• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Menperin Agus Gumiwang Percepat Target NZE Industri dengan Tekan Limbah dan Emisi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 13, 2023
in Ekonomi Bisnis
0
Kemenperin Apresiasi Panasonic Ekspor AC Perdana ke Vietnam

JAKARTA,Cobisnis.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan strategi yang digunakan untuk mempercepat target net zero emission (NZE) di sektor industri yakni dengan meminimalkan komponen limbah industri dan menekan emisi dari penggunaan energi.

“Salah satu langkah untuk mempercepat target Net Zero Emissions (NZE) adalah dengan meminimalkan komponen limbah industri dan IPPU (Industrial Process and Product Use) di industri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat, 13 Oktober.

Kemenperin mencatat saat ini sektor industri berkontribusi sekitar 15-20 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional.

Untuk itu, Kemenperin fokus menjalankan strategi dekarbonisasi di sektor industri dengan merangkul para pemangku kepentingan terkait.

Bila dilihat dari sumber emisinya, 60 persen berasal dari penggunaan energi, sedangkan 25 persen emisi dari limbah industri, dan 15 persen berasal dari IPPU.

Agus mengungkapkan, emisi yang dominan berasal dari penggunaan energi akan terus ditekan jumlahnya dengan meningkatkan sinergi dengan Kementerian/Lembaga lain, serta stakeholder yang berperan penting dalam penyediaan sumber energi yang bersih.

Hal itu lantaran sejumlah subsektor industri, misalnya alat transportasi, memiliki emisi siklus hidup (Life Cycle Emissions) yang cukup tinggi.

Life Cycle Emissions menunjukkan jumlah total gas rumah kaca dan partikel yang dikeluarkan selama siklus hidup kendaraan mulai dari produksi hingga penggunaan dan pembuangan (disposal).

Agus memberikan perbandingan, berdasarkan studi Polestar dan Rivian tahun 2021 di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Pasifik yang dilaporkan pada Polestar and Rivian Pathway Report (2023), selama siklus hidupnya, emisi yang dihasilkan kendaraan listrik lebih rendah, yaitu 39 tonnes of carbon dioxide equivalent (tCO2e), dibandingkan kendaraan listrik hybrid (HEV) sebesar 47 tCO2e, dan kendaraan konvensional atau internal combustion engine (ICE) yang mencapai 55 tCO2e.

Tingginya Life Cycle Emissions kendaraan konvensional dan kendaraan listrik hybrid terutama berasal dari faktor emisi gas buang saat pemakaian (tailpipe emissions), masing-masing sebesar 32 tCO2e (57 persen) dan 24 tCO2e (51 persen). Sedangkan, pada kendaraan listrik, faktor produksi energi listrik menjadi faktor utama penghasil emisi, yaitu 26 tCO2e (66,7 persen).

Jejak karbon juga terdapat pada produksi baterai kendaraan listrik BEV dan kendaraan listrik hybrid, masing-masing 5 tCO2e dan 1 tCO2e.

Produksi baterai dan komponen lainnya tersebut memerlukan mineral tambang dan energi yang signifikan.

Namun demikian, saat ini telah berkembang inovasi dan perbaikan dalam rantai pasok baterai dan teknologi pengemasan untuk mengurangi dampak ini.

Selama pemakaian, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang karena menggunakan motor listrik dan baterai sebagai penggeraknya.

Sedangkan kendaraan konvensional menghasilkan emisi langsung dari proses pembakaran BBM tergantung pada jenis dan kualitas bahan bakar yang digunakan (misalnya, bensin atau diesel) dan efisiensi mesin.

Namun, penting untuk dicatat bahwa dampak emisi selama siklus hidup kendaraan sangat dipengaruhi oleh sumber energi listrik yang digunakan.

Emisi kendaraan listrik akan jauh lebih rendah jika energi listrik yang digunakan untuk proses produksi dan saat mengisi baterai berasal dari energi bersih yang ramah lingkungan.

“Sehingga, harapannya dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat membantu mengurangi penggunaan fase emisi pada BEV,” jelas Menperin.

Secara umum, strategi dekarbonisasi di sektor industri terdiri atas pemanfaatan teknologi hemat energi dan rendah emisi, penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), efisiensi energi, air, dan bahan baku, juga manajemen limbah dan ekonomi sirkular.

“Kami juga mendorong sektor industri untuk lebih proaktif, sehingga pencapaian target NZE di sektor industri harus bisa tercapai pada tahun 2050, atau 10 tahun lebih cepat dari target NZE nasional pada tahun 2060,” kata Menperin.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: agus gumiwangcobisnis.commenperinTarget NZE

Related Posts

Auto Draft

Wisata Sejarah Tiruan Semakin Diminati di China Meski Bukan Bangunan Asli

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China terus mengembangkan destinasi wisata bergaya sejarah untuk menarik lebih banyak pengunjung domestik. Menariknya, banyak lokasi tersebut...

Auto Draft

Franco Baresi Tutup Usia pada 66 Tahun, AC Milan Berduka

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada...

Auto Draft

FIFA Batalkan Rencana Investasi Piala Dunia US$20 Miliar Setelah Tuai Penolakan

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – FIFA resmi membatalkan rencana investasi senilai US$20 miliar untuk turnamen Piala Dunia. Keputusan itu muncul setelah proposal...

Auto Draft

Anak Richard Gere dan Cindy Crawford Bertemu dalam Proyek Akting Perdana Bersama

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Putra aktor Richard Gere, Homer Gere, dan putri supermodel Cindy Crawford, Kaia Gerber, bekerja sama dalam sebuah...

Pertamina Beberkan Alasan Harga Pertamax Cs Turun Mulai 1 Agustus 2026

Pertamina Beberkan Alasan Harga Pertamax Cs Turun Mulai 1 Agustus 2026

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik penurunan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

August 1, 2026
Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

August 1, 2026
FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

August 1, 2026
IFG Life Dukung Danantara Housing Expo 2026 Lewat Asuransi Jiwa Kredit

Yuri SNSD Tinggalkan SM Entertainment Setelah 19 Tahun Berkarier

August 1, 2026
Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran, Wartawan Foto Siap Unjuk Gigi di Mancing Seru Sekali “Maruli 3” 2026

Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran, Wartawan Foto Siap Unjuk Gigi di Mancing Seru Sekali “Maruli 3” 2026

August 2, 2026
Auto Draft

Wisata Sejarah Tiruan Semakin Diminati di China Meski Bukan Bangunan Asli

August 1, 2026
Auto Draft

Franco Baresi Tutup Usia pada 66 Tahun, AC Milan Berduka

August 1, 2026
Auto Draft

FIFA Batalkan Rencana Investasi Piala Dunia US$20 Miliar Setelah Tuai Penolakan

August 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved