• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Mengapa Norwegia Mendominasi Olimpiade Musim Dingin dan Apa yang Bisa Dipelajari AS

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 23, 2026
in Sport
0
Mengapa Norwegia Mendominasi Olimpiade Musim Dingin dan Apa yang Bisa Dipelajari AS

JAKARTA, Cobisnis.com – Norwegia kembali membuktikan diri sebagai raja Olimpiade Musim Dingin. Pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026, negara berpenduduk sekitar 5,5 juta jiwa itu menutup kompetisi dengan rekor 18 medali emas dan total 41 medali. Direktur olahraga elite Norwegia, Tore Øvebrø, bahkan mengaku suaranya serak karena terlalu sering bersorak selama dua pekan penyelenggaraan. “Kami punya 16 emas saat itu, rekor Olimpiade, dan berharap tambah lagi. Fantastis!” ujarnya. Harapan tersebut akhirnya terlampaui.

Sejak Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 hingga edisi di Italia tahun ini, Norwegia selalu keluar sebagai juara umum. Mereka secara konsisten mengungguli negara-negara dengan populasi jauh lebih besar seperti Amerika Serikat, China, Jerman, Italia, dan Kanada. Namun dominasi Norwegia bukan hanya soal olahraga musim dingin. Negara Nordik ini juga melahirkan atlet kelas dunia di cabang lain: pegolf Viktor Hovland, petenis Casper Ruud yang sempat menembus peringkat dua dunia ATP, bintang sepak bola Erling Haaland, hingga peraih Ballon d’Or Ada Hegerberg.

Budaya “Bersenang-Senang Dulu” Sejak Usia Dini

Salah satu kunci utama keberhasilan Norwegia adalah pendekatan akar rumput yang menekankan kesenangan, bukan kemenangan. Di Norwegia, anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan mencatat skor atau membuat klasemen liga. Tidak ada tekanan berlebihan atau spesialisasi dini. Anak-anak didorong mencoba berbagai cabang olahraga sebelum memilih fokus saat usia lebih matang.

Pendekatan ini memastikan lebih banyak anak tetap bertahan dalam olahraga hingga remaja. Øvebrø menegaskan bahwa negara kecil seperti Norwegia tidak bisa “membuang” potensi atlet hanya karena mereka bukan early bloomer.

Contohnya, Haaland berkembang dalam kelompok pembinaan campuran di klub Bryne FK hingga usia 16 tahun tanpa pemisahan tim utama dan cadangan. Sementara legenda ski lintas alam Johannes Høsflot Klæbo awalnya bercita-cita menjadi pesepak bola sebelum akhirnya menemukan potensinya di cabang ski, di mana ia mengoleksi 11 medali emas Olimpiade.

Kolaborasi dan Ilmu Pengetahuan

Setelah atlet siap memasuki level elite, sistem Norwegia mengintegrasikan sains, teknologi, dan psikologi olahraga secara terkoordinasi. Pusat olahraga Olimpiade mereka berada sangat dekat dengan universitas olahraga nasional, memudahkan kolaborasi lintas disiplin.

Profesor psikologi olahraga Geir Jordet merangkum filosofi Norwegia dalam tiga kata: kolaborasi, komunikasi, dan kepedulian. Budaya berbagi pengetahuan antar cabang olahraga memungkinkan peningkatan performa secara kolektif.

Kontras dengan Sistem AS

Perbandingan dengan Amerika Serikat cukup mencolok. Di AS, sistem travel sports bahkan dimulai sejak usia tujuh tahun dengan biaya tinggi dan kompetisi intens. Banyak anak menghadapi tekanan besar untuk tampil seperti atlet profesional sejak dini.

Menurut laporan 2024 dari American Academy of Pediatrics, 70% atlet muda di AS berhenti dari olahraga terorganisir sebelum usia 13 tahun, terutama karena cedera dan kelelahan mental. Sebaliknya, Øvebrø menyebut 93% populasi Norwegia pernah terlibat dalam olahraga terorganisir sebelum usia 25 tahun.

Penulis dan pelatih Brad Stulberg menilai AS dapat belajar dari Norwegia, terutama dalam menempatkan kesenangan dan partisipasi di atas ambisi menang semata. Data menunjukkan alasan utama anak berhenti berolahraga adalah karena tidak lagi merasa senang dan terlalu tertekan.

Pelajaran untuk Masa Depan

Model Norwegia menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang bukan dibangun dari seleksi ketat sejak usia dini, melainkan dari sistem inklusif yang menjaga anak tetap aktif, termotivasi, dan mencintai olahraga. Dominasi Norwegia di Olimpiade Musim Dingin bukanlah kebetulan. Itu hasil dari filosofi nasional yang menempatkan anak sebagai prioritas, meminimalkan tekanan, dan memaksimalkan kolaborasi. Sebuah pendekatan yang mungkin bisa menjadi refleksi bagi negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download samsung firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comNorwegiaOlimpiadeMusimDinginSportsDevelopmentTeamNorway

Related Posts

Sains di Balik Keringat, Hidrasi Jadi Kunci Performa di Babak Kedua

Sains di Balik Keringat, Hidrasi Jadi Kunci Performa di Babak Kedua

by Rizki Meirino
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Waktu istirahat atau halftime dalam pertandingan olahraga bukan sekadar jeda, tetapi menjadi momen penting untuk memulihkan energi...

Piala Dunia 2026: Mesin Serang Brasil Belum Panas di Laga Awal

Piala Dunia 2026: Mesin Serang Brasil Belum Panas di Laga Awal

by Hidayat Taufik
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Brasil membuka perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Selecao bermain 1-1 melawan Maroko pada laga...

Dasco dan Saan Turun ke Aksi Mahasiswa di DPR, Jelaskan Hasil Pertemuan

Dasco dan Saan Turun ke Aksi Mahasiswa di DPR, Jelaskan Hasil Pertemuan

by Hidayat Taufik
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa, menemui massa mahasiswa yang menggelar aksi...

Kontrak Habis, Federico Barba Resmi Tak Lagi Berseragam Persib

Kontrak Habis, Federico Barba Resmi Tak Lagi Berseragam Persib

by Desti Dwi Natasya
June 19, 2026
0

JAKART, Cobisnis.com – Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Federico Barba setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir. Keputusan tersebut...

Erick Laporkan ke Prabowo, Indonesia Perkuat Peluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Laporkan ke Prabowo, Indonesia Perkuat Peluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

by Hidayat Taufik
June 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (19/6/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

Global Community Day 2026 Hadirkan Edukasi Finansial untuk Difabel

June 19, 2026
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
BGN Setop Program MBG Selama Libur Sekolah 2026, SPPG Tidak Terima Insentif

BGN Setop Program MBG Selama Libur Sekolah 2026, SPPG Tidak Terima Insentif

June 19, 2026
Sains di Balik Keringat, Hidrasi Jadi Kunci Performa di Babak Kedua

Sains di Balik Keringat, Hidrasi Jadi Kunci Performa di Babak Kedua

June 19, 2026
Piala Dunia 2026: Mesin Serang Brasil Belum Panas di Laga Awal

Piala Dunia 2026: Mesin Serang Brasil Belum Panas di Laga Awal

June 19, 2026
Dasco dan Saan Turun ke Aksi Mahasiswa di DPR, Jelaskan Hasil Pertemuan

Dasco dan Saan Turun ke Aksi Mahasiswa di DPR, Jelaskan Hasil Pertemuan

June 19, 2026
Kontrak Habis, Federico Barba Resmi Tak Lagi Berseragam Persib

Kontrak Habis, Federico Barba Resmi Tak Lagi Berseragam Persib

June 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved