JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 24,4 persen secara tahunan (YoY). Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai Rp1.592 triliun atau meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri melampaui rata-rata industri perbankan yang menurut Bank Indonesia mencapai 12,7 persen secara tahunan hingga Juni 2026. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tumbuh 17,1 persen menjadi Rp1.710 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 10,2 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan peran perseroan dalam menggerakkan berbagai sektor ekonomi nasional. “Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat,” ujarnya.
Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit mencapai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit usaha mikro meningkat 15,7 persen menjadi Rp31,3 triliun sebagai bagian dari upaya memperluas pembiayaan inklusif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo menjelaskan outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun atau tumbuh 15,1 persen secara tahunan. Menurutnya, pembiayaan difokuskan pada sektor produktif seperti perkebunan, hilirisasi, transportasi, logistik, energi, dan berbagai sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian.
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri juga memperkuat transformasi digital melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri. Hingga Juni 2026, Livin’ telah memiliki sekitar 41 juta pengguna terdaftar, sedangkan Kopra melayani sekitar 354 ribu pengguna dengan 84 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) Gross bank only terjaga di level 0,98 persen dengan NPL Coverage Ratio mencapai 242 persen. Bank Mandiri juga terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap ekspansi bisnis guna menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Di bidang keberlanjutan, portofolio pembiayaan berbasis ESG Bank Mandiri mencapai Rp327 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 7,5 persen secara tahunan. Perseroan juga memperkuat komitmen terhadap ekonomi hijau melalui pembiayaan berkelanjutan, kendaraan listrik operasional, panel surya, serta inovasi fitur Livin’ Planet yang memungkinkan nasabah membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).













