• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Makan Bareng Ternyata Punya Efek Bikin Hidup Lebih Bahagia

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
September 3, 2026
in Lifestyle
0
Makan Bareng Ternyata Punya Efek Bikin Hidup Lebih Bahagia

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebiasaan makan bersama ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas memenuhi kebutuhan makan.

Momen tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan dengan orang lain dan memberikan dampak positif bagi kondisi emosional.

Profesor ekonomi dan ilmu perilaku dari Universitas Oxford, Jan-Emmanuel De Neve, mengatakan makan bersama memiliki peran dalam membentuk dan mempertahankan hubungan sosial.

“Berbagi makanan adalah mekanisme penting untuk menjalin ikatan, membangun kepercayaan, dan terhubung dengan orang lain,” kata De Neve dikutip dari berbagai sumber,  Kamis (3/09/26).

Di tengah rutinitas yang semakin padat, kesempatan untuk berkumpul sambil menikmati makanan bersama orang lain semakin berkurang.

Padahal, kebiasaan tersebut dapat menjadi ruang untuk berinteraksi dan menjaga hubungan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya keterkaitan antara frekuensi makan bersama dengan kesejahteraan psikologis.

Percakapan dan interaksi yang terjadi saat makan dapat membantu seseorang merasakan hubungan sosial yang lebih kuat.

Makan Bersama dan Risiko Depresi

Sebuah penelitian terhadap 9.361 perempuan berusia 60 tahun ke atas menemukan adanya hubungan antara kebiasaan makan bersama dan risiko mengalami depresi.

Dalam penelitian tersebut, jumlah orang yang berada di meja makan dapat menjadi salah satu indikator yang berkaitan dengan kondisi mental.

Temuan itu tetap terlihat setelah berbagai faktor lain turut diperhitungkan, seperti kesehatan, kondisi ekonomi, serta situasi tempat tinggal.

Hasil penelitian lain yang dilakukan di Tokyo juga memperlihatkan pola yang hampir sama. Kelompok berusia 65 sampai 74 tahun yang tinggal bersama keluarga, tetapi terbiasa makan sendirian, tercatat memiliki risiko gejala depresi lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin makan bersama.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan anggota keluarga di rumah belum tentu secara otomatis membuat seseorang merasa memiliki koneksi sosial yang kuat.

Makan bersama dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan interaksi, membuka percakapan, sekaligus mempererat hubungan dengan orang-orang di sekitar.

Membantu Menciptakan Rasa Nyaman

Kaitan antara aktivitas makan dan perasaan bahagia juga dapat dilihat dari respons biologis tubuh.

Antropolog biologi Universitas Oxford, Robin Dunbar, menyebut kegiatan makan dapat mengaktifkan sistem endorfin.

Endorfin merupakan zat kimia yang diproduksi tubuh dan berhubungan dengan munculnya sensasi menyenangkan.

Aktivitas tersebut ketika dilakukan bersama orang lain diduga dapat membantu memperkuat ikatan antarindividu.

De Neve mengatakan hubungan antara makanan dan interaksi sosial bukanlah sesuatu yang baru. Kebiasaan berbagi makanan telah menjadi bagian dari berbagai budaya selama waktu yang panjang.

“Ini memiliki akar budaya yang dalam,” katanya.

Tidak hanya memengaruhi hubungan sosial, kehadiran orang lain juga dapat mengubah pengalaman seseorang ketika menikmati makanan.

Riset Erica Boothby dari Universitas Pennsylvania menemukan bahwa peserta penelitian memberikan penilaian rasa cokelat yang lebih tinggi ketika menyantapnya bersama orang lain dibandingkan saat makan sendirian.

Artinya, teman makan dapat memberikan pengaruh terhadap pengalaman menikmati makanan, bukan sekadar membuat suasana menjadi lebih hidup.

Meluangkan waktu untuk makan bersama keluarga, sahabat, pasangan, atau orang terdekat bisa menjadi kebiasaan sederhana yang membantu menjaga komunikasi dan menciptakan suasana positif dalam kehidupan sehari-hari.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comgaya hidup sehatHeadlinehubungan sosialkebahagiaankesehatan mentalMakan BersamaRisiko Depresi

Related Posts

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk...

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

Boy Thohir Ungkap Kunci Menjaga Kepercayaan Investor, Bukan Sekadar Janji

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengusaha Boy Thohir menilai kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui janji. Perusahaan harus membuktikannya melalui kinerja yang...

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

Karhutla Jadi Perhatian, Legislator Miris Ada OTT di BNPB

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

Pulang Kerja Terasa Melelahkan? Ini Tips Pulihkan Energi

by Hidayat Taufik
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rasa lelah setelah bekerja tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, komunikasi dengan banyak orang, hingga...

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

Raymond Chin Angkat Isu Karhutla, Krisis Asap Indonesia Jadi Perhatian ASEAN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan setelah dampak kabut asap dilaporkan meluas hingga sejumlah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

AIA Healthiest Schools Kembali, Buka Ruang bagi Sekolah untuk Berinovasi

October 15, 2026
Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

Sinergi Multi Rangkul Denico, Ekspansi ke Pasar Global

October 15, 2026
BSI International Expo 2026 digelar pada 23–25 Oktober di JICC dengan 426 tenant, promosi produk lokal, dan beragam aktivitas halal lifestyle.

BSI Ajak Gen Z Bawa Brand Lokal Mendunia

October 15, 2026
OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

OTT KPK di BNPB: Rp3,3 Miliar, Aset Kripto, dan Emas Disita

October 15, 2026
Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak - pexels/Vitaly Gariev

Seberapa Sering Pekerja Kantoran Harus Banyak Bergerak demi Menajaga Kesehatan?

October 15, 2026
Ilustrasi Seseorang Terkena Gangguan Kesehatan Mental - pexels/Liza Summer

Kelompok Muda Paling Rentan, Kemenkes: 9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Layanan Kesehatan

October 15, 2026
Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

Di Tengah Tekanan Geopolitik, Menpar Ajak GIPi Perkuat Ekosistem Pariwisata Nasional

October 15, 2026
Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

Prabowo Copot Suharyanto, Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB

October 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved