• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, July 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Lewat Program Desa Impian, Puyuh Jadi Jalan Keluar Penambang Ilegal

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
September 26, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Puyuh

Ilustrasi burung puyuh. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Cobisnis – Hidup di bawah bayang-bayang tambang ilegal bukanlah perkara mudah. Risiko kecelakaan yang selalu mengintai, razia aparat membuat dada berdebar, serta rasa cemas yang tak pernah pergi.

Itulah yang dirasakan warga Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, sebelum menemukan jalan baru lewat program Transformasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kini, program tersebut hadir dengan nama baru yakni Desa Impian. Tujuannya sederhana tapi berarti besar, mendorong transformasi desa melalui kolaborasi agrikultur, sekaligus membuka peluang ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan memulihkan lingkungan bekas tambang.

Tonidi, salah seorang warga yang pernah terlibat dalam PETI, mengingat betul titik balik hidupnya. Pada Februari 2024, ia masih aktif di tambang ilegal ketika bertemu dengan perwakilan PTBA.

Melalui pertemuan sederhana itu, Tonidi mengetahui kabar besar bahwasanya PTBA ingin mengalihkan masyarakat dari ketergantungan pada tambang ilegal menuju usaha yang lebih layak.

“Bagi saya, ini angin segar,” kata Tonidi ditulis Jumat (26/9/2025).

Ia sadar sejak lama, bekerja di PETI tidak hanya melanggar hukum, tapi juga penuh bahaya. Peralatan kerja seadanya, rasa tidak aman, hingga keharusan sembunyi-sembunyi dari razia aparat, semua itu menambah tekanan.

Maka ketika ada peluang baru, Tonidi tidak ragu. Ia memilih meninggalkan tambang dan mencoba peruntungan di jalur berbeda, menjadi ketua kelompok Budidaya Burung Puyuh Bangsal Pematang.

“Jadi dengan adanya program ini, saya pribadi merasa sangat senang karena saya dan teman-teman akhirnya mendapatkan peluang untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, aman dan bermartabat,” imbuh Tonidi.

Program Desa Impian sebenarnya menawarkan banyak pilihan usaha yakni ikan, belut, hingga kambing. Namun Tonidi mantap memilih puyuh. Alasannya sederhana karena perawatannya lebih mudah, tingkat keberhasilannya tinggi, dan hasilnya menjanjikan. Bahkan kotoran puyuh bisa diolah kembali menjadi pakan ikan, membentuk rantai usaha yang saling terhubung.

Perjalanan dimulai dengan pelatihan. Bersama anggota kelompok, Tonidi belajar cara merawat puyuh, menghitung produksi telur, hingga mengelola keuntungan. Tidak berhenti di teori, PTBA langsung menyalurkan bantuan 200 ekor puyuh pada Maret 2024.

Ilmu yang didapat langsung dipraktikkan, dan hasilnya nyata yaitu puyuh bertelur sesuai hitungan, keuntungan mulai mengalir. Melihat kesungguhan itu, PTBA menambah dukungan 1.000 ekor puyuh, kemudian 2.000 ekor lagi di akhir 2024. Kini, populasi di kandang Bangsal Pematang sudah mencapai 3.000 ekor.

Setiap hari, kandang itu menghasilkan 23–25 kilogram telur. Hasil panen dikumpulkan seminggu sekali, lalu dipasarkan ke Tanjung Enim, Muara Enim, hingga Baturaja. Harga jual relatif stabil pada Rp36.000 per kilogram di Tanjung Enim, dan Rp34.000 di Baturaja karena pembeli datang langsung ke lokasi.

Setelah dipotong biaya pakan dan listrik, keuntungan bersih cukup untuk memenuhi upah setara UMR bagi anggota yang aktif. Saat ini, dari 10 anggota kelompok, 4 orang mengelola penuh kandang, sementara sisanya membantu bila ada perbaikan atau kebutuhan mendesak.

Bagi kelompok Bangsal Pematang, perjalanan ini baru permulaan. Mereka berharap budidaya puyuh bisa terus berkembang, menyerap tenaga kerja lebih banyak, serta membantu masyarakat sekitar lepas dari belenggu tambang ilegal.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk PTBA yang sudah peduli dan mendukung kami. Harapan kami, semoga PTBA terus membersamai kami dalam mengembangkan budidaya puyuh ini agar manfaatnya makin luas,” tutup sang ketua penuh optimisme.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download samsung firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Cobisnispenambang ilegalPT Bukit Asam TbkPtbapuyuhTambang ilegal

Related Posts

Album Baru ATEEZ Puncaki Billboard 200, Cetak Rekor Penjualan di AS

Album Baru ATEEZ Puncaki Billboard 200, Cetak Rekor Penjualan di AS

by Desti Dwi Natasya
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – ATEEZ kembali menorehkan prestasi di industri musik global setelah mini album Golden Hour: Part.5 debut di posisi...

Mencuci Buah Ini Sebelum Disimpan Malah Mempercepat Pembusukan

Mencuci Buah Ini Sebelum Disimpan Malah Mempercepat Pembusukan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mencuci buah sebelum dikonsumsi memang penting untuk menjaga kebersihan. Namun, kebiasaan mencuci buah sebelum disimpan justru dapat...

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Nelayan Tetap Melaut Meski Status Siaga

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Nelayan Tetap Melaut Meski Status Siaga

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi berstatus Level III atau Siaga setelah Badan Geologi Kementerian ESDM...

Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba di Jakbar dan Tangerang, Anak dan Remaja Jadi Target

Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Narkoba di Jakbar dan Tangerang, Anak dan Remaja Jadi Target

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang diduga menjadi pengedar sekaligus pengemas narkotika di...

Tarif Visa Australia Melonjak Mulai 1 Juli, WNI Mulai Hitung Ulang Rencana Tinggal

Tarif Visa Australia Melonjak Mulai 1 Juli, WNI Mulai Hitung Ulang Rencana Tinggal

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Australia resmi menaikkan biaya berbagai jenis visa mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini berdampak langsung pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Jamkrindo Syariah Perkuat Literasi Penjaminan Syariah di SYAFIF 2026

Jamkrindo Syariah Perkuat Literasi Penjaminan Syariah di SYAFIF 2026

July 5, 2026
Cristiano Ronaldo Akui Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir

Cristiano Ronaldo Akui Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir

July 6, 2026
Ribuan Warga Iran Antar Kepergian Ali Khamenei, Prosesi Pemakaman Berlangsung Hampir Sepekan

Bergema di Pemakaman Ali Khamenei, Massa Serukan Balas Dendam kepada Trump

July 6, 2026
Didimax Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Bandung

Didimax Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Bandung

July 6, 2026
Usai Rebut Emas Dunia, Desak Made Ungkap Minimnya Dukungan Sebelum Berangkat

Usai Rebut Emas Dunia, Desak Made Ungkap Minimnya Dukungan Sebelum Berangkat

July 6, 2026
Rahasia Pemulihan Atlet Elite, Kenali Metode 4R Setelah Berolahraga

Rahasia Pemulihan Atlet Elite, Kenali Metode 4R Setelah Berolahraga

July 6, 2026
Home Credit Permudah Belanja di Jakarta Fair 2026 dengan Cicilan Fleksibel

Home Credit Permudah Belanja di Jakarta Fair 2026 dengan Cicilan Fleksibel

July 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved