• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Tapir Masuk Kampung? Pakar Sebut Habitat Rusak dan Ruang Jelajah Menyempit

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 8, 2026
in News
0
Mengapa Tapir Masuk Kampung? Pakar Sebut Habitat Rusak dan Ruang Jelajah Menyempit

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus penyembelihan seekor tapir di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, memicu perhatian publik. Satwa dilindungi itu diduga dibunuh enam warga dengan alasan untuk dikonsumsi.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena tapir merupakan satwa langka yang berstatus terancam punah. Populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat, perburuan, dan konflik dengan manusia.

Ketua Konsorsium Biologi Indonesia sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof Budi Setiadi Daryono, menegaskan pembunuhan Tapirus indicus merupakan pelanggaran hukum sekaligus kemunduran bagi upaya konservasi. Menurutnya, hilangnya satu individu tapir berarti mengurangi peluang regenerasi populasi yang sudah berada dalam tekanan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu Lampung menjelaskan kawasan Mesuji masih termasuk habitat alami tapir. Kepala Unit Polisi Kehutanan BKSDA Bengkulu Lampung, M Husen, mengatakan masyarakat setempat juga cukup sering menjumpai satwa tersebut.

Pakar Konservasi IPB University Abdul Haris Mustari menilai kemunculan tapir di dekat permukiman menjadi sinyal terganggunya ekosistem hutan. Alih fungsi lahan membuat ruang jelajah tapir semakin sempit sehingga satwa terdorong mencari makanan ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Mustari menambahkan tapir memiliki peran penting sebagai penyebar biji di hutan tropis sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Hilangnya populasi satwa ini dapat memengaruhi regenerasi vegetasi dan keanekaragaman hayati.

Saat ini Tapirus indicus berstatus Endangered atau terancam punah berdasarkan Daftar Merah IUCN. Di Indonesia, satwa tersebut juga dilindungi oleh undang-undang serta berbagai regulasi konservasi yang berlaku.

Tags: CobisnisHabitat HutanKonservasi SatwaLampungPebisnismudaSatwa DilindungiTapir

Related Posts

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

MBG Berjalan 1,5 Tahun Evaluasi Program Dinilai Tak Bisa Ditunda

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah berjalan lebih dari 1,5 tahun dengan cakupan penerima yang terus...

Mendagri Beri Kelonggaran WFH untuk ASN Terdampak Erupsi

Mendagri Beri Kelonggaran WFH untuk ASN Terdampak Erupsi

by Hidayat Taufik
September 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di daerah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menjalankan tugas dari...

Bandara Soetta Tutup setelah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bandara Soetta Tutup setelah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah penumpang penerbangan internasional tertahan di Singapura akibat penutupan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9). Penutupan...

Empat Gunung Api Erupsi Pagi Ini Anak Krakatau Salah Satunya

Empat Gunung Api Erupsi Pagi Ini Anak Krakatau Salah Satunya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026. Keempatnya adalah Gunung Anak Krakatau,...

Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penampakan Wilayah Bandar Lampung Imbas Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

by Hidayat Taufik
September 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Aktivitas tersebut terpantau sejak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

Dokter Tirta: Orang Bernilai Bisa Membuat Jam Murah Terlihat Mahal

September 2, 2026
Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

Krisis Energi AI Makin Besar, Elon Musk Mulai Melirik Data Center di Orbit

September 1, 2026
Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

Indonesia Dilirik Jadi Pabrik AI Dunia, Investasi Capai Rp800 Triliun

September 6, 2026
Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

Ferry Bahas Perjalanan Ilmu Ekonomi dan Pelajaran dari Berbagai Krisis

September 3, 2026
Dokter Samuel Antuna mengungkap kekuatan lengan kanan Marc Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen akibat cedera dan sejumlah operasi.

Dokter Ungkap Kekuatan Lengan Marc Marquez

September 7, 2026
Gedung Bank Mandiri

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

September 7, 2026
Michael Carrick kecewa Manchester United ditahan Everton 2-2 setelah dua kali unggul dan kebobolan gol penyama pada menit ke-96.

Carrick: Imbang MU Terasa seperti Kekalahan

September 7, 2026
Sung Han Bin ZEROBASEONE akan melakukan debut solo pada 12 Oktober 2026. THE L1VE telah mengonfirmasi persiapan debutnya.

Sung Han Bin Siap Debut Solo Oktober

September 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved