• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, June 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Otomotif

Mobil Kompak Bertenaga Surya Dorong Revolusi Kendaraan Listrik Di Tunisia

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 30, 2026
in Otomotif
0
Mobil Kompak Bertenaga Surya Dorong Revolusi Kendaraan Listrik Di Tunisia

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Afrika terus melaju pesat dan diproyeksikan mencapai nilai US$4,2 miliar pada 2030, lebih dari dua kali lipat dibandingkan saat ini. Namun, sebagian besar EV masih bergantung pada listrik jaringan yang berasal dari campuran energi terbarukan dan bahan bakar fosil. Di tengah tantangan itu, sebuah startup asal Tunisia menghadirkan solusi berbeda dengan memanfaatkan salah satu sumber daya alam terbesar Afrika: sinar matahari.

Bako Motors, startup Tunisia yang berdiri pada 2021, mengembangkan mobil kompak dan van kargo listrik dengan panel surya di bagian atap. Meski tetap dilengkapi baterai lithium yang dapat diisi ulang melalui colokan listrik rumah atau stasiun pengisian, panel surya memungkinkan pengisian langsung ke baterai menggunakan energi gratis dari matahari. Hingga kini, perusahaan telah memproduksi sekitar 100 kendaraan dan berencana meningkatkan skala produksi serta ekspor dalam setahun ke depan.

“Sel surya mampu memenuhi lebih dari 50% kebutuhan energi kami,” ujar pendiri sekaligus CEO Bako Motors, Boubaker Siala. Ia mencontohkan, untuk B-Van yang ditujukan bagi kebutuhan komersial, energi gratis dari matahari dapat menopang jarak tempuh sekitar 50 kilometer per hari atau setara 17.000 kilometer per tahun.

Awalnya, Bako Motors memproduksi kendaraan kargo roda tiga sebelum beralih ke model roda empat. Salah satu produknya adalah B-Van, kendaraan logistik untuk pengiriman jarak dekat yang mampu mengangkut beban hingga 400 kilogram dengan jarak tempuh 100–300 kilometer. Harga B-Van dibanderol mulai 24.990 dinar Tunisia atau sekitar US$8.500. Produk lainnya, Bee, merupakan mobil mungil dua kursi dengan jarak tempuh 70–120 kilometer dan kecepatan maksimum 45 km/jam, yang dirancang untuk perjalanan harian di dalam kota, dengan harga mulai 18.264 dinar Tunisia atau sekitar US$6.200.

Chief Operating Officer Bako Motors, Khaled Habaieb, mengatakan perusahaan juga tengah merancang model ketiga bernama X-Van, yang dapat mengangkut dua penumpang dengan ruang kargo lebih luas. Ia menambahkan, lebih dari 40% komponen kendaraan dipasok secara lokal, termasuk baterai lithium iron phosphate dan baja, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja di Tunisia.

Secara global, pengembangan mobil listrik bertenaga surya juga dilakukan oleh startup lain seperti Aptera Motors di Amerika Serikat, meski dengan harga yang jauh lebih tinggi. Bako Motors berupaya mengisi celah pasar Afrika dengan menghadirkan kendaraan listrik yang terjangkau namun fungsional. Di Afrika sendiri, pemain e-mobilitas lain seperti BasiGo dengan armada bus listriknya dan Spiro dengan sepeda motor listrik telah lebih dulu berkembang, namun Bako Motors menonjol berkat pemanfaatan panel surya.

Pengamat dari Africa E-Mobility Alliance, Bob Wesonga, menilai konsep ini mampu mengurangi kekhawatiran jarak tempuh yang kerap menghambat adopsi EV. Ia menekankan bahwa kebutuhan transportasi di Afrika sangat beragam, sehingga produksi lokal menjadi kunci agar kendaraan sesuai dengan kondisi infrastruktur setempat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat ini Bako Motors masih berskala kecil, namun perusahaan telah mulai membangun pabrik kedua yang lebih besar di Tunisia dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. Pabrik tersebut diharapkan mampu memproduksi hingga 8.000 kendaraan per tahun untuk pasar Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Siala optimistis, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, transisi mobilitas listrik akan mencapai puncaknya, sehingga kendaraan listrik yang terjangkau dan berkualitas menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Afrika.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: cobisnis.comEnergiSuryaMobilListrikStartupAfrika

Related Posts

Piala Dunia 2026: Belanda Gilas Swedia 5-1, Kokoh di Puncak Grup F

Piala Dunia 2026: Belanda Gilas Swedia 5-1, Kokoh di Puncak Grup F

by Hidayat Taufik
June 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Belanda menunjukkan permainan dominan saat menghadapi Swedia pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan...

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Belanda akan menghadapi laga penting saat bertemu Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026,...

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, melangkah ke final Macau Open 2026....

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa aturan dalam Undang-Undang Perkawinan tidak melarang istri ikut mencari nafkah untuk keluarga....

Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Indonesia menempati posisi teratas dalam tingkat kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian. Temuan itu berasal dari survei global...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Daftar Lengkap Pemain Swedia di Piala Dunia 2026

Daftar Lengkap Pemain Swedia di Piala Dunia 2026

May 13, 2026
Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

June 20, 2026
Piala Dunia 2026: Belanda Gilas Swedia 5-1, Kokoh di Puncak Grup F

Piala Dunia 2026: Belanda Gilas Swedia 5-1, Kokoh di Puncak Grup F

June 21, 2026
Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

June 20, 2026
Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

June 20, 2026
Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

June 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved