• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Trump Ingin Mengambil Alih Greenland

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Mengapa Trump Ingin Mengambil Alih Greenland

JAKARTA, Cobisnis.com – Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperluas pengaruh global kini mengarah ke wilayah Arktik. Setelah mengklaim keberhasilan besar di Venezuela, Trump disebut mulai serius mengincar Greenland wilayah otonom Denmark yang selama ini dianggap aman dari ambisi ekspansionis AS.

Jika pada masa jabatan pertamanya wacana pembelian Greenland kerap dianggap lelucon atau sekadar provokasi politik, situasinya kini berubah drastis. Para pemimpin Eropa tidak lagi menertawakan gagasan tersebut. Mereka justru menyatakan kekhawatiran serius, terutama setelah pemerintahan Trump menolak secara tegas untuk menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer.

Trump berdalih bahwa penguasaan Greenland diperlukan demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Secara geografis dan strategis, argumen ini memiliki dasar. Greenland sejak lama menjadi titik penting di Atlantik Utara. Pada Perang Dunia II, wilayah ini dikenal melalui “Greenland Air Gap,” jalur laut strategis yang pernah menjadi medan pertempuran sengit kapal selam Nazi. Hingga kini, pangkalan militer AS di Greenland berperan penting dalam sistem peringatan dini rudal Amerika.

Selain nilai militernya, Greenland juga semakin penting secara geopolitik seiring mencairnya es Arktik. Perubahan iklim membuka jalur pelayaran baru dan mempermudah akses terhadap cadangan minyak, gas, serta mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi dan persenjataan modern. China dan Rusia telah lama memandang kawasan ini sebagai wilayah strategis masa depan.

Namun, para pengamat menilai alasan keamanan Trump tidak sepenuhnya konsisten. Greenland adalah wilayah semi-otonom dari negara anggota NATO, Denmark, yang memiliki perjanjian pertahanan dengan AS. Amerika Serikat secara hukum sudah memiliki keleluasaan besar untuk memperkuat kehadiran militernya di sana tanpa harus mengambil alih kedaulatan wilayah tersebut.

Baik pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland juga telah menyatakan keterbukaan untuk kerja sama ekonomi dan eksplorasi sumber daya alam, termasuk mineral tanah jarang. Meski demikian, tidak ada indikasi Trump tertarik pada kemitraan. Sebaliknya, sikap Gedung Putih dinilai semakin mencerminkan pola pikir imperialistik, dengan simbol-simbol nasionalisme ekstrem yang menegaskan klaim kepemilikan penuh.

Kekhawatiran Eropa meningkat setelah Trump secara terbuka menyebut dirinya “menjalankan” Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Langkah itu dipandang sebagai pergeseran dari retorika ke praktik nyata intervensi terhadap negara berdaulat. Jika pendekatan serupa diterapkan pada Greenland, dampaknya dinilai akan menghancurkan NATO dan tatanan keamanan Barat pasca-Perang Dunia II.

Para pemimpin Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Polandia, dan Spanyol bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa “Greenland adalah milik rakyatnya.” Kanada pun mengirim delegasi tingkat tinggi sebagai sinyal dukungan. Frederiksen bahkan memperingatkan bahwa upaya AS merebut Greenland dengan paksa akan menjadi akhir dari aliansi NATO.

Meski skenario invasi militer masih dianggap ekstrem, ketimpangan kekuatan antara AS dan Eropa memberi Trump posisi tawar yang besar. Ketergantungan Eropa pada perlindungan militer Amerika membuat respons mereka cenderung berhati-hati.

Secara hukum dan politik, pembelian Greenland juga bukan perkara sederhana. Diperlukan persetujuan Kongres AS, ratifikasi Uni Eropa, serta negosiasi kompleks dengan Denmark dan rakyat Greenland sendiri. Biaya akuisisi pun diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS angka yang sulit diterima publik Amerika di tengah tekanan biaya hidup.

Sejumlah tokoh militer dan diplomat AS menyerukan agar krisis ini diselesaikan melalui diplomasi, bukan konfrontasi. Namun, dengan Gedung Putih yang semakin agresif setelah operasi di Venezuela, banyak pihak di Eropa kini memandang ancaman terhadap Greenland sebagai sesuatu yang nyata, bukan lagi sekadar retorika politik.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comDonal TrumpGreenlandnato

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved