JAKARTA, Cobisnis.com – Situasi geopolitik Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia. Sejumlah perkembangan terkait konflik Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, hingga kelompok Houthi menjadi berita internasional yang paling banyak disorot.
Salah satu kabar utama datang dari rencana Amerika Serikat yang disebut akan mengumumkan kesepakatan program nuklir sipil dengan Arab Saudi. Kesepakatan tersebut dilaporkan akan diumumkan pada Rabu, 22 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Kesepakatan itu disebut melibatkan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Arab Saudi. Pemerintah AS juga disebut berharap kerja sama tersebut dapat memberikan keuntungan besar bagi industri nuklir Amerika Serikat.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan biaya perang melawan Iran telah mencapai US$37,5 miliar atau sekitar Rp671,7 triliun. Angka tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat di parlemen AS pada Selasa, 21 Juli 2026.
Pernyataan Hegseth muncul ketika Pentagon berupaya mendapatkan tambahan anggaran darurat untuk menghadapi konflik yang terus menuai kritik. Besarnya biaya perang juga menjadi perhatian anggota parlemen AS yang mempertanyakan keberlanjutan operasi militer tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk menjalankan misi defensif terhadap Iran. Kebijakan tersebut melanjutkan keputusan pemerintahan sebelumnya di bawah mantan Perdana Menteri Keir Starmer.
Pangkalan militer Inggris di Diego Garcia dan RAF Fairford di Gloucestershire dapat digunakan pesawat AS untuk menjalankan misi yang berkaitan dengan ancaman rudal Iran. Operasi tersebut juga dikaitkan dengan upaya menghadapi ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Arab Saudi. Houthi mengancam kapal yang mengabaikan peringatan tersebut dapat menjadi sasaran serangan.
Ancaman itu muncul setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Senin, 20 Juli 2026. Kondisi tersebut berpotensi membuka front baru dalam konflik kawasan sekaligus meningkatkan risiko terhadap pasokan energi dan perdagangan global.
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan menyerang Gunung Pickaxe di Iran. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat kompleks nuklir bawah tanah yang berkaitan dengan fasilitas pengayaan uranium dan sentrifugal milik Iran.
Trump menyatakan area tersebut dapat dihantam dengan serangan besar dalam waktu dekat. Ancaman tersebut semakin menambah ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus memperbesar kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.













