JAKARTA, Cobisnis.com – Hasanuddin Abdurrahman membahas dasar dasar manajemen dalam dunia profesional melalui sesi bertema “Dasar-Dasar Manajemen dalam Dunia Profesional”. Ia menekankan bahwa manajemen tidak hanya berkaitan dengan teori, tetapi juga bagaimana seseorang bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Hasanuddin, manajemen pada dasarnya merupakan rangkaian proses dan tindakan untuk mencapai tujuan. Karena itu, tujuan menjadi hal utama yang harus dipahami sebelum seseorang menentukan tindakan.
Ia menjelaskan, ketika seseorang masuk ke sebuah organisasi, ada kesepakatan untuk ikut mencapai tujuan organisasi tersebut. Setiap anggota kemudian memiliki peran dan kontribusi masing-masing sesuai dengan proses bisnis yang berjalan.
Dalam konteks perusahaan, Hasanuddin menjelaskan bahwa laba memang penting agar perusahaan dapat bertahan. Namun, menurutnya, laba bukan satu satunya tujuan karena perusahaan juga memiliki fungsi memberikan solusi dan kontribusi kepada masyarakat.
“Bapak bisa suka-suka tapi pertumbuhan perusahaan Bapak hanya akan dibatasi oleh selera Bapak. Keterbatasan Bapak itu akan menjadi keterbatasan perusahaan untuk berkembang,” dikutip dari kanal YouTube MALAKA, Sabtu (26/9/2026).
Hasanuddin kemudian menyoroti pentingnya memahami peran dalam sebuah organisasi. Setiap orang perlu mengetahui siapa customer dalam proses kerjanya dan apa kebutuhan yang harus dipenuhi agar proses berikutnya dapat berjalan dengan baik.
Ia juga menekankan bahwa dunia profesional tidak bisa bekerja dengan pola waktu yang tidak jelas. Menurutnya, pekerjaan boleh memiliki fleksibilitas dalam cara dan waktu pengerjaan, tetapi hasil atau delivery tetap harus mengikuti kebutuhan dan tenggat yang telah ditentukan.
Dalam pembahasan mengenai perencanaan, Hasanuddin mengatakan bahwa rencana tidak sekadar daftar jadwal atau tindakan. Perencanaan harus dimulai dengan mendefinisikan tujuan, mengumpulkan data dan fakta yang relevan, kemudian menentukan tindakan yang memiliki hubungan jelas dengan tujuan tersebut.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah seseorang langsung menyusun tindakan tanpa memahami tujuan yang ingin dicapai. Akibatnya, pekerjaan tetap berjalan, tetapi hasil akhirnya belum tentu mendekatkan organisasi pada tujuan.
Hasanuddin juga menjelaskan pentingnya indikator dalam sebuah rencana. Indikator digunakan untuk melihat apakah sebuah tujuan sudah tercapai, sehingga pekerjaan tidak hanya dinilai dari apakah tindakan sudah dilakukan atau belum.
Selain perencanaan, ia membahas fungsi kepemimpinan dalam manajemen. Menurut Hasanuddin, leadership bukan soal menunjukkan kekuasaan, tetapi bagaimana pemimpin memengaruhi orang agar bertindak sesuai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan kemampuan yang dibutuhkan bawahannya. Ketika seorang anggota tim belum mampu menjalankan pekerjaan, pemimpin perlu melihat apakah proses pembinaan dan pengajaran sudah dilakukan dengan benar.
Bagian terakhir yang dibahas adalah kontrol. Hasanuddin menjelaskan bahwa kontrol dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan standar atau rencana, kemudian menemukan kesenjangan yang perlu diselesaikan.
Menurutnya, proses tersebut harus berlanjut melalui perbaikan secara terus menerus. Dengan memahami tujuan, menyusun rencana berdasarkan data, mengarahkan orang sesuai standar, dan melakukan kontrol, manajemen dapat membantu pekerjaan berjalan lebih terarah dan profesional.













