• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Pelanggaran Prokes di Pilkada, Kampanye Hitam atau Kampanye Negatif

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
October 21, 2020
in Nasional
0
Pelanggaran Prokes di Pilkada, Kampanye Hitam atau Kampanye Negatif

Cobisnis.com – Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, meminta pengawasan di media sosial (medsos) harus lebih jeli. Fritz berkaca pada masa kampanye Pilpres 2019 ketika banyak konten medsos yang dibuat-buat, seakan isi konten tersebut adalah milik salah satu pasangan calon (paslon).

Padahal, ketika dikonfirmasi, Fritz mengungkapkan hal tersebut adalah bentuk kampanye hitam atau hoax semata.

Pada masa tahapan kampanye Pilkada 2020 yang saat ini sedang berlangsung, cukup banyak masyarakat yang menyatakan pelanggaran Prokes sebagai kampanye negatif atau kampanye hitam.

“Jadi harus kita lihat percakapan yang terjadi di medsos merupakan sebuah genuine (asli) atau fabricated (buatan). Itu yang menurut saya yang hrus dibedakan,” kata Fritz dalam diskusi daring bersama Perludem, Selasa (20/10/2020).

Fritz meminta masyarakat agar lebih hati-hati dalam melihat suatu konten medsos yang berisi tindakan politik secara individual. Baginya, langkah penanganan pelanggaran baru bisa dilakukan jika seseorang jelas-jelas memprovokasi atau ‘menunggangi’ suatu obrolan di medsos.

“Kita jangan lupa medsos menjadi hak masyarakat untuk bisa berbicara dan itu harus dilindungi,” ujar Fritz.

“Kalau itu sengaja diciptakan (konten hoaks/kampanye hitam) dan menurut saya itu kejahatan yang bisa kita tindak karena men-drive opini yang muncul di publik. Itu saya rasa pekerjaan rumah yang harus kita lihat supaya tidak terjadi kembali,” jelas dia.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan hampir 90 persen terdapat dugaan pelanggaran soal pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di masa kampanye pilkada.

Dalam pelanggaran tersebut, banyak masyarakat yang melaporkan foto-foto beberapa paslon yang melakukan kampanye dengan tidak menerapkan Prokes. Laporan itu juga disertai link-link ke sumber informasi tertentu.

“Laporan warga minta hal ini di ‘take down’ karena menurut mereka itu adalah kampanye negatif. Hal ini juga yang perlu kita siasati ke depannya dengan ‘guideline’ atau strategi yang jelas,” kata Fritz.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Bawaslu daerah untuk berani menindak tegas pasangan calon (paslon) yang kedapatan melanggar ketentuan protokol kesehatan saat kampanye.

Terdapat juga sejumlah pelanggaran lain seperti politik uang hingga netralitas ASN.

“Kita jaga betul supaya pemilu ini berkualitas dan dilaksanakan di tengah pandemi. Ini yang pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia. Kita adalah bagian dari sejarah ini, mungkin pemilu yang selanjutnya tidak akan seperti ini,” ujar Tito dalam webinar bertajuk Pilkada Berintegritas 2020, Selasa (20 Oktober 2020).

Tags: Bisnis indonesiaCobisniskampanyepilkadaPilkada Serentak 2020

Related Posts

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

by Hidayat Taufik
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa sistem pemilihan...

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya menyetujui penjualan chip AI Nvidia H200 ke China dengan ketentuan...

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Turkish Delight, atau dikenal sebagai lokum, adalah permen tradisional Turki yang sudah ada sejak abad ke-15. Permen...

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sultan Ahmed Mosque, yang dikenal dengan julukan Blue Mosque, adalah salah satu ikon paling terkenal di Istanbul,...

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik global kembali menguat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi potensi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

Pendaki Asal Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Pencarian

January 15, 2026
OJK

OJK Laporkan Temuan Fraud Dana Syariah Indonesia (DSI) ke Polisi

January 15, 2026
Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

January 15, 2026
Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

January 15, 2026
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved