• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

A 50 subject $20 dollar note sheet after being printed by an intaglio printing press at the US Bureau of Engraving and Printing in Washington, DC, US, on Tuesday, May 21, 2024. Money-market fund assets rose as elevated short-term rates continued to lure funds, even after recent economic data suggests the Federal Reserve could ease monetary policy this year. Photographer: Al Drago/Bloomberg via Getty Images

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak yang mengira setiap kali negara mencetak uang, harga barang pasti melonjak. Padahal, dalam ekonomi modern, cetak uang bukan sekadar menambah kertas di peredaran, tapi soal bagaimana kebijakan moneter dijalankan dengan hati-hati.

“Cetak uang” sekarang lebih sering berarti penambahan uang digital oleh bank sentral, bukan uang fisik. Mekanismenya bisa lewat pembelian obligasi negara, penurunan suku bunga, atau program quantitative easing (QE) yang menambah likuiditas di sistem keuangan.

Inflasi biasanya muncul kalau jumlah uang tumbuh jauh lebih cepat dibanding produksi barang dan jasa. Tapi kalau ekonomi lagi melambat, uang baru justru bisa bantu mendorong aktivitas tanpa bikin harga langsung naik.

Contohnya bisa dilihat saat pandemi COVID-19. Banyak negara menambah uang beredar untuk menopang ekonomi. Inflasi global baru terasa setelah pasokan barang terganggu dan permintaan melonjak saat ekonomi pulih.

Selama uang baru diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, industri, atau UMKM, dampaknya bisa positif. Perekonomian tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli masyarakat meningkat tanpa tekanan harga berlebihan.

Namun, kuncinya tetap ada pada koordinasi antara pemerintah dan bank sentral. Jumlah uang yang dilepas ke pasar harus bisa diserap kembali ketika ekonomi mulai memanas, agar tekanan inflasi tetap terkendali.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter sangat penting. Selama masyarakat yakin nilai uang stabil dan pengelolaan negara kredibel, lonjakan harga bisa dihindari meski uang baru beredar.

Contoh positif bisa dilihat di Jepang dan Amerika Serikat. Dua negara ini sudah lama menjalankan QE tanpa inflasi ekstrem, karena pertumbuhan ekonominya lambat, produktivitas tinggi, dan sistem keuangannya kuat.

Sebaliknya, kasus Venezuela dan Zimbabwe menunjukkan sisi lain. Uang dicetak besar-besaran untuk menutup defisit tanpa peningkatan produksi. Akibatnya, harga melonjak tajam, nilai mata uang anjlok, dan ekonomi ambruk.

Kesimpulannya, cetak uang bukan ancaman selama dilakukan dengan kontrol ketat. Negara bisa menambah uang beredar tanpa inflasi besar, asal seimbang antara pertumbuhan ekonomi, produksi, dan kepercayaan publik.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: Bank sentralCetak uangCobisnisEkonomiInflasiPebisnismuda

Related Posts

Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Sentuh Rp17.900

by Desti Dwi Natasya
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/10/2026), melanjutkan tekanan...

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

by Rizki Meirino
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menjalin kerja sama strategis dengan produsen bahan tambahan pangan asal Denmark,...

Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

by Rizki Meirino
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group bekerja sama dengan Satuan Tugas Kampung Nelayan Merah...

Jamkrindo Gandeng Hibank, Bidik Potensi Penjaminan Rp500 Miliar

Jamkrindo Gandeng Hibank, Bidik Potensi Penjaminan Rp500 Miliar

by Rizki Meirino
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperluas bisnis penjaminan melalui kerja sama dengan PT Bank Hibank...

Hani Kusumowardhani: Jangan Paksa Diri Mengikuti Standar Hidup Orang Lain

Hani Kusumowardhani: Jangan Paksa Diri Mengikuti Standar Hidup Orang Lain

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Melihat orang lain lebih sukses secara finansial kerap memicu keinginan untuk mencapai hal serupa. Namun, membandingkan pencapaian...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus OTT KPK di BNPB

Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus OTT KPK di BNPB

October 14, 2026
Usai Putusan MK, Denny Indrayana dkk Temui Pimpinan DPD

Usai Putusan MK, Denny Indrayana dkk Temui Pimpinan DPD

October 14, 2026
Bio Farma

Bio Farma dan 23 Century Medical Group Jajaki Kolaborasi Produk Berbasis Sel Punca dan Sekretom di Indonesia

October 14, 2026
Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

Chandra Asri Dukung Fasilitas Perikanan di 200 Titik Papua

October 14, 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Sentuh Rp17.900

October 15, 2026
OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

October 15, 2026
Serangan Houthi di Riyadh, Kemenhaj Belum Imbau Jemaah Tunda Umrah

Serangan Houthi di Riyadh, Kemenhaj Belum Imbau Jemaah Tunda Umrah

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved