• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Lewat Program Desa Impian, Puyuh Jadi Jalan Keluar Penambang Ilegal

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
September 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Puyuh

Ilustrasi burung puyuh. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Cobisnis – Hidup di bawah bayang-bayang tambang ilegal bukanlah perkara mudah. Risiko kecelakaan yang selalu mengintai, razia aparat membuat dada berdebar, serta rasa cemas yang tak pernah pergi.

Itulah yang dirasakan warga Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, sebelum menemukan jalan baru lewat program Transformasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kini, program tersebut hadir dengan nama baru yakni Desa Impian. Tujuannya sederhana tapi berarti besar, mendorong transformasi desa melalui kolaborasi agrikultur, sekaligus membuka peluang ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan memulihkan lingkungan bekas tambang.

Tonidi, salah seorang warga yang pernah terlibat dalam PETI, mengingat betul titik balik hidupnya. Pada Februari 2024, ia masih aktif di tambang ilegal ketika bertemu dengan perwakilan PTBA.

Melalui pertemuan sederhana itu, Tonidi mengetahui kabar besar bahwasanya PTBA ingin mengalihkan masyarakat dari ketergantungan pada tambang ilegal menuju usaha yang lebih layak.

“Bagi saya, ini angin segar,” kata Tonidi ditulis Jumat (26/9/2025).

Ia sadar sejak lama, bekerja di PETI tidak hanya melanggar hukum, tapi juga penuh bahaya. Peralatan kerja seadanya, rasa tidak aman, hingga keharusan sembunyi-sembunyi dari razia aparat, semua itu menambah tekanan.

Maka ketika ada peluang baru, Tonidi tidak ragu. Ia memilih meninggalkan tambang dan mencoba peruntungan di jalur berbeda, menjadi ketua kelompok Budidaya Burung Puyuh Bangsal Pematang.

“Jadi dengan adanya program ini, saya pribadi merasa sangat senang karena saya dan teman-teman akhirnya mendapatkan peluang untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, aman dan bermartabat,” imbuh Tonidi.

Program Desa Impian sebenarnya menawarkan banyak pilihan usaha yakni ikan, belut, hingga kambing. Namun Tonidi mantap memilih puyuh. Alasannya sederhana karena perawatannya lebih mudah, tingkat keberhasilannya tinggi, dan hasilnya menjanjikan. Bahkan kotoran puyuh bisa diolah kembali menjadi pakan ikan, membentuk rantai usaha yang saling terhubung.

Perjalanan dimulai dengan pelatihan. Bersama anggota kelompok, Tonidi belajar cara merawat puyuh, menghitung produksi telur, hingga mengelola keuntungan. Tidak berhenti di teori, PTBA langsung menyalurkan bantuan 200 ekor puyuh pada Maret 2024.

Ilmu yang didapat langsung dipraktikkan, dan hasilnya nyata yaitu puyuh bertelur sesuai hitungan, keuntungan mulai mengalir. Melihat kesungguhan itu, PTBA menambah dukungan 1.000 ekor puyuh, kemudian 2.000 ekor lagi di akhir 2024. Kini, populasi di kandang Bangsal Pematang sudah mencapai 3.000 ekor.

Setiap hari, kandang itu menghasilkan 23–25 kilogram telur. Hasil panen dikumpulkan seminggu sekali, lalu dipasarkan ke Tanjung Enim, Muara Enim, hingga Baturaja. Harga jual relatif stabil pada Rp36.000 per kilogram di Tanjung Enim, dan Rp34.000 di Baturaja karena pembeli datang langsung ke lokasi.

Setelah dipotong biaya pakan dan listrik, keuntungan bersih cukup untuk memenuhi upah setara UMR bagi anggota yang aktif. Saat ini, dari 10 anggota kelompok, 4 orang mengelola penuh kandang, sementara sisanya membantu bila ada perbaikan atau kebutuhan mendesak.

Bagi kelompok Bangsal Pematang, perjalanan ini baru permulaan. Mereka berharap budidaya puyuh bisa terus berkembang, menyerap tenaga kerja lebih banyak, serta membantu masyarakat sekitar lepas dari belenggu tambang ilegal.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk PTBA yang sudah peduli dan mendukung kami. Harapan kami, semoga PTBA terus membersamai kami dalam mengembangkan budidaya puyuh ini agar manfaatnya makin luas,” tutup sang ketua penuh optimisme.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: Cobisnispenambang ilegalPT Bukit Asam TbkPtbapuyuhTambang ilegal

Related Posts

Jemaah Haji Diimbau Tak Bawa Uang Berlebih, Lebih Rp100 Juta Wajib Lapor

Jemaah Haji Diimbau Tak Bawa Uang Berlebih, Lebih Rp100 Juta Wajib Lapor

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jemaah haji yang membawa uang tunai lebih dari Rp100 juta wajib melapor ke Bea Cukai. Aturan ini...

Polemik War Tiket Haji, Pemerintah Alihkan Fokus ke Penambahan Kuota

Polemik War Tiket Haji, Pemerintah Alihkan Fokus ke Penambahan Kuota

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana penerapan sistem “war tiket” untuk mengatasi antrean haji di Indonesia sempat mencuat, namun akhirnya ditutup karena...

Hari Kelima IPO WBSA Naik 200%, Sisa 3 Juta Lot, Peluang atau Sinyal Puncak

Hari Kelima IPO WBSA Naik 200%, Sisa 3 Juta Lot, Peluang atau Sinyal Puncak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Saham PT Wahana Bersama Sejahtera Tbk (WBSA) melonjak hingga 200 persen dalam lima hari sejak IPO. Lonjakan...

Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Kopdes, Lulusan D3–S1 Bisa Daftar

Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Kopdes, Lulusan D3–S1 Bisa Daftar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah membuka 35.476 lowongan kerja untuk pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program...

Iran Alami Kerugian Besar, Tuntutan Ganti Rugi ke AS–Israel Menguat

Iran Alami Kerugian Besar, Tuntutan Ganti Rugi ke AS–Israel Menguat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 16, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Iran mengklaim mengalami kerugian hingga Rp4.626 triliun akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kerugian tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
FIFA Antisipasi Iran Mundur, Siapkan Skema Pengganti di Piala Dunia 2026

FIFA Antisipasi Iran Mundur, Siapkan Skema Pengganti di Piala Dunia 2026

April 16, 2026
Lima Warga Sipil, Termasuk Anak-Anak, Jadi Korban Penembakan di Puncak Papua Tengah

Lima Warga Sipil, Termasuk Anak-Anak, Jadi Korban Penembakan di Puncak Papua Tengah

April 16, 2026
Akuntara Siapkan Lulusan Vokasi Hadapi Era CoreTax dan Pajak Digital

Akuntara Siapkan Lulusan Vokasi Hadapi Era CoreTax dan Pajak Digital

April 15, 2026
Kemenko PM Akselerasi Ekosistem Perintis Berdaya di Lampung Timur

Cyber Breaker 2026 Season 3 Resmi Diluncurkan, Targetkan 1.000 Talenta Siber

April 16, 2026
Kolaborasi Layanan Keuangan Digital

Kolaborasi Layanan Keuangan Digital

April 16, 2026
KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumut

KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumut

April 16, 2026
BTN dan Indosat Jajaki Kolaborasi Digital untuk Percepat Inklusi Keuangan

BTN dan Indosat Jajaki Kolaborasi Digital untuk Percepat Inklusi Keuangan

April 16, 2026
EJ Sport Dukung BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai Official Sports Nutrition dan 10K Presenting Partner

EJ Sport Dukung BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai Official Sports Nutrition dan 10K Presenting Partner

April 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved