JAKARTA, Cobisnis.com – Aktivitas berlari tidak hanya menjadi cara mengisi waktu senggang, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan dalam jangka panjang. Berbagai riset menunjukkan bahwa olahraga ini berhubungan dengan peningkatan peluang hidup lebih lama.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Progress in Cardiovascular Diseases dan dirujuk oleh Harvard Health menyebutkan bahwa olahraga kardio seperti lari mampu menekan risiko kematian serta berpotensi menambah usia harapan hidup hingga sekitar tiga tahun.
Menariknya, manfaat tersebut tidak menuntut durasi latihan yang panjang. Studi tersebut menemukan bahwa berlari selama 5–10 menit per hari dengan intensitas ringan sudah cukup memberikan dampak positif bagi tubuh.
Fisiolog olahraga Janet Hamilton menjelaskan bahwa durasi singkat ini menjadi kelebihan tersendiri, khususnya bagi individu dengan aktivitas padat. Lari dapat dilakukan dengan mudah tanpa membutuhkan banyak waktu maupun fasilitas khusus.
Meskipun begitu, penelitian juga mengungkap adanya batas ideal. Manfaat kesehatan dari berlari cenderung mencapai titik optimal pada kisaran 4,5 jam per minggu. Jika durasi ditambah, peningkatan manfaatnya tidak terlalu signifikan.
Dalam studi lain yang melibatkan lebih dari 55.000 responden selama 15 tahun, diketahui bahwa aktivitas lari mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke hingga 45 persen, serta mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sekitar 30 persen.
Selain itu, berlari juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit lain seperti kanker dan Alzheimer, serta berperan dalam memperkuat struktur tulang. Tekanan yang terjadi saat kaki menyentuh permukaan saat berlari dapat merangsang tulang dan otot menjadi lebih kuat.
Dengan berbagai keuntungan tersebut, berlari dapat menjadi pilihan olahraga praktis dan efektif untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup.













