• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, May 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Konsep Sharing Economy di Era Digital dan Dampaknya ke Bisnis

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
October 1, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Konsep Sharing Economy di Era Digital dan Dampaknya ke Bisnis

JAKARTA, Cobisnis.com – Sharing economy atau ekonomi berbagi adalah model ekonomi yang memungkinkan individu berbagi akses terhadap barang atau jasa melalui platform digital. Konsep ini semakin populer seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan efisiensi dalam masyarakat modern.

Di era digital, sharing economy berkembang pesat lewat aplikasi dan platform online. Contohnya transportasi online, sewa properti jangka pendek, hingga jasa freelance. Teknologi membuat proses berbagi lebih mudah, cepat, dan terpercaya.

Manfaat sharing economy terlihat dari akses yang lebih terjangkau. Pengguna tidak perlu membeli barang atau memiliki aset sendiri, cukup membayar saat dibutuhkan. Hal ini membuat biaya hidup lebih efisien.

Bagi penyedia jasa, sharing economy membuka peluang pendapatan baru. Seseorang bisa menyewakan rumah, kendaraan, atau menawarkan keahlian tertentu melalui platform digital. Dengan begitu, sumber penghasilan menjadi lebih beragam.

Namun, konsep ini juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah regulasi yang belum sepenuhnya siap mengatur praktik sharing economy. Selain itu, persaingan dengan bisnis tradisional sering menimbulkan polemik.

Keamanan dan kepercayaan juga menjadi isu penting. Pengguna dan penyedia jasa harus merasa aman saat melakukan transaksi. Oleh karena itu, platform digital perlu menghadirkan sistem verifikasi dan perlindungan yang memadai.

Dampak sharing economy terhadap bisnis cukup signifikan. Perusahaan tradisional dituntut untuk beradaptasi dengan model baru yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Jika tidak, mereka bisa kehilangan daya saing.

Secara keseluruhan, konsep sharing economy di era digital membawa peluang besar bagi masyarakat dan bisnis. Dengan pengelolaan yang baik, model ini dapat meningkatkan efisiensi, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Tags: biaya hidup lebih efisiencobisnis.comekonomi berbagiera digitalpeluang pendapatan baruPlatform digitalSharing economyTransportasi online

Related Posts

Livin’ by Mandiri Permudah Pembelian Hewan Kurban Lewat Fitur Sukha

Livin’ by Mandiri Permudah Pembelian Hewan Kurban Lewat Fitur Sukha

by Rizki Meirino
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri kembali menghadirkan layanan kurban digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri menjelang Idul...

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 14, 2026
0

Firman Soebagyo Peringatkan Bahaya Manipulasi Stok Beras Bulog

Firman Soebagyo Peringatkan Bahaya Manipulasi Stok Beras Bulog

by Desti Dwi Natasya
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti stok beras Bulog yang mencapai 5,3 juta ton. Ia...

UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

UI Dorong Strategi Dekarbonisasi untuk Tekan Emisi Karbon Pelayaran

by Hidayat Taufik
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Akademisi dari Universitas Indonesia mendorong Indonesia memperkuat strategi dekarbonisasi di sektor pelayaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk...

Judi Online Makin Mengkhawatirkan, Puluhan Ribu Anak Kecil Ikut Terdampak

Judi Online Makin Mengkhawatirkan, Puluhan Ribu Anak Kecil Ikut Terdampak

by Hidayat Taufik
May 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan sekitar 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Selain itu,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

May 6, 2026
Rizky Ridho Minta Maaf Setelah Persija Gagal Juara

Trump Tegaskan Tak Prioritaskan Dampak Ekonomi dalam Negosiasi Iran

May 13, 2026
DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

May 14, 2026
Menu Makan Malam Trump dan Xi di Beijing Jadi Perbincangan

Menu Makan Malam Trump dan Xi di Beijing Jadi Perbincangan

May 14, 2026
Aljazair Bukan Sekadar Gurun Sahara, Ini Negeri Sejuta Syahid yang Siap Unjuk Gigi di Pariwisata Dunia

Aljazair Bukan Sekadar Gurun Sahara, Ini Negeri Sejuta Syahid yang Siap Unjuk Gigi di Pariwisata Dunia

May 14, 2026
Livin’ by Mandiri Permudah Pembelian Hewan Kurban Lewat Fitur Sukha

Livin’ by Mandiri Permudah Pembelian Hewan Kurban Lewat Fitur Sukha

May 14, 2026
DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

DJP Temukan Rp 383 Triliun Harta yang Belum Dilaporkan, Pemerintah Beri Waktu Terakhir 6 Bulan

May 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved