• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, May 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Dampak Konflik Global, Harga Bahan Tekstil Melonjak dan Tekan Industri Dalam Negeri

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 8, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Dampak Konflik Global, Harga Bahan Tekstil Melonjak dan Tekan Industri Dalam Negeri

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga bahan baku tekstil melonjak hingga 40% dalam dua pekan terakhir, memicu potensi kenaikan harga pakaian di pasar ritel dalam waktu dekat.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh sekitar US$ 110 per barel. Kondisi geopolitik global ikut mendorong biaya produksi industri tekstil meningkat signifikan.

Salah satu bahan baku utama, paraxylene, kini berada di kisaran US$ 1.300 per ton. Angka ini menunjukkan kenaikan tajam dalam waktu singkat dan memberi tekanan besar pada industri hulu.

Dampak kenaikan ini tidak langsung terasa di konsumen, namun bergerak secara bertahap. Dalam satu minggu, kenaikan akan menyentuh produsen kain, lalu berlanjut ke industri pakaian jadi dalam dua minggu berikutnya.

Efek domino tersebut diperkirakan akan sampai ke sektor ritel dalam waktu sekitar tiga minggu. Artinya, harga pakaian di pasaran berpotensi mengalami penyesuaian secara bertahap.

Kenaikan harga di tingkat ritel diperkirakan bisa mencapai hingga 10%. Hal ini terjadi karena pelaku usaha harus menyesuaikan biaya produksi yang meningkat.

Di sisi lain, pasokan bahan baku dalam negeri sebenarnya masih tersedia. Namun, harga yang tinggi membuat daya saing produk menjadi tertekan, terutama dibandingkan produk impor.

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya tingkat utilisasi industri. Produsen polyester nasional masih beroperasi di bawah 40%, sementara rayon sekitar 70%.

Banyak pelaku industri memilih membatasi produksi dan hanya melayani pelanggan tetap. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas operasional di tengah tekanan pasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri tekstil juga menghadapi tantangan dari meningkatnya produk impor. Kondisi ini berdampak pada penurunan daya saing industri lokal.

Situasi tersebut bahkan memicu penutupan puluhan pabrik dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menjadi sinyal melemahnya struktur industri tekstil dalam negeri.

Secara keseluruhan, kenaikan bahan baku tidak hanya berdampak pada harga pakaian, tetapi juga memperlihatkan tekanan struktural dalam industri. Tanpa penyesuaian kebijakan dan penguatan sektor hulu, tekanan ini berpotensi berlanjut.

Tags: CobisnisEkonomi globalHarga BajuHeadlineImporIndustri ritelPebisnismudaTekstil

Related Posts

Sysmex Indonesia Dorong Deteksi Dini Talasemia di Indonesia

Sysmex Indonesia Dorong Deteksi Dini Talasemia di Indonesia

by Rizki Meirino
May 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sysmex Indonesia memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong deteksi dini talasemia di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena...

Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp18,1 Triliun per April 2026

Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp18,1 Triliun per April 2026

by Rizki Meirino
May 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri mencatat laba bersih sebesar Rp18,1 triliun hingga April 2026. Angka tersebut tumbuh 18,9 persen secara...

IFG Youth Runner 2026 Dorong Atlet Muda di Labuan Bajo

IFG Youth Runner 2026 Dorong Atlet Muda di Labuan Bajo

by Rizki Meirino
May 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – IFG Life kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program IFG Youth Runner 2026 di...

Toko Roti Tertua di Indonesia Sudah Berdiri sejak 1881, Ini Daftar Lengkapnya

Toko Roti Tertua di Indonesia Sudah Berdiri sejak 1881, Ini Daftar Lengkapnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Toko roti legendaris masih punya tempat spesial di hati banyak orang Indonesia. Meski bakery modern terus bermunculan,...

Fenomena Blue Moon Ramai di Media Sosial, BRIN Sebut Terjadi Akhir Mei 2026

Fenomena Blue Moon Ramai di Media Sosial, BRIN Sebut Terjadi Akhir Mei 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Media sosial ramai membahas fenomena blue moon yang disebut akan muncul pada 31 Mei 2026. Unggahan soal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

May 25, 2026
Tokoh Antikorupsi Ajukan Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim

Tokoh Antikorupsi Ajukan Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim

May 25, 2026
GAPKI

GAPKI: Masa Depan Sawit Indonesia Dibangun dengan Inovasi dan Kolaborasi

May 25, 2026
Sysmex Indonesia Dorong Deteksi Dini Talasemia di Indonesia

Sysmex Indonesia Dorong Deteksi Dini Talasemia di Indonesia

May 26, 2026
AFTECH dan Jalin Dorong Ketahanan Sistem Pembayaran dari Ancaman AI Fraud

AFTECH dan Jalin Dorong Ketahanan Sistem Pembayaran dari Ancaman AI Fraud

May 26, 2026
i3L Resmi Bertransformasi Menjadi i3L University

DPLK IFG Life Raih Penghargaan Pertumbuhan Aset Terbesar 2025

May 26, 2026
i3L Resmi Bertransformasi Menjadi i3L University

i3L Resmi Bertransformasi Menjadi i3L University

May 26, 2026
Masjid Istiqlal Umumkan Tata Tertib dan Akses Gerbang Salat Idul Adha 2026

Masjid Istiqlal Umumkan Tata Tertib dan Akses Gerbang Salat Idul Adha 2026

May 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved