• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Negara Bisa Cetak Uang Tanpa Picu Inflasi, Ini Penjelasan Ekonominya

A 50 subject $20 dollar note sheet after being printed by an intaglio printing press at the US Bureau of Engraving and Printing in Washington, DC, US, on Tuesday, May 21, 2024. Money-market fund assets rose as elevated short-term rates continued to lure funds, even after recent economic data suggests the Federal Reserve could ease monetary policy this year. Photographer: Al Drago/Bloomberg via Getty Images

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak yang mengira setiap kali negara mencetak uang, harga barang pasti melonjak. Padahal, dalam ekonomi modern, cetak uang bukan sekadar menambah kertas di peredaran, tapi soal bagaimana kebijakan moneter dijalankan dengan hati-hati.

“Cetak uang” sekarang lebih sering berarti penambahan uang digital oleh bank sentral, bukan uang fisik. Mekanismenya bisa lewat pembelian obligasi negara, penurunan suku bunga, atau program quantitative easing (QE) yang menambah likuiditas di sistem keuangan.

Inflasi biasanya muncul kalau jumlah uang tumbuh jauh lebih cepat dibanding produksi barang dan jasa. Tapi kalau ekonomi lagi melambat, uang baru justru bisa bantu mendorong aktivitas tanpa bikin harga langsung naik.

Contohnya bisa dilihat saat pandemi COVID-19. Banyak negara menambah uang beredar untuk menopang ekonomi. Inflasi global baru terasa setelah pasokan barang terganggu dan permintaan melonjak saat ekonomi pulih.

Selama uang baru diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, industri, atau UMKM, dampaknya bisa positif. Perekonomian tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli masyarakat meningkat tanpa tekanan harga berlebihan.

Namun, kuncinya tetap ada pada koordinasi antara pemerintah dan bank sentral. Jumlah uang yang dilepas ke pasar harus bisa diserap kembali ketika ekonomi mulai memanas, agar tekanan inflasi tetap terkendali.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap kebijakan moneter sangat penting. Selama masyarakat yakin nilai uang stabil dan pengelolaan negara kredibel, lonjakan harga bisa dihindari meski uang baru beredar.

Contoh positif bisa dilihat di Jepang dan Amerika Serikat. Dua negara ini sudah lama menjalankan QE tanpa inflasi ekstrem, karena pertumbuhan ekonominya lambat, produktivitas tinggi, dan sistem keuangannya kuat.

Sebaliknya, kasus Venezuela dan Zimbabwe menunjukkan sisi lain. Uang dicetak besar-besaran untuk menutup defisit tanpa peningkatan produksi. Akibatnya, harga melonjak tajam, nilai mata uang anjlok, dan ekonomi ambruk.

Kesimpulannya, cetak uang bukan ancaman selama dilakukan dengan kontrol ketat. Negara bisa menambah uang beredar tanpa inflasi besar, asal seimbang antara pertumbuhan ekonomi, produksi, dan kepercayaan publik.

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download redmi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
Tags: Bank sentralCetak uangCobisnisEkonomiInflasiPebisnismuda

Related Posts

Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ekonomi Thailand diproyeksikan mengalami perlambatan serius pada 2026 dengan tingkat pertumbuhan terendah dalam hampir tiga dekade terakhir....

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi penembakan terjadi di luar sebuah gereja Mormon di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, saat upacara...

KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan logistik yang solid selama periode libur Natal dan Tahun...

Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menuntaskan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan...

Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chen Zhi, buronan paling dicari di Asia yang diduga menjadi dalang jaringan penipuan global, ditangkap di Kamboja...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Pak Purbaya: Beli Rumah Baru Tahun 2026, PPN Ditanggung Pemerintah 100 Persen

January 8, 2026
Prediksi Gila tapi Masuk Akal: Skenario Pasar Saham di 2026

Akhirnya Pecah! IHSG Resmi Sentuh Level 9.000

January 8, 2026
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI

January 8, 2026
Viral Penyalahgunaan Data Penumpang, KAI Services Minta Maaf

Viral Penyalahgunaan Data Penumpang, KAI Services Minta Maaf

January 8, 2026
Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

January 9, 2026
Raih Penghargaan IMHA, DADA Tbk Tegaskan Komitmen pada Kualitas dan Nilai Investasi

Raih Penghargaan IMHA, DADA Tbk Tegaskan Komitmen pada Kualitas dan Nilai Investasi

January 9, 2026
Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

January 9, 2026
Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

January 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved