JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Perhubungan menyiapkan langkah pengendalian lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 dengan fokus pada pengurangan hambatan samping jalan.
Pengendalian dilakukan melalui antisipasi pasar tumpah serta pembatasan operasional transportasi tradisional seperti becak dan delman di sejumlah titik rawan kemacetan.
Kebijakan ini diambil karena aktivitas perdagangan musiman dan kendaraan non-motor kerap mempersempit ruas jalan nasional, terutama di jalur utama mudik yang mengalami lonjakan kendaraan.
Titik kemacetan akibat pasar tumpah dipetakan di berbagai wilayah, meliputi 4 lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, 6 lokasi di DI Yogyakarta, dan 9 lokasi di Jawa Timur.
Wilayah tersebut merupakan jalur utama pergerakan pemudik dari kawasan perkotaan menuju daerah tujuan di Pulau Jawa yang mengalami peningkatan mobilitas signifikan setiap Lebaran.
Selain arus mudik, kepadatan lalu lintas juga diprediksi meningkat menuju kawasan wisata. Lonjakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran saat masyarakat mulai berwisata bersama keluarga.
Provinsi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur diperkirakan mengalami peningkatan pergerakan wisatawan domestik secara signifikan.
Pengelolaan arus lalu lintas terpadu dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju destinasi wisata serta mencegah kemacetan di kawasan wisata populer.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyediakan 401 unit bus dengan kapasitas 15.834 penumpang untuk arus mudik dan balik.
Program mudik gratis tersebut melayani 34 kota tujuan di 10 provinsi, termasuk Palembang, Lampung, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Surabaya dan Malang.
Untuk arus balik, keberangkatan direncanakan dari 12 kota di delapan provinsi, guna memastikan pemudik dapat kembali ke kota asal dengan aman dan terorganisir.
Selain bus, pemerintah juga menyiapkan 8 unit truk pengangkut sepeda motor dengan kapasitas 240 unit guna mengurangi risiko kecelakaan bagi pemudik roda dua.
Pengaturan lalu lintas dan penyediaan transportasi massal menjadi strategi penting dalam menjaga kelancaran arus mudik sekaligus menekan angka kecelakaan dan kepadatan kendaraan di jalur nasional.
Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah menyeimbangkan tradisi mudik Lebaran dengan kebutuhan keselamatan, kelancaran transportasi, dan ketertiban aktivitas ekonomi musiman di sepanjang jalur perjalanan.













