• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, June 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Mahkamah Agung Beri “Hadiah Terselubung” untuk Trump dan Partai Republik Soal Tarif Global

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 23, 2026
in News
0
Mahkamah Agung Beri “Hadiah Terselubung” untuk Trump dan Partai Republik Soal Tarif Global

JAKARTA, Cobisnis.com – Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat memberikan pukulan besar bagi Presiden Donald Trump dengan membatalkan kebijakan ekonomi andalannya: tarif global. Putusan tersebut didukung mayoritas hakim, termasuk dua hakim yang sebelumnya ditunjuk oleh Trump sendiri. Namun di balik teguran keras itu, keputusan ini justru dinilai sebagai “hadiah terselubung” bagi Trump dan Partai Republik (GOP).

Meski jelas menjadi kemunduran besar bagi agenda Trump, putusan tersebut sekaligus mencabut alat kebijakan yang dalam jangka pendek dianggap merugikan ekonomi Amerika Serikat dan secara politik membebani Partai Republik. Sejumlah politisi Republik bahkan secara terbuka memuji keputusan tersebut, sementara lainnya diyakini lega di belakang layar.

Trump dengan cepat merespons dengan menyatakan akan tetap menerapkan tarif global 10% yang kemudian ia naikkan menjadi 15% menggunakan dasar hukum berbeda, yakni Section 122 dari Trade Act 1974. Ia bahkan mengklaim putusan Mahkamah Agung membuat kewenangannya dalam menjatuhkan tarif menjadi “lebih kuat”. Namun klaim tersebut dipertanyakan banyak pihak.

Di bawah Section 122, tarif dibatasi maksimal 15% dan hanya berlaku selama 150 hari, kecuali diperpanjang oleh Kongres. Dengan mayoritas anggota Kongres dari kedua kamar baru-baru ini menolak kebijakan tarif Trump, peluang perpanjangan dinilai kecil. Alternatif dasar hukum lainnya pun mengharuskan proses birokrasi dan persyaratan yang lebih kompleks sebelum tarif dapat diterapkan.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts dalam catatan kakinya bahkan menegaskan bahwa undang-undang terkait memuat berbagai prasyarat prosedural, penentuan lembaga, serta batasan durasi dan cakupan tarif. Sementara Hakim Brett M. Kavanaugh dalam pendapat berbeda menyebut Trump masih memiliki opsi hukum lain, pandangan itu tidak sepenuhnya diamini mayoritas hakim.

Dari sisi ekonomi, keputusan ini muncul di tengah kondisi yang kurang menggembirakan. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh 1,4% secara tahunan pada kuartal keempat, menjadikan 2025 sebagai tahun dengan pertumbuhan terlemah kedua sejak 2016. Tahun lalu juga mencatat pertumbuhan lapangan kerja yang relatif lemah dan inflasi yang masih membandel meski sempat menurun pada Januari.

Meski tidak sepenuhnya jelas seberapa besar tarif berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi, ketidakpastian dan kenaikan biaya akibat kebijakan tersebut dinilai memperburuk sentimen. Sejak Trump mengumumkan tarif global pada 2 April, tingkat persetujuan publik terhadap kinerjanya di bidang ekonomi merosot tajam. 62% warga Amerika tidak menyetujui kebijakan tarifnya, termasuk seperempat pemilih yang condong ke Partai Republik.

Trump selama ini mempromosikan tarif sebagai cara menghidupkan kembali manufaktur Amerika dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi dagang. Namun dengan pembatasan baru dari Mahkamah Agung, ruang geraknya menjadi lebih sempit. Negara-negara mitra dagang juga menyadari keterbatasan tersebut, yang berpotensi mengurangi daya tawar Washington.

Kini perhatian tertuju pada Partai Republik di Kongres. Selama setahun terakhir, banyak anggota GOP memilih diam meski kebijakan tarif bertentangan dengan citra lama partai sebagai pendukung pasar bebas dan perdagangan bebas. Dalam opini terpisah, Hakim Neil Gorsuch bahkan menyinggung perlunya Kongres kembali mengambil peran legislasi dalam isu perdagangan.

Dengan tahun pemilu paruh waktu yang semakin dekat, sebagian anggota Republik mungkin melihat ini sebagai momentum untuk menjauh dari kebijakan tarif agresif. Meski kecil kemungkinan terjadi pembangkangan massal terhadap Trump, putusan Mahkamah Agung membuka ruang refleksi internal di tubuh GOP mengenai arah kebijakan perdagangan ke depan.

Bagi Trump, situasi ini menghadirkan dilema politik. Jika ia tetap memaksakan agenda tarif besar-besaran di tengah keterbatasan hukum dan tekanan politik, langkah itu bisa menjadi beban tambahan bagi partainya. Namun jika ia memilih meredakan kebijakan tersebut, keputusan Mahkamah Agung bisa saja terbukti sebagai “hadiah” yang menyelamatkannya dari risiko politik yang lebih besar.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
free online course
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpMahkamahAgungAS

Related Posts

Silmy Karim Resmi Ditahan KPK, Delapan Tersangka Terjerat Kasus Imigrasi

Silmy Karim Resmi Ditahan KPK, Delapan Tersangka Terjerat Kasus Imigrasi

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, bersama tujuh pejabat Direktorat Jenderal...

Beneficial Owner PT RMS Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi Kredit KoinWorks

Beneficial Owner PT RMS Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi Kredit KoinWorks

by Desti Dwi Natasya
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kejaksaan Tinggi Jakarta kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit melalui platform financial technology...

“Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya” Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

“Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya” Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

by Rizki Meirino
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 yang akan diperingati pada Oktober 2026 mendatang, Bank Mandiri...

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aryna Sabalenka mengaku ingin berhenti bermain tenis setelah tersingkir dari French Open 2026. Petenis nomor satu dunia...

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – SpaceX mengumumkan rencana penawaran saham perdana atau IPO terbesar dalam sejarah pasar modal. Perusahaan milik Elon Musk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

June 3, 2026
Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

June 3, 2026
Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

June 3, 2026
Silmy Karim Resmi Ditahan KPK, Delapan Tersangka Terjerat Kasus Imigrasi

Silmy Karim Resmi Ditahan KPK, Delapan Tersangka Terjerat Kasus Imigrasi

June 4, 2026
Beneficial Owner PT RMS Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi Kredit KoinWorks

Beneficial Owner PT RMS Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi Kredit KoinWorks

June 4, 2026
“Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya” Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

“Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya” Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

June 4, 2026
Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

June 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved