupun bekerja pada usaha kesehatan tradisional.
Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Inisiatif tersebut turut mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Ke depan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dewi.













