JAKARTA, Cobisnis.com – setelah mengeluarkan peringatan darurat mengenai potensi ancaman yang tidak dijelaskan secara terperinci, Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengumumkan bahwa situasi di Riyadh telah kembali aman hanya beberapa menit.
“Peringatan telah dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Riyadh untuk memperingatkan adanya potensi bahaya,” kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Anadolu, Rabu (14/10/2026).
Sebelumnya, dalam peringatan awal, warga diminta segera menuju tempat aman terdekat dan tetap berada di dalam ruangan hingga ancaman dinyatakan berakhir.
Namun, beberapa menit kemudian, otoritas Pertahanan Sipil mengumumkan bahwa kondisi di Riyadh telah aman dan ancaman telah berlalu.
Meski demikian, warga tetap diminta mengikuti arahan pihak berwenang serta menghindari kegiatan berkumpul dan merekam situasi di sekitar lokasi.
Peringatan darurat di Riyadh dikeluarkan kurang dari satu jam setelah otoritas yang sama mengumumkan berakhirnya ancaman di Provinsi Timur Arab Saudi, yang sebelumnya juga menerima peringatan serupa.
Namun, Otoritas Saudi tidak mengungkapkan jenis ancaman yang memicu peringatan darurat di kedua wilayah tersebut.
Sebelumnya pada Selasa (13/10/2026), kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi jika koalisi pimpinan kerajaan tersebut melancarkan serangan terhadap posisi mereka di Sanaa.
Sasaran yang disebut Houthi meliputi kantor pusat perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Dammam, bandara utama Riyadh, serta kilang minyak Aramco di ibu kota Arab Saudi.













