JAKARTA, Cobisnis.com – Bagi sebagian orang yang suka minum kopi di pagi hari merasa terbantu karena kopi, bisa membantu memperlancar buang air besar. Tapi, benarkah seperti itu?
Dijelaskan ahli gastroenterologi Rosario Ligresti, MD, mengatakan pagi hari memang waktu yang optimal untuk minum kopi guna melancarkan buang air besar. Meskipun tidak ada waktu pasti untuk minum kopi sebelum ke kamar mandi, penelitian dan para ahli sepakat bahwa pagi hari adalah waktu yang ideal.
“Waktu ini memanfaatkan ritme sirkadian alami tubuh, karena usus besar paling aktif dan siap untuk buang air besar dalam beberapa jam pertama setelah bangun tidur,” ungkap Ligresti dilansir dari eatingwell, Minggu (27/9/2026).
Ritme sirkadian adalah jam internal tubuh. Ritme ini mengatur jadwal bangun dan tidur, serta saluran pencernaan. Kontraksi usus besar meningkat di pagi hari dan melambat di malam hari, mirip dengan bagaimana kebanyakan dari kita merasa waspada di siang hari dan mengantuk di malam hari.
“Minum kopi selama periode ini bertindak sebagai stimulan tambahan yang ampuh, bekerja secara sinergis dengan proses alami tubuh Anda,” tambah Ligresti.
Sementara, ahli gastroenterologi Kiran Sachdev, MD menambahkan, kopi juga memicu refleks gastrokolik, sebuah proses alami di mana makan atau minum menyebabkan gelombang kontraksi untuk menggerakkan tinja menuju rektum. Pada dasarnya, refleks ini adalah suara internal tubuh yang memberi tahu bahwa “Saya harus buang air besar!” Refleks ini paling kuat di pagi hari.
Mengonsumsi kopi bersamaan dengan sarapan dapat membantu memicu refleks gastrokolik. Jadi, jika kopi saja tidak cukup, cobalah meminumnya bersamaan dengan sarapan.
Sachdev juga menyarankan untuk menghindari kopi saat perut kosong, karena dapat menyebabkan refluks, kembung, atau diare bagi sebagian orang, sehingga sebaiknya dinikmati bersamaan atau tepat setelah makan. Minum kopi di pagi hari membantu melatih tubuh untuk mengetahui apa yang diharapkan.
“Usus kamu akan merespons paling baik terhadap rutinitas, jadi berikan diri kamu waktu di pagi hari untuk menikmati kopi agar mendapatkan efek terbesar,” katanya.
Lebih lanjut, Amanda Sauceda, MS, RD mengungkapkan, selain itu, minum kopi di pagi hari tidak akan mengganggu tidur, sedangkan minum kopi di siang hari dapat mengganggu ritme sirkadian.
Jadi, mengapa kopi membuat seseorang ingin buang air besar?
Kafein adalah stimulan yang tidak hanya membangunkan sistem saraf pusat tetapi juga meningkatkan kontraksi otot di usus, membantu melancarkan proses pencernaan. Kafein bertindak seperti pencahar alami, merangsang pergerakan usus. Bahkan, kopi berkafein memiliki efek yang lebih besar, meningkatkan stimulasi usus besar hampir 25 persen lebih banyak daripada kopi tanpa kafein dan 60 persen lebih banyak daripada air putih.
“Baik kopi yang mengandung kafein maupun kopi tanpa kafein merangsang produksi asam lambung, yang juga dapat membantu melepaskan hormon pencernaan (seperti gastrin, motilin, dan CCK), yang berperan dalam meningkatkan motilitas dan aktivitas usus besar. Peningkatan asam lambung membantu mendorong makanan melewati saluran pencernaan.”
“Kopi juga mengandung senyawa lain yang dapat melancarkan buang air besar. Kopi sendiri mengandung ratusan senyawa, termasuk asam klorogenik dan melanoidin, yang secara langsung merangsang aktivitas motorik usus besar,” jelas Ligresti.













