• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, September 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mata Katarak Bisa Muncul di Usia Produktif, Ini Penyebabnya

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 9, 2026
in Lifestyle
0
Mata Katarak Bisa Muncul di Usia Produktif, Ini Penyebabnya

JAKARTA, Cobisnis.com – selama ini identik dengan penyakit yang menyerang lanjut usia. Namun, kondisi tersebut juga dapat dialami oleh orang berusia muda, bahkan anak-anak.

Dalam dunia medis, katarak yang muncul pada usia produktif dikenal sebagai katarak juvenil. Meski jumlah kasusnya tidak sebanyak pada lansia, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kualitas penglihatan.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak pada usia muda.

1. Diabetes yang tidak terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata. Penumpukan gula memicu kerusakan protein lensa sehingga proses kekeruhan berlangsung lebih cepat. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak di usia lebih muda.

2. Cedera pada mata

Benturan keras, pukulan, maupun luka akibat benda tajam dapat merusak lensa mata. Katarak akibat trauma bisa muncul segera setelah cedera atau berkembang secara bertahap beberapa waktu kemudian.

3. Penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang

Pemakaian obat kortikosteroid, baik berupa tablet, tetes mata, maupun inhaler, secara terus-menerus tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan risiko katarak. Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid juga diketahui dapat memicu glaukoma.

4. Miopia atau mata minus tinggi

Rabun jauh dengan derajat tinggi dikaitkan dengan munculnya katarak lebih dini. Oleh karena itu, penderita mata minus tinggi disarankan menjalani pemeriksaan mata secara rutin agar perubahan pada lensa dapat dideteksi sejak awal.

5. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Sering beraktivitas di bawah sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat kerusakan protein pada lensa mata. Menggunakan kacamata hitam yang memiliki pelindung UV menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

6. Faktor bawaan sejak lahir

Katarak juga dapat terjadi pada bayi atau dikenal sebagai katarak kongenital. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi yang dialami ibu selama kehamilan, seperti rubella atau toksoplasmosis.

Gejala katarak pada usia muda umumnya berupa penglihatan yang buram seperti berkabut, mudah silau, serta ukuran kacamata yang cepat berubah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat ini, katarak dapat diatasi melalui prosedur operasi dengan mengganti lensa mata yang keruh menggunakan lensa tanam sesuai kebutuhan pasien. Karena itu, pemeriksaan mata sejak dini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comdiabetesKatarakKatarak Juvenilkesehatan mataKortikosteroidMata minusOperasi katarakSinar UV

Related Posts

BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

by Hidayat Taufik
September 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyusun ketentuan baru terkait pemberian insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

by Hidayat Taufik
September 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memantau perkembangan virus influenza yang beredar di Indonesia melalui sistem surveilans kesehatan....

ASABRI Bekali Peserta Hadapi Masa Purnabakti

ASABRI Bekali Peserta Hadapi Masa Purnabakti

by Rizki Meirino
September 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – ASABRI menghadirkan program kesehatan dan literasi finansial bagi peserta aktif maupun pensiun melalui Kantor Cabang ASABRI Surabaya....

Prabowo Ancam Larang Vape di Indonesia Jika Risiko Penyalahgunaan Terus Meningkat

Prabowo-Pramono Saling Puji, Peluang Koalisi 2029?

by Hidayat Taufik
September 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PDI Perjuangan (PDIP) merespons wacana kemungkinan membangun koalisi bersama Partai Gerindra pada Pemilu 2029. Wacana tersebut mencuat...

Bahlil Larang Orang Kaya Pakai BBM Subsidi

Bahlil Larang Orang Kaya Pakai BBM Subsidi

by Hidayat Taufik
September 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi agar tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.

Novo Dorong Masyarakat Aktif Jaga Keselamatan Obat

September 17, 2026
AIA menghadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk membekali mahasiswa dengan literasi keuangan dan perencanaan finansial sejak dini.

AIA SILABUS Hadir di Universitas Indonesia

September 17, 2026
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

September 17, 2026
BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

September 18, 2026
Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

September 18, 2026
Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

September 18, 2026
Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

September 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved