• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, November 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 29, 2026
in Nasional
0
Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi menjalankan program Magang Nasional batch 2 angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos seleksi dan akan menjalani program selama enam bulan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan baru perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja.

Peserta juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui pengalaman di kementerian, lembaga, maupun sektor industri.

“Program magang nasional hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio. Inilah salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan talenta-talenta unggul di masa yang akan datang,” ujar Yassierli, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026).

Dengan dimulainya batch 2 angkatan II, jumlah peserta Magang Nasional angkatan II secara keseluruhan kini mencapai 87.122 orang.

Pemerintah selanjutnya menyiapkan Magang Nasional batch 3 pada akhir 2026. Program tersebut ditargetkan membawa jumlah peserta angkatan II menjadi 150.000 orang.

Yassierli menegaskan program Magang Nasional ditujukan untuk meningkatkan kompetensi peserta, bukan menggantikan tenaga kerja reguler di perusahaan.

Karena itu, Kemenaker akan melakukan pengawasan terhadap hak dan beban kerja peserta selama mengikuti program. Peserta juga tidak diperbolehkan menjalani jam kerja berlebihan maupun bekerja pada shift malam.

“Pemagangan ini skemanya adalah peningkatan kompetensi, bukan untuk menggantikan pekerja yang ada. Pengawasannya ketat, peserta magang tidak boleh dibebani jam kerja berlebih, tidak boleh bekerja pada shift malam, dan seluruh tugas yang diberikan harus sesuai dengan koridor pembelajaran,” kata Yassierli.

Peserta diminta memanfaatkan masa magang untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kemampuan diri, serta memperkuat portofolio. Hal tersebut dinilai penting di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat.

“Formula sukses magang itu adalah learn, belajar cepat, contribute, dan be different. Saya sering mengatakan be different, karena perusahaan itu mau merekrut kita kalau adik-adik memberikan nilai tambah (giving value), memberikan significant value kepada perusahaan,” kata Yassierli.

Selain memperoleh uang saku yang nilainya setara upah minimum kabupaten/kota, peserta Magang Nasional mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Peserta juga mendapatkan fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) sesuai PMK 6/2026.

Fasilitas PPh Pasal 21 DTP diberikan atas penghasilan bruto peserta yang berasal dari bantuan pemerintah berupa uang saku atau imbalan sejenis.

Fasilitas tersebut juga mencakup iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan yang dibayarkan atau terutang pemerintah. Selain itu, penghasilan lain dalam bentuk apa pun yang dibayarkan atau terutang pemerintah kepada peserta magang juga termasuk dalam fasilitas tersebut.

Untuk mendapatkan fasilitas PPh Pasal 21 DTP, peserta harus memenuhi tiga persyaratan.

Pertama, peserta memiliki NPWP dan/atau NIK yang telah terintegrasi dengan sistem administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kedua, peserta merupakan bagian dari program yang diatur dalam peraturan mengenai pedoman pemberian bantuan pemerintah untuk program pemagangan lulusan perguruan tinggi.

Ketiga, peserta tidak sedang menerima insentif PPh Pasal 21 DTP lainnya berdasarkan ketentuan perpajakan.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download lava firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: BPJS Ketenagakerjaancobisnis.comFresh GraduatekemenakerMagang NasionalPMK 6/2026PPh 21 DTPprogram magang

Related Posts

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi kuku ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan penampilan. Perubahan warna, munculnya garis, hingga tekstur yang...

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

Indonesia Pilih TC, Malaysia dan Vietnam Siapkan Laga FIFA Matchday

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Indonesia, Malaysia, dan Vietnam memiliki agenda berbeda dalam menyambut FIFA Matchday November 2026 yang berlangsung pada...

Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

Diduga Skenario Pemakzulan Prabowo Sudah Disiapkan, Penggantinya Terungkap?

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dugaan keberadaan kabinet bayangan Merah Putih mencuat setelah seorang narasumber mengungkap adanya dua sosok yang disebut telah...

Trump Dapat Tekanan untuk Serang Iran Sebelum Kongres Baru Bertugas

Trump Dapat Tekanan untuk Serang Iran Sebelum Kongres Baru Bertugas

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mendorong agar Washington segera melancarkan operasi militer berskala besar...

Menhan Sjafrie Tekankan Pentingnya Kewaspadaan di Tengah Perkembangan Situasi

Menhan Sjafrie Tekankan Pentingnya Kewaspadaan di Tengah Perkembangan Situasi

by Hidayat Taufik
November 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta para jenderal di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perkembangan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tangis Fitrah Maulana Usai Blunder, Bangga Bawa Persib Lolos

Ancol Gratiskan Tiket Masuk hingga 12 November 2026, Ini Caranya

November 7, 2026
Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

Berantas Calo Haji, Kemenhaj Dukung Aturan Tegas Pemerintah Arab Saudi

November 7, 2026
Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

November 7, 2026
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz

Trump Hentikan Bantuan Militer Rp66 Triliun ke Israel, Netanyahu Merespons

November 7, 2026
Ingin Mobil Hybrid Lebih Hemat BBM? Perhatikan Teknik Akselerasi

Ingin Mobil Hybrid Lebih Hemat BBM? Perhatikan Teknik Akselerasi

November 8, 2026
Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

Perubahan Kondisi Kuku Bisa Ungkap Gangguan Kesehatan, Ini Tandanya

November 8, 2026
Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot

Gadi Eisenkot ditunjuk Presiden Israel Isaac Herzog Bentuk Pemerintahan Baru

November 8, 2026
5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

5 Hal yang Harus diperhatikan saat Beli Makanan Kemasan Tinggi Protein

November 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved